<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Viral &#8211; FWJI News</title>
	<atom:link href="https://fwjinews.com/tag/viral/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<description>Forum Wartawan Jaya Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 May 2025 07:53:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://fwjinews.com/go/wp-content/uploads/2025/08/cropped-fwji-32x32.png</url>
	<title>Viral &#8211; FWJI News</title>
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Viral Pelecehan Oknum Guru Kepada 7 Siswi di Depok</title>
		<link>https://fwjinews.com/viral-pelecehan-oknum-guru-kepada-7-siswi-di-depok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2025 07:53:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=86917</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Warga Depok kembali dihebohkan kasus pelecehan seksual di lingkungan pendidikan. Setidaknya 7 siswi&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Warga Depok kembali dihebohkan kasus pelecehan seksual di lingkungan pendidikan. Setidaknya 7 siswi SMPN 3 Depok di wilayah Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh salah seorang oknum guru.</p>
<p>Kasus ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun instagram <strong>@sarahprasiskaa</strong> yang viral sejak Rabu (21/5/2025), yang menampilkan narasi korban serta bukti rekaman percakapan bernada seksual yang diduga dilakukan oleh seorang oknum guru terhadap siswi yang diajar di kelasnya.</p>
<p>Postingan tersebut juga menarik perhatian Wali Kota Depok Supian Suri yang turut memberikan komentarnya.</p>
<p>&#8220;Sudah ditindaklajuti oleh @dp3ap2kb_depok,&#8221; tulis Supian Suri dalam komentarnya.</p>
<blockquote class="instagram-media" style="background: #FFF; border: 0; border-radius: 3px; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0; width: calc(100% - 2px);" data-instgrm-captioned="" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/DJ66x97JxXR/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14">
<div style="padding: 16px;">
<p>&nbsp;</p>
<div style="display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display: block; height: 50px; margin: 0 auto 12px; width: 50px;"></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style="color: #3897f0; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;">Lihat postingan ini di Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style="width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg);"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style="width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style="width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;"><a style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none;" href="https://www.instagram.com/p/DJ66x97JxXR/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" target="_blank" rel="noopener">Sebuah kiriman dibagikan oleh Sarah Prasiska Putri (@sarahprasiskaa)</a></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Akun tersebut diketahui milik Pelatih Ekstrakurikuler Sekolah (Ekskul), Sarah, yang juga saksi mata kejadian, menyebut jumlah korban pelecehan seksual mencapai tujuh siswi.</p>
<p>Para siswi korban pelecehan seksual tersebut diduga dilecehkan oleh oknum guru baik secara fisik maupun verbal.</p>
<p>“Jadi kejadian ada yang dari 2019, itu yang saya tahu.Dan itu beda-beda untuk timeline waktunya, ada dari 2024, terus juga ada juga yang 2025,” ” kata Sarah saat ditemui wartawan, Kamis (22/5/2025).</p>
<p>Korban pelecehan seksual sendiri mengaku dilecehkan secara verbal oleh oknum guru dengan obrolan dewasa. Bahkan, korban didampingi orang tuanya telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak sekolah.</p>
<p>Selain pelecehan dalam bentuk verbal, para siswi juga diduga dilecehkan secara fisik. Oknum guru terduga pelaku meremas bokong korban hingga membantu merapikan dasinya dengan maksud menyentuh bagian payudara.</p>
<p>“Macam-macam ada yang berupa maaf ya kayak memeras bokong korban itu, terus ada juga yang seakan-akan ingin membantu merapikan dasi padahal gerakan tangannya seakan-akan ingin menyentuh payudara korban,” ungkapnya.</p>
<p>Dari tujuh korban yang melapor, mereka merupakan kelas 7, 8, dan ada juga yang sudah lulus.</p>
<p>Sementara Pemerintah Kota Depok melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok, Nessi Annisa Handari, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat untuk menelusuri kebenaran dari kasus yang membuat masyarakat geram tersebut.</p>
<p>“Semalam kami sudah menerima informasi awal, dan pagi ini tim kami langsung terjun ke sekolah untuk mengklarifikasi dan bertemu dengan pihak terkait,” ujar Nessi kepada wartawan, Kamis (22/5/2025).</p>
