Dirut PT PAL Ajak Ormas Islam Bangun Kekuatan Industri Kebangsaan

oleh
oleh
Dirut PT PAL Ajak Ormas Islam Bangun Kekuatan Industri Kebangsaan

JAKARTA – Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero), Dr. Kaharuddin Djenod, M.Eng., IPU., mengajak organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dan para pengusaha muslim untuk terlibat aktif dalam membangun kekuatan industri nasional. Hal tersebut disampaikannya dalam paparan Ceramah Kebangsaan pada gelaran Muktamar V Wahdah Islamiyah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (23/8/2026).

Dalam forum tersebut, Kaharuddin menekankan bahwa membangun peradaban maritim adalah bagian dari sunnatullah yang dicontohkan dalam Al-Qur’an melalui kisah pembuatan Bahtera Nabi Nuh alaihissalam serta perintah persiapan kekuatan (i’dad) sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Anfal.

“Kisah Nabi Nuh alaihissalam mengajarkan kita bahwa membangun peradaban memerlukan keyakinan dan kerja keras mendirikan kekuatan maritim. Begitu pula perintah Surah Al-Anfal untuk mempersiapkan kekuatan terbaik. Persiapan ini bukan hanya amanat bagi militer, melainkan bagi seluruh elemen bangsa untuk membentengi kedaulatan dan perekonomian kita,” ujar Kaharuddin di hadapan ribuan peserta Muktamar V Wahdah Islamiyah.

Kaharuddin menilai, ormas Islam di Indonesia saat ini sudah sangat kuat di pilar pendidikan dan sosial. Namun, untuk membawa Indonesia bangkit menjadi bangsa yang disegani, gerakan keumatan harus mulai merambah ke pilar ekonomi berbasis manufaktur dan industri strategis.

PT PAL berkomitmen memberi ruang prioritas bagi pengusaha nasional, kelompok UMKM, dan rantai pasok berbasis keumatan untuk ikut menggarap potensi pasar industri maritim yang diproyeksikan mencapai Rp1.200 triliun dalam 10 tahun ke depan.

“Jamaah atau ormas adalah miniatur negara. Jika kita ingin kuat, kebutuhan dasar industri tidak boleh sepenuhnya diserahkan kepada pihak luar atau kelompok tertentu saja. Kami siap memberikan pendampingan teknologi dan sertifikasi agar pengusaha-pengusaha muslim mampu menggarap proyek-proyek komponen industri maritim,” jelasnya.

Guna mewujudkan kedaulatan maritim secara merata, PT PAL merancang peta jalan perluasan ekosistem industri, salah satunya dengan mendorong pembangunan jaringan galangan kapal baru di wilayah strategis, seperti Makassar, Kalimantan, Sumatera, hingga kawasan Indonesia Timur.

Tak hanya fokus pada alutsista pertahanan, PT PAL juga menangkap peluang inovasi kebutuhan maritim sipil dan keagamaan, termasuk gagasan pembuatan Kapal Cruise Haji Mewah. Inovasi ini dirancang agar Indonesia mampu melayani kebutuhan perjalanan ibadah warganya secara mandiri sekaligus menjadi pemain utama di sektor perjalanan bahari dunia.

“Indonesia bukan lagi sekadar pengikut (follower). Kita memiliki potensi, SDM unggul, dan wilayah maritim terbesar. Jika pilar industri ini berhasil kita konsolidasikan bersama seluruh elemen keumatan, Indonesia akan bangkit menjadi negara berdikari yang membawa keberkahan,” pungkas Kaharuddin. []