DEPOKPOS – Sejarah Islam senantiasa melahirkan generasi yang akan selalu dikenang sepanjang peradaban. Ilmuwan, ulama, kesatria dan masih banyak lagi. Salah satunya adalah kesatria islam terkenal dengan gelar Sang Penakluk, Salah satu penguasa Kerajaan Utsmaniyah. Dialah Muhammad Al Fatih atau Sultan Mehmed II.
Mehmed II lahir pada tahun 1432 di Edirne, Ibukota Utsmaniyah. Sejak kecil Mehmed sangat unggul di antara anak-anak sebayanya. Dikenal banyak menguasai berbagai bidang keilmuan, Mehmed senantiasa dikelilingi ulama-ulama terbaik yang mengajarkannya Al-Qur’an, fiqh, dan ilmu lainnya seperti bahasa, astronomi, matematika juga teknik perang. Kecakapannya itu mengantarkannya menjadi penguasa Utsmaniyah saat berumur 19 tahun.
Salah satu kehebatannya terlihat tatkala penaklukan Konstantinopel dimulai. Sebagai ibukota kekaisaran Romawi, Konstantinopel dilindungi tembok tiga lapis serta pasukan dan persenjataan terkuat. Meski dihadapi berbagai tantangan, Mehmed II tetap yakin atas keberhasilannya mewujudkan hadis Nabi Muhammad SAW. “Sungguh, Konstantinopel akan ditaklukkan oleh kalian. Maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan yang menaklukkannya” (HR. Ahmad).
Salah satu taktik yang membuktikannya adalah ketika Mehmed II memerintahkan agar 72 kapal diangkat melintasi darat. Dikarenakan adanya rantai besar yang menghalangi Teluk Tanduk. Maka diputuskan agar memindahkan kapal-kapal perang melalui jalur darat. Menggunakan ratusan sapi dan manusia untuk menariknya, kapal-kapal itu melewati bukit Galata dari Selat Bosphorus sampai Teluk Tanduk Emas.
Taktik yang terlihat mustahil ini menjadi titik balik dalam pengepungan ini. Dengan direbutnya Teluk Tanduk, maka pasukan Konstantinopel kehilangan pijakan serta menurunkan moral mereka, yang kelak akan membawa pada kejatuhan Konstantinopel pada 29 Mei 1453.
Peristiwa ini tentu menjadi suatu sejarah hebat bagi generasi Islam saat ini. Bahwa sumber daya terhebat tidak terletak pada senjata atau harta yang banyak. Namun, faktor kemenangan terbesar adalah manusia yang berkualitas dan bermental prima. Mehmed II adalah pemimpin yang memiliki keyakinan kuat atas janji Allah disamping tekad yang kuat, menjadikannya pemimpin Agung yang akan selalu dikenang sepanjang sejarah peradaban islam.
Muhammad Zaidan Musyaffa
