Pemanggilan tersebut terkait izin yang diberikan kepada aparatur sipil negara (ASN) untuk mudik dengan menggunakan mobil dinas
DEPOKPOS – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan telah menjadwalkan pemanggilan Wali Kota Depok, Supian Suri.
Pemanggilan tersebut terkait izin yang diberikan kepada aparatur sipil negara (ASN) untuk mudik dengan menggunakan mobil dinas.
“Tanggal 8 akan kita undang bupati walikota, termasuk wakil walikota Depok,” kata Dedi Mulyadi kepada wartawan usai halal bihalal di rumah dinas Ketua MPR RI, Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (2/4).
Dalam pertemuan itu, Dedi mengaku akan menekankan agar kejadian yang terjadi di Depok, Jawa Barat tidak terulang kembali.
Teguran kepada Wali Kota Depok sudah dilakukan atas izin penggunaan mobil dinas oleh ASN untuk mudik. Dia mengakui wali kota yang baru menjabat itu masih membutuhkan banyak latihan agar tetap taat terhadap seluruh aturan.
“Termasuk nanti ada hal-hal yang akan menjadi titik tekan kita agar peristiwa serupa tidak terulang lagi,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, , Wali Kota Depok Supian Suri telah mengizinkan penggunaan mobil dinas (Mobdin) untuk mudik dengan alasan faktor keamanan kendaraan.
Ketika ditinggal mudik, mobil dinas yang ditinggal di rumah menjadi pertimbangan sehingga faktor keamanan unit menjadi salah satu pertimbangan diperbolehkannya untuk digunakan mudik.
“Artinya kalau terjadi hal yang tidak diinginkan, hilang, ya itu menjadi tanggung jawab mereka, sehingga harus mengembalikan kerugian negara kalau memang itu terjadi,” kata Supian, Minggu (30/3).
Supian juga menegaskan, ASN yang diberikan kendaraan dinas harus bertanggung jawab untuk menjaganya. Sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau bahkan hilang, maka menjadi tanggung jawab mereka dan harus mengembalikan kerugian negara.
“Prinsipnya mau bawa pulang kampung atau tidak dibawa kemana-mana ya pertanggungjawaban terhadap mobil dinas melekat terhadap yang diamanahkan,” tegasnya.
Selain itu, Supian ingin memberikan apresiasi pada ASN yang telah mengabdi. Sehingga mereka yang hendak mudik bisa terbantu karena tidak semua ASN memiliki kendaraan pribadi untuk bisa mudik.
“Yang kedua juga diharapkan akan bisa memudahkan mereka kembali ke Depok, sehingga tidak terhambat masalah transportasi. Ya yang ketiga kami tetap meminta bertanggung jawab terhadap kendaraan dinasnya,” ujar dia.