<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Universitas Pertamina &#8211; FWJI News</title>
	<atom:link href="https://fwjinews.com/tag/universitas-pertamina/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<description>Forum Wartawan Jaya Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 May 2025 05:50:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://fwjinews.com/go/wp-content/uploads/2025/08/cropped-fwji-32x32.png</url>
	<title>Universitas Pertamina &#8211; FWJI News</title>
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menaker Peringati Hari Buruh Internasional di Kampus UPER</title>
		<link>https://fwjinews.com/menaker-peringati-hari-buruh-internasional-di-kampus-uper/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2025 05:50:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Buruh]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenaker]]></category>
		<category><![CDATA[Menaker]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=86372</guid>

					<description><![CDATA[FWJI NEWS &#8211; “Kolaborasi adalah kunci. Kita harus duduk bersama, mencari solusi bukan hanya untuk&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://fwjinews.com/"><b>FWJI NEWS </b></a>&#8211; “Kolaborasi adalah kunci. Kita harus duduk bersama, mencari solusi bukan hanya untuk kesejahteraan buruh, tapi juga untuk meningkatkan keterampilan mereka agar siap bersaing di pasar kerja global,” tegas Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli dalam sambutannya di peringatan Hari Buruh Internasional di Universitas Pertamina, Rabu (1/5/2025).</p>
<p>Dengan mengusung tema “May Day is a Kolaborasi Day”, gelaran Hari Buruh tahun ini menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang lebih tangguh menghadapi disrupsi teknologi dan tuntutan industri hijau. Menurut Yassierli, perubahan global yang cepat menuntut reformasi serius dalam strategi ketenagakerjaan nasional.</p>
<p>“Pasar kerja kita sedang bertransformasi besar-besaran. Saat ini, pekerja informal justru mendominasi, sedangkan banyak pekerja formal masih belum memiliki kesiapan untuk menjawab tantangan baru. Ketimpangan ini harus segera diatasi melalui pendekatan kolaboratif,” tambahnya.</p>
<p>Peringatan May Day 2025 digelar di tujuh titik strategis di Jakarta, yakni Bundaran Hotel Indonesia, Monas, Lapangan Banteng, Jalan Sarinah, Tugu Tani, Kompleks DPR/MPR RI, dan Universitas Pertamina. Ribuan buruh, mahasiswa, dan masyarakat sipil hadir dalam aksi damai, panggung edukatif, dan diskusi publik yang mengangkat isu-isu krusial seputar kesejahteraan pekerja dan transformasi tenaga kerja.</p>
<p>Masalah rendahnya tingkat pendidikan tenaga kerja Indonesia menjadi sorotan penting dalam diskusi tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, sekitar 34 persen pekerja formal hanya menyelesaikan pendidikan setingkat SMP. Sementara itu, hanya 20 persen dari mereka yang pernah mengenyam pendidikan tinggi. Situasi ini mengindikasikan perlunya akselerasi peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM secara menyeluruh.</p>
<p>Menteri Yassierli menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. “Kita perlu keterlibatan sektor swasta dan lembaga pendidikan tinggi. Pendidikan vokasi, pelatihan berbasis industri, serta kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya.</p>
<p>Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Wiko Migantoro, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyambut baik pelaksanaan May Day di kawasan Pertamina Simprug. Menurutnya, kawasan ini bukan sekadar fasilitas, tetapi juga simbol dari upaya Pertamina mencetak talenta energi unggulan masa depan.</p>
<p>“Kawasan ini penting bagi Pertamina dalam menghadirkan SDM yang berdaya saing tinggi. Sinergi triple helix—antara pemerintah, industri, dan akademisi—merupakan langkah strategis yang kami dorong untuk memperkuat kapabilitas tenaga kerja nasional,” ungkap Wiko.</p>
<p>Sementara itu, Pakar Manajemen Sumber Daya Manusia sekaligus Ketua Program Studi Manajemen Universitas Pertamina, Arif Murti Rozamuri, B.B.A., M.Sc., Ph.D., mengangkat dampak kebijakan luar negeri terhadap kondisi pekerja domestik. Ia mencontohkan kebijakan tarif resiprokal sebesar 32 persen yang diterapkan oleh Amerika Serikat, yang disebutnya tentu memiliki potensi risiko terhadap daya saing ekspor Indonesia.</p>
<p>“Kebijakan itu bisa berpotensi memiliki dampak secara langsung pada sektor padat karya seperti tekstil dan manufaktur. Penurunan ekspor bisa memicu pengurangan (downsizing) pekerja jika tidak segera diantisipasi,” jelas Arif.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa peluang tetap terbuka bagi tenaga kerja yang memiliki kemampuan adaptif, inovatif, melek teknologi serta mampu berpikir solusi kreatif (creative problem solving). Oleh karena itu, pendidikan yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan dunia usaha/industri adalah bentuk upaya untuk menciptakan talenta yang adaptif, unggul dan berdaya saing.</p>
<p>Peringatan May Day di Universitas Pertamina bukan hanya seremonial, tetapi juga menjadi momentum reflektif untuk melihat kembali arah pembangunan tenaga kerja Indonesia. Dalam era kompetisi global dan transisi menuju ekonomi hijau, kesejahteraan buruh tidak bisa dilepaskan dari upaya sistematis membangun SDM unggul dan berdaya saing tinggi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://suarajabarnews.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250506-WA0026-960x538.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Komut Pertamina Bahas Ketahanan Energi Bersama Mahasiswa UPER</title>