<p>Meski mengakui bahwa informasi yang dihimpun dari pihak sekolah masih terbatas, Nessi memastikan bahwa Pemkot Depok akan menyelidiki kasus ini secara mendalam dan tuntas. Menurutnya, perlindungan terhadap anak-anak khususnya di lingkungan pendidikan adalah prioritas utama.</p>
<p>“Jika benar ada tindakan pelecehan seksual seperti yang disebutkan dalam unggahan viral tersebut, kami siap memberikan pendampingan menyeluruh kepada korban, baik dari sisi psikologis maupun hukum,” tegasnya.</p>
<p>DP3AP2KB juga akan menggali langsung kesaksian para siswa yang disebut-sebut sebagai korban dalam rekaman yang beredar. Langkah cepat ini, kata Nessi, menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk menciptakan ruang aman bagi anak-anak di sekolah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.depokpos.com/go/wp-content/uploads/2025/05/smp3-kasus.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Viral Pengurus RT Minta Sumbangan 500 Ribu per KK di Pengasinan</title>
		<link>https://fwjinews.com/viral-pengurus-rt-minta-sumbangan-500-ribu-per-kk-di-pengasinan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2025 08:18:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=86334</guid>

					<description><![CDATA[Tak tanggung-tanggung, surat tersebut meminta partisipasi sumbangan warga sebesar Rp 500.000 per kartu keluarga]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Tak tanggung-tanggung, surat tersebut meminta partisipasi sumbangan warga sebesar Rp 500.000 per kartu keluarga </em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya surat permohonan santunan di wilayah Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat.</p>
<p>Tak tanggung-tanggung, surat tersebut meminta partisipasi sumbangan warga sebesar Rp 500.000 per kartu keluarga dengan alasan untuk kegiatan santunan yatim dan dhuafa pada 10 Muharram 1447 hijriah atau dikenal dengan Lebaran Yatim.</p>
<p>Tampak jelas dalam surat tersebut memakai kop Pengurus Lingkungan RT 002 RW 007 Kampung Kebon Kopi, Kelurahan Pengasinan, dikeluarkan pada 25 April 2025.</p>
<p>Warga yang menerima surat permohonan santunan tersebut merasa keberatan, bahkan mengeluarkannya melalui media sosial (medsos).</p>
<p>“Halo gaiss, jadi mimin sempet dapet ini dari petugas setempat yang bilang harus bayar dengan harga yang tertera di surat dan wajib bayar,” tulis seorang warga, dikutip dari @Depok24Jam, Senin (5/5/2025).</p>
<h3>LPM Pengasinan Benarkan Adanya Surat Tersebut</h3>
<p>Sementara itu, LPM Kelurahan Pengasinan, Marzuki, membenarkan adanya surat tersebut.</p>
<p>Namun, Marzuki menjelaskan, sumbangan yang diedarkan ke warga tidak bersifat wajib.</p>
<p>Pengurus lingkungan setempat meminta partisipasi kepada warga yang memang bersedia, namun jika tidak memberi tak apa.</p>
<p>“Terkait sumbangan ini, ini sudah tradisi Kelurahan Pengasinan kan begitu. Jadi walaupun disitu sudah dituangkan angka Rp 500ribu, mereka nggak mau ngasih juga nggak apa apa, orang namanya beribadah kan,” kata Marzuki kepada wartawan.</p>
<p>“Jadi memang kita nih sudah jadi tradisi, setiap lebaran yatim itu kita santunan yatim piatu dan kaum dhuafa se-Kelurahan Pengasinan, kan begitu. Bahkan yang ngasih lebih daripada itu juga banyak. Yang enggak ngasih juga ada,” sambungnya.</p>
<p>“Jadi memang kita nih sudah jadi tradisi, setiap lebaran yatim itu kita santunan yatim piatu dan kaum dhuafa se-Kelurahan Pengasinan, kan begitu. Bahkan yang ngasih lebih daripada itu juga banyak. Yang enggak ngasih juga ada,” sambungnya.</p>
<p>Menurut Marzuki, kegiatan santunan ini adalah bagian dari tradisi yang telah lama dijalankan warga di Pengasinan.</p>
<p>Tradisi ini sudah berlangsung selama puluhan tahun dan warga setempat saat ini meneruskan tradisi tersebut.</p>
<p>“Dari kakek saya masih hidup sampai sekarang saya generasi keempat masih berjalan. Iya, semacam tradisi lah,” ujarnya.</p>
<p>Marzuki menilai, warga yang keberatan memberikan santunan kegiatan Lebaran Yatim dimungkinkan para pendatang.</p>
<p>“Kalau yang biasanya itu pendatang yang enggak tahu permasalahan. Mereka mungkin merasa keberatan dengan uang sumbangan Rp 500ribu itu kan begitu,” ungkapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://asset-2.tstatic.net/depok/foto/bank/images/Surat-permohonan-santunan-untuk-kegiatan-Lebaran-Yatim.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Kapolres Langkat Turun Tangan Usai Viral Pengusaha Es Kristal Terpaksa Tutup Pabrik Setelah Diintimidasi Ormas</title>
