<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UI &#8211; FWJI News</title>
	<atom:link href="https://fwjinews.com/tag/ui/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<description>Medianya Orang Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Sep 2026 01:33:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://fwjinews.com/go/wp-content/uploads/2026/11/cropped-Screenshot_2026-11-06-10-40-21-00_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12-32x32.jpg</url>
	<title>UI &#8211; FWJI News</title>
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dua Dekade Perjalanan Studi Korea di Universitas Indonesia: Memperkuat Kolaborasi Akademik, Budaya, dan Industri Menuju Masa Depan</title>
		<link>https://fwjinews.com/dua-dekade-perjalanan-studi-korea-di-universitas-indonesia-memperkuat-kolaborasi-akademik-budaya-dan-industri-menuju-masa-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ADMIN]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2026 01:33:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FIB UI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://fwjinews.com/?p=102179</guid>

					<description><![CDATA[Perayaan 20 Tahun Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea FIB UI Menghadirkan Seminar Nasional, Sesi Berbagi Alumni, dan Sinergi Lintas Sektor untuk Penguatan Hubungan Indonesia–Korea.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Perayaan 20 Tahun Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea FIB UI Menghadirkan Seminar Nasional, Sesi Berbagi Alumni, dan Sinergi Lintas Sektor untuk Penguatan Hubungan Indonesia–Korea.</em></p></blockquote>
<p><strong>DEPOK</strong> – Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (FIB UI) merayakan hari jadinya yang ke-20 dengan menyelenggarakan rangkaian kegiatan akademik dan kebudayaan di Auditorium Gedung 1, FIB UI, Depok. Mengusung tema besar &#8220;함께한 20년, 함께할 미래&#8221; (20 Tahun Bersama, Masa Depan Bersama) atau &#8220;20 Years of Korean Studies in Indonesia: Reflection and Future Collaboration&#8221;, acara ini mempertemukan akademisi, mahasiswa, puluhan generasi alumni, serta mitra strategis nasional maupun internasional untuk berefleksi sekaligus menyusun langkah inovatif ke depan.</p>
<p>Sejak didirikan pada 16 Agustus 2006, program studi ini telah menjadi salah satu pelopor pendidikan dan pengembangan kajian bahasa, sastra, dan budaya Korea di Indonesia. Dalam pidato kuncinya, Dekan FIB UI, Bapak Dr. Untung Yuwono, S.S., menyampaikan apresiasi mendalam terhadap perkembangan pesat studi Korea di lingkungan kampus. Beliau menekankan bahwa perayaan ini merupakan perayaan atas sebuah perjalanan bersama yang melibatkan dosen, mahasiswa, alumni, dan mitra.</p>
<p>&#8220;Ketika prodi ini didirikan pada 2006, konteks hubungan bilateral Indonesia dan Korea sangat dipengaruhi oleh transformasi ekonomi dan industri Korea Selatan yang luar biasa. Dua puluh tahun kemudian, hari ini kita menyaksikan Korea Selatan telah bertransformasi menjadi kekuatan budaya global. Keputusan FIB UI dua dekade lalu untuk mengembangkan studi Korea terbukti sebagai investasi akademik jangka panjang yang sangat tepat. Kami tidak sekadar mengantisipasi Korean Wave, melainkan membangun kapasitas akademik yang kritis, akademis, dan kontekstual.&#8221;</p>
<p>Hubungan erat antara dunia akademis dan dunia usaha juga tercermin dalam sambutan hangat para mitra internasional. Bapak Lee Kang Hyun, President of Korean Chamber of Commerce and Industry in Indonesia (KOCHAM Indonesia), menyatakan bahwa kerja sama pendidikan dan industri sangat penting karena lulusan yang memiliki pemahaman mendalam tentang bahasa dan budaya Korea merupakan aset berharga bagi ratusan perusahaan Korea yang beroperasi di Indonesia. Sementara itu, Director of Korea Foundation Jakarta Office, Bapak Lee Sang Hoon, menggarisbawahi peran alumni dan mahasiswa sebagai jembatan hidup (living bridges) yang mempererat rasa saling pengertian dan persahabatan antarmasyarakat kedua negara.</p>
