<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pramono Anung &#8211; FWJI News</title>
	<atom:link href="https://fwjinews.com/tag/pramono-anung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<description>Medianya Orang Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Mar 2026 11:27:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://fwjinews.com/go/wp-content/uploads/2026/11/cropped-Screenshot_2026-11-06-10-40-21-00_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12-32x32.jpg</url>
	<title>Pramono Anung &#8211; FWJI News</title>
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Foke Angkat Bicara soal Andilan Kebo, Pramono Langsung Tancap Gas Jaga Tradisi Betawi</title>
		<link>https://fwjinews.com/foke-angkat-bicara-soal-andilan-kebo-pramono-langsung-tancap-gas-jaga-tradisi-betawi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ADMIN]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 11:27:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Foke]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Pramono Anung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98260</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS, JAKARTA – Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta 2007–2012,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a>, <strong>JAKARTA</strong> – Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta 2007–2012, Fauzi Bowo, menegaskan bahwa tradisi Andilan Potong Kebo merupakan simbol kuat gotong royong masyarakat Betawi yang harus terus dijaga dan dilestarikan.</p>
<p>Menurut pria yang akrab disapa Foke itu, Andilan Kebo bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi juga memiliki muatan sosial dan religius yang mendalam.</p>
<p>“Dalam setiap harta yang kita miliki, ada hak orang lain, baik yang meminta maupun tidak meminta,” ujar Foke saat menghadiri kegiatan Andilan Potong Kebo di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, tradisi ini lahir dari inisiatif masyarakat (bottom-up), di mana warga secara kolektif melakukan patungan untuk membeli kerbau. Hewan tersebut kemudian disembelih, dan dagingnya dibagikan kepada peserta andilan serta masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p>Foke menilai nilai solidaritas, kepedulian sosial, dan semangat berbagi dalam tradisi ini merupakan kekuatan utama masyarakat Betawi yang tidak boleh hilang.</p>
<p>“Mudah-mudahan tradisi ini bisa berkembang lebih jauh, sekaligus memperkuat pelestarian budaya Betawi di Jakarta,” katanya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan bahwa upaya menghidupkan kembali tradisi ini telah dimulai sejak tahun sebelumnya.</p>
<p>Pada tahun 2025, Andilan Potong Kebo digelar di kawasan Agrowisata Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tradisi tersebut dihidupkan kembali oleh tokoh Betawi, KH Marullah Matali, setelah sempat lama tidak lagi dilaksanakan di tengah masyarakat.</p>
<p>Tahun ini kegiatan Andilan potong kebo diketuai oleh M.I Ridwan Boim.</p>
<p>Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan dukungan penuh terhadap pelestarian tradisi Andilan Kebo sebagai bagian dari identitas Jakarta.</p>
<p>Menurut Pramono, tradisi ini sarat nilai kebersamaan, mulai dari sistem arisan, gotong royong, hingga semangat berbagi kepada masyarakat.</p>
<p>“Ini adalah tradisi budaya yang harus kita rawat terus-menerus,” ujarnya.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, sebanyak sembilan ekor kerbau disembelih sebagai bagian dari tradisi menjelang Idulfitri.</p>
<p>Pramono menegaskan, pelestarian budaya Betawi menjadi penting, terutama setelah ditetapkannya sebagai budaya utama Jakarta melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024.</p>
<p>“Di tengah transformasi Jakarta menjadi kota global, kita ingin memastikan budaya Betawi tetap hidup dan berkembang sebagai identitas yang membanggakan,” katanya.</p>
<p>Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga berkomitmen memperkuat pelestarian budaya, di antaranya melalui rencana penyelenggaraan haul ulama Betawi pada Juni mendatang serta renovasi Museum MH Thamrin.</p>
<p>Pramono juga menegaskan pentingnya menjaga Jakarta sebagai kota yang inklusif bagi semua agama, salah satunya melalui perayaan hari besar keagamaan di ruang publik.</p>
<p>“Apa yang dilakukan di Bundaran HI saat Natal, Imlek, Nyepi, hingga Ramadan dan Idulfitri menjadi contoh toleransi yang bisa menjadi role model bagi daerah lain,” tuturnya.</p>
<p>Baik Foke maupun Pramono sepakat, Andilan Kebo bukan hanya tradisi, tetapi juga fondasi sosial yang memperkuat kebersamaan masyarakat Betawi sekaligus menjaga identitas Jakarta di tengah arus modernisasi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Foke Angkat Bicara soal Andilan Kebo, Pramono Langsung Tancap Gas Jaga Tradisi Betawi</title>