		<link>https://fwjinews.com/kapolres-langkat-turun-tangan-usai-viral-pengusaha-es-kristal-terpaksa-tutup-pabrik-setelah-diintimidasi-ormas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2025 01:07:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ormas]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=85770</guid>

					<description><![CDATA[Tampak dalam video itu juga, operasional pabrik es berhenti. Tak ada lagi aktivitas bongkar muat&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Tampak dalam video itu juga, operasional pabrik es berhenti. Tak ada lagi aktivitas bongkar muat ke mobil pengangkut es</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://fwjinews.com/"><b>FWJI NEWS </b></a>&#8211; Beredar video memperlihatkan pengusaha es kristal menutup pabriknya usai diintimidasi ormas di Kab. Langkat, Sumatera Utara. Pekerja pabrik es itu juga terpaksa diberhentikan karena kondisi sulit yang mereka hadapi.</p>
<p>Tampak dalam video itu juga, operasional pabrik es berhenti. Tak ada lagi aktivitas bongkar muat ke mobil pengangkut es.</p>
<p>“Mohon izin Pak Presiden, Pak Panglima, Pak Kapolri, Pak Pangdam Bukit Barisan, Bapak Kapolda Sumut, Pak Kapolres Langkat, kami pengusaha UD Aguaris bidang usaha pembuatan es kristal kami sudah tertekan dengan mengaku adanya dari ormas, kami punya usaha ditutup, mesin operasi dimatikan. Tolonglah kami bapak,” kata pemilik usaha yang merekam video kondisi pabriknya.</p>
<p>Terkait hal ini, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, mengatakan pihaknya telah mendatangi pabrik es itu. Mereka menjamin pabrik itu tetap beroperasi.</p>
<p>“Video itu benar terjadi di wilayah hukum saya (Polres Langkat), tapi sudah langsung saya tindak lanjuti, sore atau malam ini sudah beroperasi kembali untuk pabrik,” kata David saat dikonfirmasi, Jumat (18/4).</p>
<blockquote class="instagram-media" style="background: #FFF; border: 0; border-radius: 3px; margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0; width: calc(100% - 2px);" data-instgrm-captioned="" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/reel/DIlle6lCrqH/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14">
<div style="padding: 16px;">
<p>&nbsp;</p>
<div style="flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="height: 50px; margin: 0 auto 12px; width: 50px;"></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style="color: #3897f0; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;">Lihat postingan ini di Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px;"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style="width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent;"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style="width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px;"></div>
<div style="width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent;"></div>
</div>
</div>
<div style="flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center;"><a style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none;" href="https://www.instagram.com/reel/DIlle6lCrqH/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" target="_blank" rel="noopener">Sebuah kiriman dibagikan oleh Humas Polres Langkat (@humaspolreslangkat)</a></p>
</div>
</blockquote>
<p>David bilang, insiden itu terjadi pada Kamis (17/4) malam.</p>
<p>“Sore atau malam ini sudah beroperasi kembali untuk pabrik,” sambungnya</p>
<p>David menuturkan pihaknya akan berjaga di sekitaran lokasi untuk memastikan kondisi aman.</p>
<p>“Kita sudah melakukan upaya upaya dan sampai dengan upaya yang sifatnya tegas, kami akan memberikan jaminan keamanan kepada seluruh pelaku usaha yang ada di Langkat,” pungkasnya.</p>
<p>Sebelumnya, beredar video itu direkam oleh seorang wanita diduga pemilik usaha tersebut. Saat itu, perekam menunjukkan kondisi pabrik es tersebut.</p>
<p>Perekam menjelaskan bahwa pabrik mereka dihentikan secara paksa oleh ormas SPSI dan Pemuda Pancasila. Perekam mengaku bahwa mereka juga diintimidasi dan mesin pabrik mereka dimatikan secara paksa.</p>
<p>Wanita itu pun meminta bantuan pemerintah dan pihak kepolisian atas kejadian itu. Pengunggah mengatakan peristiwa itu terjadi di UD Aguaris Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat.</p>
<p>&#8220;Kami pengusaha UD Aguaris bidang usaha pembuatan es kristal, kami sudah tertekan dengan adanya mengaku dari ormas SPSI dan Pemuda Pancasila, kami punya usaha ditutup, tidak bisa beroperasi, mesin dimatikan. Kami sudah terintimidasi, karyawan kami diberhentikan, tidak boleh bekerja. Tolonglah kami Pak Presiden, kami sudah di timitasid, kami ada bayar pajak, usaha izinnya lengkap, mohon dibantu pak agar pabrik kami bisa beroperasional lagi,&#8221; ujar perekam tersebut.</p>