<p>Ketua Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea FIB UI, Ibu Euis Sulastri, S.Hum., M.A., Ph.D., merefleksikan bagaimana prodi ini dirintis dengan keterbatasan pengajar lokal hingga akhirnya berkembang pesat seperti sekarang. Beliau memaparkan bahwa prodi saat ini telah diperkuat by 9 dosen tetap, dengan 8 di antaranya telah bergelar doktor, serta didukung oleh 4 dosen kontrak (PKWT). Kemajuan kelembagaan ini menjadi modal utama prodi untuk bertumbuh semakin solid, unggul, dan relevan dengan dinamika global.</p>
<p><strong>Menghadirkan Perspektif Baru: Seminar Akademik Nasional</strong></p>
<p>Perayaan dua dekade ini tidak hanya diisi dengan seremoni pemotongan tumpeng, tetapi juga diisi dengan Seminar Akademik yang menghadirkan pembicara dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia. Seminar dibagi menjadi dua sesi utama:</p>
<p>Sesi 1 (Linguistik, Pengajaran, dan Penerjemahan): Menghadirkan Achmad Rio Dessiar, Ph.D. (UGM) yang membahas perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam teknologi penerjemahan; Fitri Meutia, Ph.D. (UNAS) yang mengenalkan model integrasi AI (seperti ChatGPT dan Gemini) pada pembelajaran bahasa Korea menengah; serta Risa Triarisanti, S.Pd., M.Pd. (UPI) yang membagikan capaian dan kolaborasi kelembagaan selama sebelas tahun pendidikan bahasa Korea di UPI. Sesi ini dimoderatori oleh Dr. Fadhila Hasby, M.A.</p>
<p>Sesi 2 (Kajian Studi Korea): Menampilkan Getar Hati, Ph.D. (FISIP UI) yang membagikan pengalamannya dalam membangun platform Korea-Indonesia Connection (KIC); Dian Novikrisna, S.Sos., M.I.S. (BINUS University) yang mengulas posisi diplomatik Korea Selatan sebagai kekuatan menengah (middle power); serta Euis Sulastri, Ph.D. (UI) yang memaparkan langkah strategis pengembangan jejaring kemitraan akademik nasional dan internasional. Sesi ini dimoderatori oleh Dr. Rostineu, M.A.</p>
<p><strong>Inspirasi dari Alumni: Menjembatani Kampus dan Dunia Kerja</strong></p>
<p>Sesi siang diisi dengan Talkshow Alumni bertema &#8220;Jejak Lulusan Studi Korea: Dari Kampus ke Dunia Profesional&#8221; yang dimoderatori oleh Eva Latifah, Ph.D. Sesi interaktif ini menghadirkan tiga alumni sukses dari latar belakang industri yang berbeda, yaitu Silvi Fitri Ayu (Angkatan 2006, Tenaga Ahli Komisi II DPR RI &amp; Analis Kebijakan Badan Supervisi Lembaga Penjamin Simpanan), Tania Triputri (Angkatan 2009, Pendiri dan Direktur TNT Translation), serta Vania Istamitra (Angkatan 2019, Head of Business Support di VIUUM Eyewear). Para alumni berbagi kisah perjalanan karier, tantangan profesional, serta bagaimana pemahaman bahasa dan budaya yang mereka dapatkan di FIB UI terbukti membuka peluang luar biasa di berbagai sektor strategis.</p>
<p>Dengan terselenggaranya perayaan 20 tahun ini, Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea FIB UI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pusat pengembangan studi Korea terkemuka di Indonesia, menguatkan jejaring alumni lintas 20 angkatan, serta membuka seluas-luasnya kolaborasi inovatif baru demi kemajuan bangsa dan eratnya kemitraan strategis antara Indonesia dan Korea Selatan. [Red]</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/uttpsgry/images/c_scale,w_625,h_417,dpr_2/f_webp,q_auto:low/v1788312325/IMG-20260902-WA0002/IMG-20260902-WA0002.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>H2O Jewels Hadirkan Booth Interaktif dan Kampanye #H2OwnYourStyle di VOKHUMFEST 2026</title>
		<link>https://fwjinews.com/h2o-jewels-hadirkan-booth-interaktif-dan-kampanye-h2ownyourstyle-di-vokhumfest-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ADMIN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 03:23:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[H2O Jewels]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[VOKHUMFEST 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=100390</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; H2O Jewels menghadirkan berbagai aktivitas interaktif bagi pengunjung dalam acara VOKHUMFEST 2026 “Elevate...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahbogor.com/go/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; H2O Jewels menghadirkan berbagai aktivitas interaktif bagi pengunjung dalam acara VOKHUMFEST 2026 “Elevate to Earn” di Parkiran VC Vokasi Universitas Indonesia. Melalui pengalaman yang lebih personal dan kreatif, pengunjung diajak terlibat langsung dalam berbagai aktivitas yang menjadi bagian dari kampanye #H2OwnYourStyle.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, H2O Jewels menghadirkan konsep booth activation yang dirancang untuk membangun interaksi langsung dengan pengunjung. Pengunjung dapat mengikuti permainan spin wheel dengan syarat melakukan pembelian minimal Rp30.000 dan mengikuti media sosial H2O Jewels.</p>
