Oleh Najla Nur Hanifah, Mahasiswa Institut SEBI
Dalam islam, Wanita diberikan kedudukan yang mulia dan Istimewa. Mereka dipandang bukan hanya sebagai individu yang memiliki hak penuh atas dirinya, tetapi juga sebagai penjaga kehormatan keluarga, masyarakat, dan agama. Salah satu ajaran yang sangat ditekankan Adalah menjaga kehormatan Wanita Muslimah. Kehormatan ini mencakup, hingga memelihara hati dan pikiran, dari hal-hal yang merendahkan martabatnya.
Kehormatan Sebagai Fitrah
Allah SWT menciptakan manusia dengan fitrah, yaitu kecenderungan untuk mencintai kebaikan, kesucian, dan kemuliaan. Bagi Wanita Muslimah, fitrah tersebut terwujud dalam rasa malu, rasa ingin menjaga diri, serta naluri untuk melindungi kehormatannya. Rasa malu ini bukanlah kelemahan, melainkan mahkota yang menjadi pembeda sekaligus penjaga kemuliaanya. Rasulullah SAW bersabda : “Malu Itu Bagian Dari Iman “. (HR. Bukhari dan muslim).
Dengan kata lain, manjaga kehormatan bukanlah beban, melainkan panggilan alam dari fitrah seorang Wanita. Apabila fitrah itu di jaga, ia akan merasa damai, tenteram, dan bernilai dihadapan Allah SWT maupun manusia.
Kehormatan Sebagai Identitas Muslimah
Seorang Muslimah yang menjaga kehormatannya akan tampak berbeda dalam masyarakat. Ia dikenal bukan karena penampilan fisik semata, melainkan karena akhlak, tutur kata, dan cara berinteraksi yan penuh adab. Identitas ini terlihat dalam :
1. Menutup Aurat dengan pakaian syar’i bukan hanya untuk menjaga diri dari pandangan yang tidak pantas, tetapi juga sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
2. Menjaga Pergaulan, dengan membatasi interaksi agar tetap dalam koridor syariat dan terhindar dari fitnah.
3. Menjaga Lisan, karena perkataan Adalah cerminan hati. Seorang Muslimah yang berakhlak akan selalu berbicara dengan lembut, sopan, dan penuh makna.
4. Menjaga Hati dan Pikiran, agar tidak terpengaruh oleh budaya yang merusak nilai-nilai moral dan agama.
Menjaga kehormatan = Menjaga Martabat Umat
Wanita adalah tiang negara. Jika para Wanita Muslimah mampu menjaga kehormatannya, maka generasi yang lahir dari rahim mereka juga akan tumbuh dengan penuh kebaikan. Oleh karena itu, kehormatan Wanita Muslimah tidak hanya menyangkut sendiri, tetapi juga masa depan keluarga dan masyarakat.