<blockquote class="instagram-media" style="background: #FFF; border: 0; border-radius: 3px; margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0; width: calc(100% - 2px);" data-instgrm-captioned="" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/reel/DIk75HUJreF/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14">
<div style="padding: 16px;">
<p>&nbsp;</p>
<div style="flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="height: 50px; margin: 0 auto 12px; width: 50px;"></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style="color: #3897f0; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;">Lihat postingan ini di Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px;"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style="width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent;"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style="width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px;"></div>
<div style="width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent;"></div>
</div>
</div>
<div style="flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center;"><a style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none;" href="https://www.instagram.com/reel/DIk75HUJreF/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" target="_blank" rel="noopener">Sebuah kiriman dibagikan oleh Buletin Medan (@buletinmedan)</a></p>
</div>
</blockquote>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2025/04/18/tangkapan-layar-video-saat-perekam-menunjukkan-kondisi-pabrik-es-kristal-1744985156868_169.jpeg?w=600&#038;q=90" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Viral Sapi Lepas di Depok Masuk Minimarket, Ikut &#8220;Ngantri&#8221; ATM</title>
		<link>https://fwjinews.com/viral-sapi-lepas-di-depok-masuk-minimarket-ikut-ngantri-atm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2025 07:56:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=85721</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Warga Kelapa Dua, Kota Depok, dibuat heboh oleh seekor sapi yang terlepas hingga&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Warga Kelapa Dua, Kota Depok, dibuat heboh oleh seekor sapi yang terlepas hingga kemudian masuk ke dalam sebuah minimarket.</p>
<p>Aksi tak terduga ini bukan hanya mencuri perhatian warga sekitar, tapi juga terekam dalam video amatir dan langsung viral di media sosial.</p>
<p>Dalam video yang beredar, terlihat sapi tersebut berdiri santai di sudut ruangan depan mesin ATM seolah ikut mengantri.</p>
<p>Peristiwa ini juga dilaporkan oleh Satlantas Polres Metro Depok melalui akun resmi Instagram mereka, @lantasrestrodepok.</p>
<p>Menurut informasi dari Satlantas, sapi tersebut diketahui milik peternakan sapi di kawasan tersebut.</p>
<p>&#8220;Seekor sapi milik toko sapi di Kelapa Dua, Depok dilaporkan kabur. Anggota Turjawali Satlantas Polres Metro Depok dengan sigap turun tangan untuk membantu proses penangkapan sapi sekaligus melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan dan menjaga keselamatan pengguna jalan,&#8221; tulis akun Instagram Satlantas Polres Metro Depok.</p>
<blockquote class="instagram-media" style="background: #FFF; border: 0; border-radius: 3px; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0; width: calc(100% - 2px);" data-instgrm-captioned="" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/DIgXb7-yPdq/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14">
<div style="padding: 16px;">
<p>&nbsp;</p>
<div style="display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display: block; height: 50px; margin: 0 auto 12px; width: 50px;"></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style="color: #3897f0; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;">Lihat postingan ini di Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style="width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg);"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style="width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style="width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;"><a style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none;" href="https://www.instagram.com/p/DIgXb7-yPdq/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" target="_blank" rel="noopener">Sebuah kiriman dibagikan oleh Lantas Restro Depok (@lantasrestrodepok)</a></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Wahyu (50), warga sekaligus saksi mata yang melihat kejadian tersebut, menyebutkan bahwa sapi masuk sendiri saat pintu terbuka karena ada pengunjung keluar.</p>