<p>Untuk mendukung interaksi dengan pengunjung, H2O Jewels turut menghadirkan area foto khusus yang dapat digunakan untuk mengabadikan momen selama berada di booth. Melalui template desain yang telah disiapkan, pengunjung juga diajak mengunggah pengalaman dan keseruan mereka selama berada di booth menggunakan fitur Add Yours di Instagram. Pengunjung yang berpartisipasi dalam aktivitas tersebut juga berkesempatan mendapatkan gantungan kunci gratis dari H2O Jewels.</p>
<p>Tidak hanya menghadirkan koleksi aksesoris handmade, H2O Jewels juga menyediakan aktivitas DIY bag charm yang memungkinkan pengunjung merangkai aksesoris sesuai gaya dan preferensi mereka sendiri. Aktivitas ini menjadi salah satu daya tarik di booth karena memberikan pengalaman kreatif dan interaktif bagi pengunjung.</p>
<p>Booth H2O Jewels ramai dikunjungi oleh pengunjung yang tertarik melihat koleksi aksesoris handmade sekaligus mengikuti berbagai aktivitas interaktif yang tersedia, mulai dari spin wheel hingga DIY bag charm. Suasana booth yang interaktif dan personal turut menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi para pengunjung.</p>
<p>Kehadiran H2O Jewels dalam VOKHUMFEST 2026 juga menjadi bagian dari kampanye #H2OwnYourStyle, sebuah kampanye berbasis engagement yang mengajak audiens tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut terlibat sebagai bagian dari brand. Melalui kampanye ini, H2O Jewels ingin menghadirkan ruang bagi perempuan untuk mengekspresikan gaya dan identitas diri mereka dengan lebih percaya diri melalui aksesoris yang personal dan berkarakter.</p>
<p>“Melalui VOKHUMFEST 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dan personal bagi pengunjung. Tidak hanya memperkenalkan produk handmade dari H2O Jewels, tetapi juga mengajak setiap perempuan untuk lebih percaya diri mengekspresikan gaya dan identitas dirinya melalui kampanye #H2OwnYourStyle,” ujar Fahdina Hadi, pemilik H2O Jewels.</p>
<p>Kampanye #H2OwnYourStyle merupakan bagian dari program pengaplikasian digital kehumasan dalam rangkaian VOKHUMFEST 2026, program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat Vokasi Universitas Indonesia. Melalui program ini, mahasiswa turut mendampingi H2O Jewels dalam pengembangan strategi komunikasi, pengelolaan media sosial, pengembangan visual komunikasi, serta pelaksanaan berbagai kegiatan, seperti workshop bersama Crafter Depok, digitalisasi UMKM, dan bazar UMKM.</p>
<p>Melalui partisipasinya dalam VOKHUMFEST 2026, H2O Jewels berharap kampanye #H2OwnYourStyle dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk lebih bebas mengekspresikan gaya dan identitas diri melalui aksesoris yang personal.</p>
<p>H2O Jewels adalah brand aksesoris handmade yang menghadirkan berbagai koleksi perhiasan perempuan dengan desain sederhana, elegan, dan berkarakter. Menggunakan material seperti batu alam, mutiara air tawar, dan kristal pilihan, H2O Jewels berkomitmen menghadirkan produk dengan sentuhan personal dan nilai estetika di setiap karya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Workshop Management Event UI 2026: Hadirkan Praktik Industri Event Profesional bagi Mahasiswa dan Masyarakat Umum</title>
		<link>https://fwjinews.com/workshop-management-event-ui-2026-hadirkan-praktik-industri-event-profesional-bagi-mahasiswa-dan-masyarakat-umum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ADMIN]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2026 08:41:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Isndonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=100120</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia sukses menyelenggarakan Workshop Management Event pada tanggal 12–13 Mei...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahbogor.com/go/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia sukses menyelenggarakan Workshop Management Event pada tanggal 12–13 Mei 2026 dengan menghadirkan puluhan peserta dari berbagai latar belakang. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri dari mahasiswa/i, karyawan Universitas Indonesia, hingga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap dunia event dan industri kreatif.</p>