		<link>https://fwjinews.com/komut-pertamina-bahas-ketahanan-energi-bersama-mahasiswa-uper/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2025 05:21:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=85705</guid>

					<description><![CDATA[FWJI NEWS &#8211; Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PT Pertamina (Persero), Komjen Pol. (Purn.) Dr.&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://fwjinews.com/"><b>FWJI NEWS </b></a>&#8211; Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PT Pertamina (Persero), Komjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. H. Mochamad Iriawan, S.H., M.M., M.H., menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan global di sektor energi. Pesan ini disampaikan dalam kuliah umum bertajuk “Cipta Karsa: Tantangan Energi Masa Depan” yang digelar di Universitas Pertamina.</p>
<p>“Kebutuhan energi yang terus meningkat dan semakin kompleks mendorong kita untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mencari solusi berkelanjutan. Saat ini Indonesia masih sangat bergantung pada energi fosil, sementara pemerintah menargetkan bauran energi terbarukan mencapai 23% pada tahun 2025. Oleh karena itu, generasi muda dengan pemikiran segar dan semangat inovatif diharapkan mampu merancang solusi energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” jelas Komjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. H. Mochamad Iriawan, S.H., M.M., M.H.</p>
<p>Kuliah umum Cipta Karsa Universitas Pertamina (UPER) merupakan penyelenggaraan kegiatan kuliah yang dihadiri oleh para ahli dan praktisi yang berkompeten dalam bidangnya. Mengangkat tema “Persiapan Menghadapi Tantangan Masa Depan”, gelaran kegiatan ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa serta penerima beasiswa Sobat Bumi Pertamina Foundation serta jajaran pimpinan lainnya seperti Komisaris Independen Pertamina Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Condro Kirono, M.M., M.Hum., Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina M. Erry Sugiharto, Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha Atep Salyadi Dariah Saputra, VP Sustainability Pertamina Suripno, VP CSR &amp; SMEPP Pertamina Rudi Ariffianto.</p>
<p>Sejalan dengan pernyataan Komjen Pol. (Purn.) Iriawan, laporan International Energy Agency (2023) mengungkap bahwa lebih dari 30% kebutuhan energi Indonesia masih bergantung pada impor. Masalah ini diperparah oleh tantangan produksi dalam negeri, seperti sumur migas yang menua dan cadangan minyak yang terus menurun—mendorong urgensi inovasi energi berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.</p>
<p>Oleh karena itu, upaya mengurangi ketergantungan energi impor menjadi sangat krusial. Inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan talenta muda yang kreatif diyakini mampu mendorong terciptanya solusi efektif untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia secara berkelanjutan.</p>
<p>“Pertamina berkomitmen memenuhi kebutuhan energi nasional, namun hal ini adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara pendidikan tinggi, pemerintah, dan industri menjadi komponen penting dalam menyiapkan talenta unggul di bidang energi. Menurutnya, kolaborasi yang erat adalah kunci terciptanya ekosistem inovatif yang mendukung transisi menuju energi terbarukan,” ujar Komjen Pol. (Purn.) Iriawan.</p>
<p>Iriawan juga menyampaikan bahwa Pertamina membuka peluang bagi lulusan Universitas Pertamina (UPER) untuk turut berkontribusi membangun masa depan energi Indonesia.</p>
<p>Lebih lanjut, Komjen Pol. (Purn.) Iriawan menekankan bahwa masa depan energi tak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kualitas manusianya. Penguasaan hard skill seperti riset, teknologi, dan inovasi berkelanjutan harus dibarengi dengan soft skill seperti integritas, kolaborasi, pemikiran kritis, dan mental tangguh. Perpaduan keduanya adalah kunci membentuk talenta yang tak hanya cerdas secara teknis, tapi juga tangguh menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah.</p>
<p>Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari, mengatakan UPER akan terus sejalan dengan mandat Pertamina.</p>
<p>&#8220;Baik center of excellence, kegiatan pendidikan, riset dan penelitian hingga pengabdian kepada masyarakat, akan diarahkan untuk sejalan dengan Asta Cita pemerintah dan dual growth strategy Pertamina, yakni memperkuat bisnis warisan (strengthening legacy business) dan memperluas bisnis ke sektor energi hijau (expanding into new green business),&#8221; ungkap Agus.<br />
Senada, Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., turut menyampaikan harapannya atas terselenggaranya kuliah umum Cipta Karsa.</p>
<p>“Melalui Cipta Karsa, kami ingin menumbuhkan semangat inovatif mahasiswa dalam menjawab tantangan energi masa depan. Universitas Pertamina telah menghadirkan kurikulum berbasis keberlanjutan, riset terapan, serta kolaborasi dengan industri energi untuk mencetak talenta yang siap menciptakan solusi ramah lingkungan dan berdampak nyata,” ujar Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU.</p>
<p>Sebagai informasi, saat ini kampus besutan PT Pertamina (Persero) tengah membuka peluang untuk berkuliah di UPER. Bagi calon mahasiswa yang tertarik, dapat mengakses informasi selengkapnya melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id/</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://suarabuana.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250416-WA0065-1068x604.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
