RS Nasser Bantah Klaim Penjajah Israel Bombardir Rumah Sakit Sasar Hamas

GAZA, PALESTINA – Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Gaza, membantah klaim militer penjajah Israel (IDF) yang menyebut serangan udara terhadap fasilitas kesehatan tersebut menargetkan kamera pengintai Hamas dan sejumlah militan.

Rumah Sakit Nasser menegaskan menolak semua tuduhan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Rumah sakit Nasser secara tegas menolak klaim ini dan klaim apa pun dari otoritas Israel untuk membenarkan serangan terhadap rumah sakit,” demikian pernyataan pihak rumah sakit dikutip dari Sky.

Diantara korban tewas tercatat jurnalis berusia 33 tahun Mariam Dagga yang bekerja untuk Associated Press, juru kamera Al Jazeera Mohammed Salama, jurnalis lepas Reuters Hussam al Masri, fotografer Reuters Moaz Abu Taha, serta kontributor Middle East Eye Ahmed Abu Aziz.

Serangan ini mendapatkan kecaman luas dari pemimpin dunia dan kelompok hak asasi manusia.

“Kematian jurnalis di Gaza seharusnya mengejutkan dunia,” ujar juru bicara Kantor HAM PBB, Thameen Al-Kheetan. “Bukan membuat terdiam, tetapi mendorong aksi nyata menuntut akuntabilitas dan keadilan.”

Serangan tersebut digambarkan sebagai “double-tap attack”, yakni pola serangan kedua yang menyasar warga sipil dan tenaga medis yang berupaya menolong korban di lokasi pertama.

Pola seperti ini sebelumnya pernah muncul dalam konflik di Ukraina dan Suriah.

Sebelumnya, serangan Israel Rumah Sakit Nasser  yang menewaskan 20 orang, termasuk lima jurnalis, disebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai sebuah “kesalahan tragis”.

IDF dalam penyelidikan awal menyatakan serangan itu dilakukan karena pasukan meyakini adanya penggunaan kamera untuk memantau pergerakan militer Israel.

“Kesimpulan ini semakin diperkuat oleh penggunaan rumah sakit oleh organisasi teroris selama perang,” klaim IDF dalam pernyataan resminya.

Pos terkait