<p>Workshop ini menghadirkan Reno Sarah sebagai narasumber utama, seorang profesional yang telah lama berkecimpung dalam berbagai event organizer berskala nasional maupun internasional. Dalam perjalanan kariernya, Reno Sarah telah berpengalaman sebagai Show Director, Project Manager, hingga Production Manager di berbagai penyelenggaraan acara besar.</p>
<p>Selama workshop berlangsung, peserta mendapatkan pembahasan mendalam mengenai manajemen event, mulai dari perencanaan konsep, pengelolaan tim, teknis produksi, budgeting, hingga strategi menghadapi tantangan di lapangan. Tidak hanya berbagi teori, narasumber juga membagikan pengalaman nyata dari berbagai event yang pernah ditangani.</p>
<p>Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Sesi diskusi interaktif, studi kasus, hingga tanya jawab berjalan aktif dan dinamis. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali wawasan industri secara langsung dari praktisi yang telah berpengalaman.</p>
<p>&#8220;Workshop ini membuka perspektif baru tentang bagaimana sebuah event besar dibangun dengan detail, kerja tim, dan manajemen yang matang. Materi yang disampaikan sangat relevan dan aplikatif,&#8221; ujar salah satu peserta.</p>
<p>Dalam sambutannya, Direktur Kebudayaan UI, Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, menegaskan workshop management event ini adalah salah satu ruang belajar yang memberikan pengalaman baru sekaligus memperluas pemahaman peserta mengenai industri event profesional.</p>
<p>“Keterampilan, kemampuan untuk manajemen event sangat diperlukan untuk perkembangan industri saat ini. Pemahaman mengenai manajemen event sangat penting dan bermanfaat bagi setiap pekerja kreatif,” tutur Direktur Kebudayaan UI.</p>
<p>Dalam paparannya, Reno Sarah menekankan bahwa kesuksesan sebuah event tidak hanya ditentukan oleh konsep yang menarik atau ide yang besar, tetapi juga oleh kekuatan kerja sama dalam tim.</p>
<p>“Dalam sebuah event, koordinasi yang baik, komunikasi yang efektif, serta rasa tanggung jawab antar anggota tim menjadi fondasi utama agar sebuah acara dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan. Bukan hanya kreativitas melainkan kolaborasi juga sangat penting,” ujar Reno Sarah</p>
<p>Melalui kegiatan ini, Direktorat Kebudayaan UI berharap workshop dapat menjadi wadah pengembangan kapasitas dan keterampilan bagi generasi muda maupun masyarakat umum yang ingin terjun dan berkembang di industri event serta sektor kreatif.</p>
<p>Para peserta workshop ini akan mendapatkan kesempatan untuk praktik langsung dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia, salah satunya pada rangkaian acara peringatan Hari Anak.</p>
<p>Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Direktorat Kebudayaan UI dalam menghadirkan ruang pembelajaran kreatif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://cdn-web.ruangguru.com/file-uploader/9b6a22e7-8595-4786-93e7-ad146450ce19.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gelar MeiLawan 2026, ILUNI UI FIB Ajak Masyarakat Merawat Ingatan Tragedi Mei 1998</title>
		<link>https://fwjinews.com/gelar-meilawan-2026-iluni-ui-fib-ajak-masyarakat-merawat-ingatan-tragedi-mei-1998/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ADMIN]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2026 04:15:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ILUNI UI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=100093</guid>

					<description><![CDATA[Reformasi 1998 tidak hanya menjadi tonggak perubahan Indonesia menuju era demokrasi, tetapi juga menyisakan luka sejarah berupa berbagai tindak kekerasan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahbogor.com/go/"><strong>DEPOK</strong></a> — Reformasi 1998 tidak hanya menjadi tonggak perubahan Indonesia menuju era demokrasi, tetapi juga menyisakan luka sejarah berupa berbagai tindak kekerasan, termasuk kekerasan seksual terhadap perempuan. Berdasarkan laporan resmi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), tercatat sedikitnya 85 kasus kekerasan seksual, termasuk 52 kasus perkosaan, dalam rangkaian kerusuhan Mei 1998.</p>
