Perayaan 20 Tahun Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea FIB UI Menghadirkan Seminar Nasional, Sesi Berbagi Alumni, dan Sinergi Lintas Sektor untuk Penguatan Hubungan Indonesia–Korea.
DEPOK – Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (FIB UI) merayakan hari jadinya yang ke-20 dengan menyelenggarakan rangkaian kegiatan akademik dan kebudayaan di Auditorium Gedung 1, FIB UI, Depok. Mengusung tema besar “함께한 20년, 함께할 미래” (20 Tahun Bersama, Masa Depan Bersama) atau “20 Years of Korean Studies in Indonesia: Reflection and Future Collaboration”, acara ini mempertemukan akademisi, mahasiswa, puluhan generasi alumni, serta mitra strategis nasional maupun internasional untuk berefleksi sekaligus menyusun langkah inovatif ke depan.
Sejak didirikan pada 16 Agustus 2006, program studi ini telah menjadi salah satu pelopor pendidikan dan pengembangan kajian bahasa, sastra, dan budaya Korea di Indonesia. Dalam pidato kuncinya, Dekan FIB UI, Bapak Dr. Untung Yuwono, S.S., menyampaikan apresiasi mendalam terhadap perkembangan pesat studi Korea di lingkungan kampus. Beliau menekankan bahwa perayaan ini merupakan perayaan atas sebuah perjalanan bersama yang melibatkan dosen, mahasiswa, alumni, dan mitra.
“Ketika prodi ini didirikan pada 2006, konteks hubungan bilateral Indonesia dan Korea sangat dipengaruhi oleh transformasi ekonomi dan industri Korea Selatan yang luar biasa. Dua puluh tahun kemudian, hari ini kita menyaksikan Korea Selatan telah bertransformasi menjadi kekuatan budaya global. Keputusan FIB UI dua dekade lalu untuk mengembangkan studi Korea terbukti sebagai investasi akademik jangka panjang yang sangat tepat. Kami tidak sekadar mengantisipasi Korean Wave, melainkan membangun kapasitas akademik yang kritis, akademis, dan kontekstual.”
Hubungan erat antara dunia akademis dan dunia usaha juga tercermin dalam sambutan hangat para mitra internasional. Bapak Lee Kang Hyun, President of Korean Chamber of Commerce and Industry in Indonesia (KOCHAM Indonesia), menyatakan bahwa kerja sama pendidikan dan industri sangat penting karena lulusan yang memiliki pemahaman mendalam tentang bahasa dan budaya Korea merupakan aset berharga bagi ratusan perusahaan Korea yang beroperasi di Indonesia. Sementara itu, Director of Korea Foundation Jakarta Office, Bapak Lee Sang Hoon, menggarisbawahi peran alumni dan mahasiswa sebagai jembatan hidup (living bridges) yang mempererat rasa saling pengertian dan persahabatan antarmasyarakat kedua negara.
Ketua Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea FIB UI, Ibu Euis Sulastri, S.Hum., M.A., Ph.D., merefleksikan bagaimana prodi ini dirintis dengan keterbatasan pengajar lokal hingga akhirnya berkembang pesat seperti sekarang. Beliau memaparkan bahwa prodi saat ini telah diperkuat by 9 dosen tetap, dengan 8 di antaranya telah bergelar doktor, serta didukung oleh 4 dosen kontrak (PKWT). Kemajuan kelembagaan ini menjadi modal utama prodi untuk bertumbuh semakin solid, unggul, dan relevan dengan dinamika global.
Menghadirkan Perspektif Baru: Seminar Akademik Nasional
Perayaan dua dekade ini tidak hanya diisi dengan seremoni pemotongan tumpeng, tetapi juga diisi dengan Seminar Akademik yang menghadirkan pembicara dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia. Seminar dibagi menjadi dua sesi utama:
Sesi 1 (Linguistik, Pengajaran, dan Penerjemahan): Menghadirkan Achmad Rio Dessiar, Ph.D. (UGM) yang membahas perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam teknologi penerjemahan; Fitri Meutia, Ph.D. (UNAS) yang mengenalkan model integrasi AI (seperti ChatGPT dan Gemini) pada pembelajaran bahasa Korea menengah; serta Risa Triarisanti, S.Pd., M.Pd. (UPI) yang membagikan capaian dan kolaborasi kelembagaan selama sebelas tahun pendidikan bahasa Korea di UPI. Sesi ini dimoderatori oleh Dr. Fadhila Hasby, M.A.
Sesi 2 (Kajian Studi Korea): Menampilkan Getar Hati, Ph.D. (FISIP UI) yang membagikan pengalamannya dalam membangun platform Korea-Indonesia Connection (KIC); Dian Novikrisna, S.Sos., M.I.S. (BINUS University) yang mengulas posisi diplomatik Korea Selatan sebagai kekuatan menengah (middle power); serta Euis Sulastri, Ph.D. (UI) yang memaparkan langkah strategis pengembangan jejaring kemitraan akademik nasional dan internasional. Sesi ini dimoderatori oleh Dr. Rostineu, M.A.
Inspirasi dari Alumni: Menjembatani Kampus dan Dunia Kerja
Sesi siang diisi dengan Talkshow Alumni bertema “Jejak Lulusan Studi Korea: Dari Kampus ke Dunia Profesional” yang dimoderatori oleh Eva Latifah, Ph.D. Sesi interaktif ini menghadirkan tiga alumni sukses dari latar belakang industri yang berbeda, yaitu Silvi Fitri Ayu (Angkatan 2006, Tenaga Ahli Komisi II DPR RI & Analis Kebijakan Badan Supervisi Lembaga Penjamin Simpanan), Tania Triputri (Angkatan 2009, Pendiri dan Direktur TNT Translation), serta Vania Istamitra (Angkatan 2019, Head of Business Support di VIUUM Eyewear). Para alumni berbagi kisah perjalanan karier, tantangan profesional, serta bagaimana pemahaman bahasa dan budaya yang mereka dapatkan di FIB UI terbukti membuka peluang luar biasa di berbagai sektor strategis.
Dengan terselenggaranya perayaan 20 tahun ini, Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea FIB UI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pusat pengembangan studi Korea terkemuka di Indonesia, menguatkan jejaring alumni lintas 20 angkatan, serta membuka seluas-luasnya kolaborasi inovatif baru demi kemajuan bangsa dan eratnya kemitraan strategis antara Indonesia dan Korea Selatan. [Red]



