Akad Murabahah dalam Islam: Solusi Pembiayaan Syariah

DEPOKPOS – Apa itu Akad Murabahah? Secara etimologi murabahah berasal dari kata kerja rabiha-yarbahu yang bermakna untung (Abdul Qadir ar Raazi, 1995: 97) Sedangkan secara terminologi fiqh, murabahah adalah bentuk jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan barang dan keuntungan margin yang ditentukan (Abdurrahman al Jaziry, 1999: 250). Murabahah adalah bentuk jual beli yang secara khusus masuk dalam bagian macam jual beli atau ba’i. dimana jual beli atau ba’I adalah proses transaksi (ijab dan qabul) atas perpindahan harta dengan harta yang sesuai dengan syariah.

Lalu bagaimana dengan pembiayaan syariah melalui akad murabahah? Teori dan Praktik (2015) menyebutkan bahwa pembiayan murabahah berdasarkan prinsip jual beli antara bank dan nasabah. Di mana bank membeli barang yang diperlukan nasabah dan menjualnya kepada nasabah yang bersangkutan sebesar harga perolehan beserta keuntungan yang telah disepakati bersama.

Prinsip murabahah ini dapat diterapkan melalui jual beli barang secara cicilan dengan metode penambahan margin keuntungan bagi bank. Nilai keuntungan yang didapat suatu bank itu bergantung pada margin laba. Jadi, pembiayaan akad murabahah itu dijalankan dengan basis ribhun (laba) melalui jual beli secara cicilan ataupun tunai. Akad murabahah ini dapat memberikan kemudahan bagi perbankan syariah dalam proses perizinan dan juga pengawasan produk, dapat memudahkan pelaksanaan serta pengembangan produk dan memberikan kepastian transparansi produk terkait harga modal dan margin keuntungan yang jelas dan jujur kepada para pembeli.

Pada intinya, akad murabahah itu suatu transaksi jual beli barang dimana harga asal dan keuntungannya itu telah diketahui dan disepakati oleh kedua belah pihak baik penjual maupun pembeli. Sedangkan dalam perbankan syariah, akad murabahah itu seperti kontrak yang sering digunakan untuk pembelian produk oleh bank sesuai permintaan nasabah dan kemudian akan dijual kepada nasabah sesuai dengan harga beli dan keuntungan yang telah disepakati juga.

Lalu apa syarat dan ketentuan dalam Akad Murabahah?

Syarat dan Ketentuan Akad Murabahah

Dalam jurnal mengenai akad murabahah dalam islam disebutkan bahwa ada beberapa syarat dan ketentuan dalam pelaksanaan akad murabahah ini yakni:

a. Transaksi merupakan keinginan sendiri
b. Bank dan nasabah melakukan akad murabahah yang bebas riba
c. Bank menyampaikan semua detail yang berkaitan dengan pembelian, seperti pembeliannya dilakukan secara cicilan
d. Bank harus menjelaskan secara jujur harga jual serta keuntungan yang didapat tanpa melebih-lebihkannya
e. Nasabah membayar harga yang telah disepakati pada jangka waktu tertentu
f. Untuk meminimalisir penyalahgunaan akad, pihak bank dapat mengadakan perjanjian bersama nasabah
g. Adanya ijab dan kabul

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai akad murabahah dalam islam dimana akad ini sah dalam islam dan bisa kita terapkan dalam transaksi jual beli yang kita lakukan. Apakah tertarik untuk menerapkan transaksi murabahah ini?

Oleh Tiara Wandasari Mahasiswi STEI SEBI

Pos terkait