<p>Sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya merawat ingatan sejarah dan memperjuangkan nilai kemanusiaan, Ikatan Alumni Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (ILUNI UI FIB), FIB UI, Badan Eksekutif Mahasiswa FIB UI 2026, dan Keluarga Besar UI (KB UI) menggelar rangkaian kegiatan MeiLawan Merawat Ingatan pada 11–13 Mei 2026 di FIB UI, Kampus UI Depok.</p>
<p>Dekan FIB UI, Dr. Untung Yuwono, S.S. menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan MeiLawan Merawat Ingatan. Menurutnya, kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari ini merupakan bentuk nyata keberanian generasi muda dalam menjaga memori kolektif bangsa melalui ruang-ruang kreatif, reflektif, dan partisipatif.</p>
<p>Sebagai institusi humaniora, Untung mengatakan FIB UI memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk merawat ingatan kolektif bangsa. Humaniora tidak hanya mengajarkan bahasa, sastra, sejarah, dan budaya, tetapi juga mengajarkan keberanian untuk memahami manusia secara utuh, termasuk penderitaan, ketidakadilan, dan suara-suara yang selama ini dibungkam.</p>
<p>&#8220;Saya berharap diskusi ini tidak berhenti sebagai diskusi seremonial semata, tetapi menjadi ruang refleksi bersama untuk membangun kesadaran bahwa perjuangan menghadirkan keadilan gender, perlindungan terhadap korban, dan penghormatan terhadap martabat manusia adalah tanggung jawab kita bersama.&#8221; tuturnya.</p>
<p>Ketua ILUNI UI FIB, Visna Vulovik menjelaskan rangkaian kegiatan MeiLawan menjadi bagian dari upaya bersama upaya kolaboratif dalam merawat ingatan akan tragedi Mei ‘98, serta sebagai ruang untuk belajar, berdiskusi, hingga menyuarakan kembali kemanusiaan yang sering dilupakan.</p>
<p>“Sejarah bukan sekadar deretan angka di kalender, ia adalah luka yang harus dirawat ingatannya agar kita tidak. kehilangan arah. Melalui kolaborasi ILUNI UI FIB, FIB UI, BEM FIB UI 2026, dan KA-KBUI, kami kembali membuka lembaran arsip Tragedi Mei ‘98. Bukan hanya tentang pergerakan massa, tapi juga tentang sisi gelap yang seringkali dipinggirkan: isu kekerasan seksual terhadap perempuan yang hingga kini masih menuntut keadilan,” ungkap Visna.</p>
<p>Lebih lanjut, Visna menambahkan bahwa generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kritis terhadap isu kekerasan berbasis gender, diskriminasi, dan marginalisasi yang masih relevan hingga saat ini.</p>
<p>“Kekerasan seksual yang menimpa perempuan sayangnya masih terus berulang sejak peristiwa Tragedi Mei 1998. Hal ini terjadi bahkan di lingkungan terdekat kita, seperti institusi pendidikan. Melalui kegiatan MeiLawan, kami mengajak mahasiswa, alumni, dan segenap elemen masyarakat, khususnya generasi muda untuk bersuara untuk menghentikan kekerasan seksual itu sendiri dan menindak pelaku dengan tegas melalui mekanisme hukum. Untuk itu kami mendukung penuh adanya Perpres Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Institusi Pendidikan ,” tukasnya.</p>
<p>Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, menyoroti lonjakan kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan akibat penyalahgunaan relasi kuasa lintas jenjang. Penanganan saat ini masih bersifat sektoral, ketiadaaan standar nasional, dan regulasi yang ada belum mengatur tata kelola perlindungan terintegrasi. Pada 2024 tercatat 573 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan, meningkat menjadi 641 kasus pada 2025, dengan 370 kasus atau 57,65 persen di antaranya merupakan kekerasan seksual. Bahkan, pada awal 2026, puncak kedaruratan, 91 persen kasus kekerasan di institusi pendidikan yang tercatat didominasi kekerasan seksual, termasuk di perguruan tinggi. Menurut Rieke, kondisi ini menunjukkan bahwa kekerasan bukan hanya kekerasan seksual.</p>
<p>“Berdasarkan anatomi dan spektrum bentuk kekerasannya ada seksual, fisik, psikis, verbal, perundungan, ekonomi, diskriminasi, eksploitasi berbasis relasi kuasa, berbasis elektronik atau digital. Kekerasan artinya sudah menembus seluruh jenjang dan wujud pendidikan, mengindikasikan kegagalan perlindungan bersifat universal,” tegasnya.</p>