		<link>https://fwjinews.com/foke-angkat-bicara-soal-andilan-kebo-pramono-langsung-tancap-gas-jaga-tradisi-betawi-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ADMIN]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 11:27:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Pramono Anung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98260</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS, JAKARTA – Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta 2007–2012,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahbogor.com/go/"><strong>DEPOKPOS</strong></a>, <strong>JAKARTA</strong> – Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta 2007–2012, Fauzi Bowo, menegaskan bahwa tradisi Andilan Potong Kebo merupakan simbol kuat gotong royong masyarakat Betawi yang harus terus dijaga dan dilestarikan.</p>
<p>Menurut pria yang akrab disapa Foke itu, Andilan Kebo bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi juga memiliki muatan sosial dan religius yang mendalam.</p>
<p>“Dalam setiap harta yang kita miliki, ada hak orang lain, baik yang meminta maupun tidak meminta,” ujar Foke saat menghadiri kegiatan Andilan Potong Kebo di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, tradisi ini lahir dari inisiatif masyarakat (bottom-up), di mana warga secara kolektif melakukan patungan untuk membeli kerbau. Hewan tersebut kemudian disembelih, dan dagingnya dibagikan kepada peserta andilan serta masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p>Foke menilai nilai solidaritas, kepedulian sosial, dan semangat berbagi dalam tradisi ini merupakan kekuatan utama masyarakat Betawi yang tidak boleh hilang.</p>
<p>“Mudah-mudahan tradisi ini bisa berkembang lebih jauh, sekaligus memperkuat pelestarian budaya Betawi di Jakarta,” katanya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan bahwa upaya menghidupkan kembali tradisi ini telah dimulai sejak tahun sebelumnya.</p>
<p>Pada tahun 2025, Andilan Potong Kebo digelar di kawasan Agrowisata Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tradisi tersebut dihidupkan kembali oleh tokoh Betawi, KH Marullah Matali, setelah sempat lama tidak lagi dilaksanakan di tengah masyarakat.</p>
<p>Tahun ini kegiatan Andilan potong kebo diketuai oleh M.I Ridwan Boim.</p>
<p>Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan dukungan penuh terhadap pelestarian tradisi Andilan Kebo sebagai bagian dari identitas Jakarta.</p>
<p>Menurut Pramono, tradisi ini sarat nilai kebersamaan, mulai dari sistem arisan, gotong royong, hingga semangat berbagi kepada masyarakat.</p>
<p>“Ini adalah tradisi budaya yang harus kita rawat terus-menerus,” ujarnya.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, sebanyak sembilan ekor kerbau disembelih sebagai bagian dari tradisi menjelang Idulfitri.</p>
<p>Pramono menegaskan, pelestarian budaya Betawi menjadi penting, terutama setelah ditetapkannya sebagai budaya utama Jakarta melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024.</p>
<p>“Di tengah transformasi Jakarta menjadi kota global, kita ingin memastikan budaya Betawi tetap hidup dan berkembang sebagai identitas yang membanggakan,” katanya.</p>
<p>Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga berkomitmen memperkuat pelestarian budaya, di antaranya melalui rencana penyelenggaraan haul ulama Betawi pada Juni mendatang serta renovasi Museum MH Thamrin.</p>
<p>Pramono juga menegaskan pentingnya menjaga Jakarta sebagai kota yang inklusif bagi semua agama, salah satunya melalui perayaan hari besar keagamaan di ruang publik.</p>
<p>“Apa yang dilakukan di Bundaran HI saat Natal, Imlek, Nyepi, hingga Ramadan dan Idulfitri menjadi contoh toleransi yang bisa menjadi role model bagi daerah lain,” tuturnya.</p>
<p>Baik Foke maupun Pramono sepakat, Andilan Kebo bukan hanya tradisi, tetapi juga fondasi sosial yang memperkuat kebersamaan masyarakat Betawi sekaligus menjaga identitas Jakarta di tengah arus modernisasi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gubernur DKI Ikut Aduk Dodol di Setu Babakan</title>
		<link>https://fwjinews.com/gubernur-dki-ikut-aduk-dodol-di-setu-babakan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ADMIN]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 12:15:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Pramono Anung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=97961</guid>

