Kasus hantavirus semakin memicu kekhawatiran global setelah ditemukan 3 orang meninggal di kapal pesiar.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun membagikan 7 cara pencegahan yang efektif.
Pertama yang harus dilakukan adalah menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja. Kedua, menutup celah yang memungkinkan hewan pengerat masuk ke bangunan rumah, kantor dan kapal pesiar.
“Ketiga menyimpan makanan dengan aman. Keempat menggunakan praktik pembersihan yang aman di area yang terkontaminasi oleh hewan pengerat. Kelima menghindari menyapu kering atau menggunakan penyedot debu pada kotoran tikus,” kata WHO dalam siaran pers di website resmi.
“Keenam, membasahi area yang terkontaminasi sebelum dibersihkan, dan ketujuh memperkuat praktik kebersihan tangan,” tambah WHO.
Selama wabah atau ketika ada dugaan kasus, identifikasi dini dan isolasi kasus, pemantauan kontak erat, serta penerapan langkah-langkah standar pencegahan infeksi penting dilakukan untuk membatasi penyebaran lebih lanjut.
Mengenal Hantavirus
Hantavirus adalah kelompok virus yang menyebabkan gangguan pada paru-paru (hantavirus pulmonary syndrome) atau pembuluh darah dan ginjal (hemorrhagic fever with renal syndrome). Virus ini dibawa dan disebarkan oleh tikus dan hewan pengerat lainnya.
Dilansir alodokter, enyakit hantavirus tergolong ke dalam penyakit zoonosis, karena penyebarannya dimulai dari hewan ke manusia. Penularan infeksi hantavirus ke manusia umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan feses, urine, dan air liur tikus yang terinfeksi.
Penyakit hantavirus tergolong jarang terjadi, tetapi bisa berbahaya. Tingkat kematian akibat hantavirus pulmonary syndrome sekitar 40% dan pada hemorrhagic fever with renal syndrome sekitar 5–15%.
Penyebab Infeksi Hantavirus
Hantavirus adalah kelompok virus yang disebarkan oleh tikus atau hewan pengerat lain. Meski begitu, penularan infeksi hantavirus antarmanusia sangat jarang terjadi.
Berikut ini adalah sejumlah kondisi yang bisa menyebabkan seseorang terinfeksi hantavirus:
- Menyentuh feses, liur, atau urine, dari tikus yang terinfeksi hantavirus
- Menghirup partikel udara yang mengandung hantavirus
- Mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi hantavirus
- Mengalami luka akibat gigitan tikus yang terinfeksi hantavirus
- Menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah kontak dengan benda yang terkontaminasi hantavirus



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1456377/original/099085900_1483451873-Siapakah-Sosok-Dokter-di-Balik-Pembacaan-Teks-Proklamasi_1_.jpg)