<p>Lebih jauh, Rieke mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengesahkan Perpres Pencegahan dan Penanganan Tindak Kekerasan di Lembaga Pendidikan. Rieke menegaskan kondisi darurat perlindungan di lembaga pendidikan tidak dapat lagi diselesaikan secara sektoral dan parsial.</p>
<p>“Pembentukan Peraturan Presiden tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lembaga Pendidikan adalah imperatif mutlak. Ini adalah rekonstruksi tata kelola yang terintegrasi, responsif gender, berpusat pada korban, diperkuat oleh satu data Indonesia dan ketegasan hukum terpusat. Perpres ini bukan sekadar regulasi administratif, ini adalah pelindung strategis nasional bagi keselamatan dan masa depan generasi bangsa dan dunia pendidikan Indonesia,” tukasnya.</p>
<p>Rangkaian kegiatan MeiLawan menghadirkan berbagai agenda reflektif dan edukatif selama 11–13 Mei 2026 di FIB UI, Kampus UI Depok, mulai dari live mural, pemutaran film dokumenter, pameran instalasi, panggung penampilan, hingga aksi simbolik menyalakan lilin dan tabur bunga untuk merawat ingatan kolektif atas Tragedi Mei 1998 serta menyuarakan kembali nilai kemanusiaan dan keadilan gender. Pada acara puncak, digelar talkshow bertajuk “Belajar dari Luka Bangsa: Kekerasan Seksual di Era Reformasi dan Kebangkitan Generasi Muda” yang membahas kekerasan seksual terhadap perempuan dalam Tragedi Mei 1998 serta relevansinya terhadap isu kekerasan berbasis gender di masa kini.</p>
<p>Turut hadir dan memberikan sambutannya, Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, S.Kom., M.T. dan Dekan FIB UI Dr. Untung Yuwono, S.S., dengan pengarah tema besar Ketua ILUNI UI FIB Visna Vulovik, M.A. Hadir sebagai narasumber yakni Komisi XIII DPR RI Dr. Rieke Diah Pitaloka, M.Hum., Ketua Komnas Perempuan periode 2025-2029 Dr. Maria Ulfah Anshor, M.Si., Komisioner Komnas HAM Dr. Amiruddin al Rahab, M.Si., Dosen Filsafat UI Ikhaputri Widiantini, S.Hum., M.Si. (Dosen Filsafat UI), dan Direktur Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, S.I.K., M.Si.</p>
<p>Sementara penanggap dalam diskusi ini adalah Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Sri Nurherwati, S.H. dan Davina Najwa Armaela Hoja dari Departemen Kajian dan Aksi Strategis, BEM FIB UI Periode 2026. Melalui diskusi ini, ILUNI UI FIB bersama FIB UI mendorong pentingnya menjaga ingatan kolektif bangsa atas tragedi kekerasan seksual Mei 1998 sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam membangun ruang sosial yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan khususnya di institusi pendidikan. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://ruzkaindonesia.id/wp-content/uploads/2026/05/Screenshot_20260513_2312362-1024x636.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UI Investigasi Dugaan Pelecehan Verbal Mahasiswa di FHUI</title>
		<link>https://fwjinews.com/ui-investigasi-dugaan-pelecehan-verbal-mahasiswa-di-fhui/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ADMIN]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 05:31:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=99053</guid>

					<description><![CDATA[FHUI telah melakukan langkah-langkah awal berupa penelusuran internal dan pemanggilan terhadap mahasiswa yang diduga terlibat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahbogor.com/go/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Universitas Indonesia (UI) memandang serius dan menyatakan sikap tegas terhadap laporan dugaan pelecehan seksual secara verbal yang melibatkan sejumlah mahasiswa di lingkungan Fakultas Hukum UI (FHUI), sebagaimana berkembang di ruang publik.</p>
<p>&#8220;UI menegaskan bahwa setiap bentuk kekerasan seksual, termasuk yang bersifat verbal dan terjadi dalam interaksi digital maupun luring, merupakan pelanggaran serius terhadap nilai-nilai dasar universitas, kode etik sivitas akademika, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,&#8221; kata Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional Erwin Agustian Panigoro di Kampus UI Depok, Selasa.</p>
<p>Ia mengatakan saat ini proses penanganan tengah berlangsung melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UI dengan pendekatan yang berperspektif korban (victim-centered), menjunjung tinggi asas keadilan, kerahasiaan, serta prinsip kehati-hatian.</p>