<p>“Pas orang keluar pintunya kebuka, ya langsung masuk aja. Di dalam minimarket juga pas lagi sepi, jadi gak terlalu ramai,” ujar Wahyu, Kamis (17/4/2025).</p>
<p>Meski membuat panik, sapi tersebut tidak membuat kerusakan berarti, hanya ada sedikit barang yang jatuh.</p>
<p>“Cuma agak kotor doang kayaknya, gak ngacak-ngacak juga. Sapi-nya juga anteng, kayak ngerti,” tambah Wahyu.</p>
<p>Penjaga peternakan, Rizky (30) menuturkan, proses evakuasi sapi berlangsung selama lebih dari dua jam, dimulai sejak jam 3 sore hingga menjelang maghrib.</p>
<p>&#8220;Kemarin kan sapi mau turun dari mobil karena baru datang. Nah mungkin karena takut sama orang begitu, langsung loncat. Begitu loncat langsung kabur ke belakang sana tembus ke pemukiman,&#8221; ucap Rizky.</p>
<p>Menurut Rizky, proses penurunan sapi dari kendaraan sudah dimulai sejak siang.</p>
<p>Namun, karena sapi loncat dan kabur, pencarian pun dilakukan oleh anak kandang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://cloud.jpnn.com/photo/jatim/news/normal/2025/04/17/potret-sapi-lepas-dan-masuk-minimarket-foto-tangkapan-layar-3dnb.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>DPR Desak Polisi Tangkap Preman Berkedok Ormas yang Minta THR</title>
		<link>https://fwjinews.com/dpr-desak-polisi-tangkap-preman-berkedok-ormas-yang-minta-thr/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2025 08:42:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ormas]]></category>
		<category><![CDATA[THR]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=84718</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah mendesak pihak kepolisian menangkap preman berkedok organisasi&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah mendesak pihak kepolisian menangkap preman berkedok organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang meminta tunjangan hari raya (THR) secara paksa. Menurutnya, aparat bisa membuka posko pengaduan terkait aksi premanisme itu.</p>
<p>Abdullah mengungkapkan, keberadaan preman berkedok ormas itu sudah lama dikeluhkan masyarakat, instansi pemerintah, pengusaha, dan pihak-pihak yang selama ini menjadi korban pemalakan. Selain itu, kata dia, preman berkedok ormas itu juga sering menebar teror.</p>
<p>&#8220;Preman berkedok ormas itu selalu berulah dan memalak masyarakat. Mereka merasa menjadi penguasa wilayah, sehingga bisa seenaknya memalak,&#8221; ujar Abdullah, Sabtu, 22 Maret.</p>
<p>Abdullah memandang, aksi premanisme berkedok ormas ini semakin mencolok menjelang hari raya. Mereka keliling ke beberapa lokasi untuk meminta THR. Mereka juga datang ke lembaga pendidikan, instansi pemerintah, pabrik-pabrik, toko, dan tempat-tempat yang bisa dipalak.</p>
<p>Tahun ini, aksi mereka ramai menjadi sorotan, karena terekam kamera, kemudian viral di media sosial. Semua masyarakat pun mengecam aksi premanisme berkedok ormas yang sangat meresahkan.</p>
<p>Aksi pemalakan preman itu tidak hanya terjadi di satu daerah, tapi terjadi di beberapa lokasi. Bahkan, para preman itu kerap melakukan kekerasan kepada korbannya, jika permintaan mereka tidak dikabulkan.</p>
<p>&#8220;Mereka membawa senjata tajam dan melakukan kekerasan terhadap korban. Jelas itu bentuk premanisme yang tidak boleh dibiarkan,&#8221; kata Abdullah</p>
<p>Oleh karena itu, legislator PKB dari Dapil Jawa Tengah VI itu mendesak pihak kepolisian untuk menertibkan dan menangkap para preman yang mengaku sebagai ormas.</p>
<p>&#8220;Mereka sudah melakukan tindak pidana dengan melakukan pemerasan dan kekerasan,&#8221; katanya.</p>
<p>Disisi lain, Abdullah mengapresiasi pihak kepolisian yang telah menangkap preman yang menebar teror. Menurutnya, polisi harus bergerak cepat jika ada preman yang memeras dengan dalih meminta THR.</p>
<p>&#8220;Polisi bisa membuat posko pengaduan bagi masyarakat yang menjadi korban preman berkedok ormas. Masyarakat harus berani lapor ke polisi,&#8221; pungkas Abdullah.</p>
<p>Sebelumnya, preman berkedok ormas itu melakukan pemalakan dan menebar teror di beberapa daerah. Di antaranya, preman yang meminta THR ke pabrik di Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Setelah videonya viral, pelaku pun ditangkap polisi.</p>
<p>Kemudian ada pula ormas Laskar Merah Putih yang merusak kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Selain itu, ada juga anggota LSM Gerhana yang menganiaya satpam sekolah karena tidak diberi THR, dan kejadian lain yang ramai di media sosial.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://static.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/750x500/webp/photo/p1/844/2025/03/21/ormas-Bekasi-1541069863.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
