Pihak PDAM Tirta Asasta sempat mengecek langsung saluran air di kediaman Irawati dan tidak menemukan kebocoran
DEPOK – Warga di Perumahan Pondok Sukmajaya Permai, Kecamatan Sukmajaya, Depok, mengeluhkan tagihan PDAM yang tiba-tiba membengkak.
Tagihan PDAM yang dikelola PT Tirta Asasta dikeluhkan karena tiba-tiba naik berkali-kali lipat. Warga Perumahan Pondok Sukmajaya Permai, Irawati Retnaningsih mengaku kaget dengan tagihan PDAM miliknya tersebut.
Normalnya, Irawati membayar tagihan bulanan PDAM sekitar Rp400 ribu hingga Rp500 ribuan saja, namun kini membengkak hingga menjadi Rp 2 juta.
Kenaikan bermula di tagihan bulan Agustus 2025, Tagihan PDAM miliknya mengalami kenaikan hingga 100 persen, dari yang biaaanya Rp 500 ribu menjadi Rp 1 juta.
“Kita sempet kaget, waduh jangan-jangan ada yang bocor kan gitu,” kata Irawati saat dihubungi wartawan.
Meski tagihan PDAM naik, Irawati tetap membayarnya sesuai tenggang waktu yang diberikan. Ia awalnya menduga PDAM ada kesalahan pencatatan dan berharap tagihan di bulan depan kembali normal.
Namun pada bulan September 2025 alih-alih kembali normal, tagihan PDAM milik Irawati justru semakin diluar nalar, yakni mencapai Rp2 juta.
Bahkan, pihak PDAM sempat mengecek langsung saluran air di kediaman Irawati dan tidak menemukan kebocoran.
“Sudah dicek tuh enggak ada kebocoran, karena memang enggak ada yang nyalain keran, mati gak muter (meteran PDAM) gitu loh, ya kali 4 kali lipat, gila kali itu ya,” tegasnya.
Melihat tagihan tarif PDAM yang terus naik, Irawati meminta pihak Tirta Asasta segera menanganinya.
Senada seperti Irawati, warga lainnya Sulistyawan juga merasakan tagihan tarif PDAM yang tiba-tiba melonjak tak masuk akal.
“Ya nggak rasional aja, pemakaian kita regular, biasa, nggak ada penggunaan yang berlebih,” kata Sulistyawan.
Biasanya, Sulistyawan membayar tagihan bulanan PDAM sekitar Rp300 ribu hingga Rp 350 ribu.
Namun, di bulan September 2025 ini, tagihan PDAM miliknya naik 100 persen, hingga mencapai Rp 928 ribu. Padahal, beberapa bulan aebelumnya PDAM sudah mengganti meteran miliknya agar berfungsi dengan baik.
Saat petugas PDAM melakukan pengecekan, mereka menjelaskan kenaikan tarif disebabkan karena adanya kebocoran.
PihaK.PDAM dalam penjelasan ke wartawan menyebutkan bahwa ada kebocoran internal di rumah Sulistyawan.
Namun hal tersebut diklarifikasi Sulistyawan, bahwa kebocoran di rumahnya sangat kecil dan berlangsung sudah bertahun-tahun.
” Bocornya itu kecil banget terlihat dari meteran yang memang berputar tapi pelan. Saya tahu itu bocor sudah bertahun-tahun dan dibiarkan karena kecil banget bocornya.1 bulan tidak sampai 1 kubik. Saya anggap itu sedekah air ke bumi, ” ujarnya.
Dan selama ini, meski ada bocor, tagihan di kisaran Rp 300 – 400 ribu / bulan. Bahkan kadang kadang di sekitar Rp 200 ribuan.
“Enggak mungkin kenaikan sampai 3 kali lipat, daei Rp 300 ribu menjadi Rp 900 ribu,,” ujarnya.
Irawati dan Sulistyawan berharap PDAM Tirta Asata untuk melakukan pembenahan. Jangan sampai pelanggan yang selama ini tertib membayar dirugikan lantaran terjadi kenaikam tagihan yang tak masuk akal.
Di rumah Irawati, tiba-tiba ada kenaikan pengunaan air sebesar 100 kubik. Dari biasanya pengunaan 75 kubik menjadi 175 kubik.
Hal serupa dialami Sulistyawan. Pengunaan air bulan sebelumnya 41 kubik, mendadak menjadk 87 kubik. ” Tidak mungkin ada pengunaan sampai 2 kali lipat karena pemakaian air seperti biasa,” tegas Sulistyawan.