<p>Proses ini mencakup verifikasi laporan, pemanggilan para pihak, pengumpulan bukti, serta koordinasi dengan unit terkait di tingkat fakultas dan universitas.</p>
<p>Sejalan dengan proses tersebut FHUI telah melakukan langkah-langkah awal berupa penelusuran internal dan pemanggilan terhadap mahasiswa yang diduga terlibat.</p>
<p>Selain itu Badan Perwakilan Mahasiswa FHUI telah menjatuhkan sanksi organisasi berupa pencabutan status keanggotaan aktif terhadap sejumlah mahasiswa, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 007/SK/BPMFHUI/IV/2026.</p>
<p>Langkah ini merupakan bagian dari respons awal di tingkat organisasi kemahasiswaan. Apabila dalam proses investigasi terbukti terjadi pelanggaran, universitas akan menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk sanksi akademik hingga pemberhentian sebagai mahasiswa, serta tidak menutup kemungkinan koordinasi lebih lanjut dengan aparat penegak hukum jika ditemukan unsur pidana.</p>
<p>UI memastikan seluruh proses penanganan dilaksanakan secara profesional, independen, dan bebas dari intervensi maupun konflik kepentingan.</p>
<p>Ia mengatakan UI menyediakan pendampingan komprehensif bagi pihak yang terdampak, mencakup aspek psikologis, hukum, dan akademik, guna memastikan pemulihan yang menyeluruh, serta menjamin perlindungan penuh terhadap kerahasiaan identitas korban.</p>
<p>Selama proses penanganan ini, UI mengajak seluruh pihak untuk bersikap bijak dengan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, serta menghormati proses penanganan yang sedang berjalan guna menjaga integritas proses dan melindungi seluruh pihak yang terlibat.</p>
<p>Atas kasus ini UI menegaskan komitmennya untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan seksual melalui kebijakan yang lebih tegas, edukasi berkelanjutan, serta penguatan sistem yang responsif dan berperspektif korban, guna memastikan lingkungan kampus yang aman dan berkeadilan.</p>
<p>Perkembangan penanganan kasus ini, kata dia, akan disampaikan secara berkala dan transparan sesuai proses yang berjalan, dengan tetap menjaga kerahasiaan serta perlindungan bagi seluruh pihak yang terlibat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://cdn.medcom.id/dynamic/content/2024/03/15/1665487/oSMCfYPE9A.jpg?w=700" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rayakan Hari Warisan Dunia, ILUNI UI FIB Gelar Grand Launching Kepengurusan</title>
		<link>https://fwjinews.com/rayakan-hari-warisan-dunia-iluni-ui-fib-gelar-grand-launching-kepengurusan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ADMIN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 22:45:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FIB UI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98966</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Ikatan Alumni Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (ILUNI UI FIB) menggelar kampanye...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahbogor.com/go/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Ikatan Alumni Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (ILUNI UI FIB) menggelar kampanye kebudayaan Indonesia dalam acara Grand Launching dengan tema “Merayakan Budaya” bertempat di Auditorium Gedung I FIB, Kampus UI Depok pada Sabtu, 11 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari Grand Launching Kepengurusan ILUNI UI FIB UI periode 2025-2028.</p>
<p>Grand launching ini juga merupakan perayaan World Heritage Day atau Hari Warisan Dunia 2026 yang diperingati setiap 18 April sebagai inisiasi UNESCO untuk meningkatkan kesadaran pentingnya melindungi dan merawat warisan budaya.</p>
<p>Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Bambang Wibawarta, S.S., M.A melihat peran alumni FIB menjadi semakin strategis di tengah arus globalisasi dan transformasi digital. Menurutnya, kebudayaan tidak lagi sekadar warisan tapi juga menjadi kekuatan identitas, kekuatan ekonomi, dan kekuatan diplomasi bangsa.</p>
<p>“Oleh karena itu saya berharap ILUNI UI FIB dapat terus menjadi simpul penggerak yang menghubungkan pengetahuan, jejaring, dan kontribusi nyata bagi penguatan kebudayaan Indonesia baik di tingkat nasional maupun globa. Saya juga mengucapkan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik, semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh dedikasi, integritas, dan kolaborasi,” ucapnya.</p>