					<description><![CDATA[Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri kegiatan Ngaduk Dodol Betawi di Dodol Nyak Mai, Jalan Moch Kahfi II, Kelurahan Srengseng Sawah]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahbogor.com/go/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri kegiatan Ngaduk Dodol Betawi di Dodol Nyak Mai, Jalan Moch Kahfi II, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).</p>
<p>Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung proses pembuatan dodol tradisional sekaligus mendorong pelestarian kuliner khas Betawi.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Pramono turut mengaduk dodol bersama mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012, Fauzi Bowo atau yang akrab disapa Bang Foke, serta para perajin dodol setempat.</p>
<p>Pramono mengaku terkesan dengan proses pembuatan dodol yang memerlukan tenaga dan waktu cukup panjang.</p>
<p>“Barusan saya diundang sekaligus mengaduk dodol dan rupanya tidak ringan. Saya terkesan sekali karena bagi warga Betawi, dodol ini sebenarnya bagian dari konsep gotong royong,” ujar Pramono.</p>
<p>Ia menjelaskan, proses pembuatan dodol secara tradisional dapat memakan waktu sekitar delapan hingga sepuluh jam. Adonan yang terdiri dari tepung beras ketan, gula merah, santan kelapa, dan garam dimasak dalam kuali besar menggunakan api kayu bakar hingga menghasilkan tekstur lembut dan rasa manis khas Betawi.</p>
<p>Dodol Nyak Mai merupakan usaha kuliner turun-temurun yang berada di kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan. Usaha tersebut dirintis oleh Nyak Mai pada awal 1990-an dan kini diteruskan oleh generasi kedua, yakni Mpok Djuanih dan Bang Udin.</p>
<p>Pramono mengatakan, dodol produksi Nyak Mai memiliki cita rasa khas dan sudah dikenal luas oleh masyarakat. Ia bahkan mengaku kerap membawa dodol tersebut untuk keluarganya.</p>
<p>“Saya sudah pernah mencoba dodol Nyak Mai ini, memang luar biasa enak. Kenyalnya pas dan manisnya juga tidak berlebihan,” kata dia.</p>
<p>Lebih lanjut, Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus mendorong pengembangan usaha kuliner tradisional, termasuk Dodol Nyak Mai. Dukungan tersebut dapat berupa modernisasi peralatan produksi tanpa menghilangkan nilai tradisional yang menjadi ciri khasnya.</p>
<p>“Harapannya dilakukan modernisasi, tetapi jangan sampai yang tradisionalnya hilang. Justru di situlah kekhasan dan keunggulannya,” ujar Pramono.</p>
<p>Ia juga menyatakan Pemprov DKI siap memberikan dukungan, termasuk melalui bantuan peralatan produksi serta penguatan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).</p>
<p>“Nanti saya minta Kepala Dinas UMKM untuk mempelajari ini dan menyiapkan dukungan yang diperlukan. Hal seperti ini memang perlu pemerintah daerah turun tangan agar para pelaku usaha menjadi lebih berdaya,” kata dia.</p>
<p>Selain itu, Pramono mendorong agar kuliner khas Betawi memiliki kemasan dan strategi pemasaran yang lebih menarik sehingga dapat menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Jakarta.</p>
<p>Ia bahkan berencana menjadikan Dodol Nyak Mai sebagai salah satu sajian dalam berbagai acara resmi di Balai Kota.</p>
<p>“Kuliner Betawi sebenarnya banyak yang enak, tetapi belum dipasarkan dengan baik. Kita perlu membuat kemasan yang lebih menarik agar siapa pun yang datang ke Jakarta bisa mencoba dodol ini,” tutur Pramono.</p>
<p>Dodol Betawi dikenal sebagai “kue gotong royong” karena proses pembuatannya biasanya dilakukan secara bersama-sama dalam jumlah besar. Tanpa menggunakan bahan pengawet, dodol tradisional ini dapat bertahan sekitar dua hingga tiga minggu jika disimpan dengan baik.</p>
<p>Sebagai salah satu kuliner legendaris Betawi, Dodol Nyak Mai tidak hanya menjadi simbol kekayaan budaya, tetapi juga berperan dalam mendukung ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di Jakarta.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Fauzi Bowo mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap pelestarian budaya Betawi, khususnya di kawasan Setu Babakan.</p>
<p>“Atas nama masyarakat Betawi, khususnya di Setu Babakan, saya mengucapkan terima kasih karena perhatian Gubernur Pramono begitu besar. Saat ini juga sedang dilakukan perbaikan jalan di sekitar situ yang akan menambah kenyamanan pengunjung,” kata Foke.</p>
<p>Menurut dia, dodol merupakan bagian penting dari tradisi kuliner Betawi yang banyak dijumpai di Setu Babakan.<br />
“Dodol ini merupakan bagian dari budaya kuliner Betawi. Dengan kegiatan ini, Gubernur Pramono ikut mempromosikan kuliner Betawi,” ujar Foke.</p>
<p>Sumber: kabarbetawi.com</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/03/siaranpers_pemprov_dki-20260306150909_xc7417_616-920x425.jpeg" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