<p>Dalam sambutannya, Dekan FIB UI Dr. Untung Yuwono, S.S. menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus ILUNI UI FIB UI periode 2025-2028. Pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan peran FIB UI dalam menjaga makna, merawat nilai, dan sebagai penerjemah zaman. Ia juga mengapresiasi tema dan semangat “Merayakan Budaya” yang diusung ILUNI UI FIB sebagai upaya relevan dan visioner dalam menghidupkan budaya di kehidupan sehari-hari dan mewariskan nilai secara berkelanjutan. Ia pun berharap agar ILUNI UI FIB dapat menjadi penghubung antara dunia akademik dan masyarakat, penggerak kolaborasi lintas sektor, serta rujukan dalam pemikiran kebudayaan yang berbasis data dan nilai.</p>
<p>“Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI akan selalu membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Kami percaya bahwa hubungan antara kampus dan alumni bukan hubungan administratif, melainkan hubungan kultural dan intelektual yang harus terus hidup,” pesannya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Umum ILUNI UI FIB, Visna Vulovik, menjelaskan, Grand Launching ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan penegasan komitmen ILUNI UI FIB sebagai organisasi yang hidup, relevan, dan berdampak.</p>
<p>“Alumni FIB UI memiliki keunggulan dalam cara pandang reflektif serta kepekaan sosial yang tinggi. Ini menjadi modal penting untuk membangun organisasi yang bekerja secara sistematis dan berkelanjutan. Ke depan, kami menegaskan visi ILUNI UI FIB sebagai rumah gagasan dan jejaring budaya yang merayakan, mengembangkan, dan mewariskan nilai-nilai humaniora secara berkelanjutan,” ujar Visna.</p>
<p>Ia menambahkan, roadmap ILUNI UI FIB akan dijalankan dalam tiga fase. Tahun pertama merupakan fase Merangkai Budaya yang berfokus pada konsolidasi, penguatan basis data, serta membangun kembali keterhubungan antaralumni. Tahun kedua memasuki fase Rekognisi Budaya dengan mendorong lahirnya karya, kolaborasi, dan kontribusi yang lebih luas. Sementara tahun ketiga adalah fase Mewarisi Budaya, yang menitikberatkan pada keberlanjutan melalui sistem dokumentasi serta regenerasi yang kuat.<br />
Salah satu inisiatif strategis yang diusung adalah Abiwara, sebagai ekosistem budaya yang menghubungkan pengetahuan humaniora dengan ruang publik.</p>
<p>“Melalui Abiwara, kami ingin memastikan bahwa gagasan tidak berhenti di ruang akademik, tetapi hadir dalam bentuk karya, konten, dan kontribusi nyata yang dapat diakses masyarakat luas. Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan alumni lintas fakultas, institusi, pemerintah, dunia industri, maupun komunitas,” tambahnya.</p>
<p>Grand Launching ILUNI UI FIB melantik kepengurusan periode 2025–2028, dengan susunan di antaranya Ketua Visna Vulovik, Sekretaris Umum Raihan Abiyan Fattah, dan Bendahara Umum Ken Paramita, serta jajaran tim Kesekretariatan. Pada kepengurusan ILUNI UI FIB 2025-2028 ada enam center yakni Policy &amp; Culture Lab Center, Social and Humanity Center, Sport, Art and Community Center, Business and Entrepreneurship Center, Mental Health Humaniora Center, serta Alumni Networking and Career Center. Dewan Pertimbangan dan Dewan Penasihat ILUNI UI FIB periode 2025–2028 turut dilantik dalam kesempatan yang sama. Turut hadir dan menyampaikan sambutannya Ketua Dewan Pertimbangan ILUNI UI, Ketsia Ximena Sihotang, dan hadir juga Ketua Umum ILUNI UI, Pramudya A. Oktavinanda.</p>
<p>Sejalan dengan semangat Hari Warisan Dunia 2026, acara Grand Launching juga dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni dan sastra yang menampilkan kekayaan budaya Indonesia. Di antaranya penampilan Tari Bhawi dari Kalimantan Barat oleh komunitas seni budaya FIB UI, Bakul Budaya, serta pembacaan puisi oleh Idham Lentera Kata. Salah satu momen istimewa dalam acara ini adalah dinyanyikannya lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam tiga stanza. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://suaradepok.com/wp-content/uploads/2026/04/Pengurus-ILUNI-UI-FIB-melakukan-foto-bersama-setelah-dilantik.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
