<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pondok Pesantren Nuu Waar &#8211; FWJI News</title>
	<atom:link href="https://fwjinews.com/tag/pondok-pesantren-nuu-waar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<description>Forum Wartawan Jaya Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Dec 2024 03:42:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://fwjinews.com/go/wp-content/uploads/2025/08/cropped-fwji-32x32.png</url>
	<title>Pondok Pesantren Nuu Waar &#8211; FWJI News</title>
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pondok Pesantren Nuu Waar AFKN Perkuat Tradisi Belajar Kitab Kuning</title>
		<link>https://fwjinews.com/pondok-pesantren-nuu-waar-afkn-perkuat-tradisi-belajar-kitab-kuning/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2024 03:42:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JABOTABEK]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren Nuu Waar]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren Nuu Waar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=80179</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS, BEKASI &#8211; Belajar kitab kuning merupakan tradisi banyak pesantren di Indonesia yang berlansung bertahun-tahun.&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a><strong>, BEKASI</strong> &#8211; Belajar kitab kuning merupakan tradisi banyak pesantren di Indonesia yang berlansung bertahun-tahun. Para santri diajarkan cara baca dan mengkaji kitab kuning.</p>
<p>Tradisi belajar kitab kuning juga dilakukan di Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.</p>
<p>Mudir Ponpes Nuu Waar Ustaz Abdul Khaliq, SQ, MA mengatakan belajar kitab kuning merupakan program unggulan di ponpes pimpinan KH MZ Fadzlan Rabbani Garamatan ini.</p>
<p>&#8220;Pimpinan Ponpes ingin para santri menguasai kitab kuning. Memang unggulan kita disamping tahfizul Quran juga unggulan kitab kuning. Bisa baca kitab,&#8221; ungkap Ustaz Khaliq, Rabu (11/12/2024).</p>
<p>Menurut Ustaz Khaliq, program belajar kitab kuning sangat penting. &#8220;Santri ya harus kuasai kitab kuning,&#8221; ujar Ustaz Khaliq.</p>
<p>Untuk jadwal belajar, santri ikhwan ada dua sesi dalam sehari. Yakni bakda Zuhur dan bakda Ashar.</p>
<p>&#8220;Untuk santri Ikhwan persesi sekitar 40 menit,&#8221; jelas Ustaz Khaliq, alumnus Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta ini.</p>
<p>Sementara untuk santri akhwat, belajar kitab kuning setiap Sabtu.</p>
<p>Adapun target belajar kitab kuning adalah menghafal matan Kitab Jurumiyah, menghafal matan Kitab Amsilatul Jadid, mempelajari matan Kitab Jurumiyah dan Amsilatul Jadid.</p>
<p>Kemudian mempelajari Kitab Syarah Dahlan dan Syarah Kailani, mempelajari I&#8217;robul Qur&#8217;an juz 30, 29, 2, praktik baca Kitab Fiqih: Fathul Qorib dan Kitab Fathul Mu&#8217;in, dan praktik baca Kitab Tafsir Jalalain juz 30, 29, 28.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://static.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/750x500/webp/photo/p1/97/2024/12/11/IMG-20241211-WA0034-2885369217.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>6.000 Kali Khatam Alquran, Begini Metode yang Dilakukan Pesantren Nuu Waar AFKN</title>
		<link>https://fwjinews.com/6-000-kali-khatam-alquran-begini-metode-yang-dilakukan-pesantren-nuu-waar-afkn/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Mar 2024 10:27:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JABOTABEK]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren Nuu Waar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=66820</guid>

					<description><![CDATA[BEKASI &#8211; Khatamul Quran adalah program unggulan Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>BEKASI</strong></a> &#8211; Khatamul Quran adalah program unggulan Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Program ini diselenggarakan setiap Ramadhan.</p>
<p>Menurut Mudir Pesantren Nuu Waar AFKN Ustaz Abdul Khalik, SQ, MA pada pelaksanaan Ramadhan 1445 Hijriah menargetkan 6.000 kali khatam Alquran.</p>
<p>Untuk mencapai target itu, pihak Pesantren Nuu Waar menggunakan sistem halaqah. Setiap halaqah beranggotakan 10 hingga 20 santri yang sudah lancar membaca Alquran.</p>
<p>&#8220;Halaqah itu berdasarkan jumlah juz Alquran. Ada juz satu, juz dua, sampai juz 30. Jadi ada halaqah juz satu, ada halaqah juz dua, ada halaqah juz tiga sampai halaqah juz 30,&#8221; ungkap Ustaz Khalik, Selasa (26/3/2024).</p>
<p>Ustaz Khalik menjelaskan setiap hari santri ditargetkan membaca satu juz Alquran yang telah ditetapkan sebanyak 20 kali.</p>
<p>&#8220;Misalnya juz satu dibaca 20 kali. Juz dua dibaca 20 kali. Sampai juz 30 dibaca 20 kali,&#8221; jelas Ustaz Khalik yang merupakan alumnus Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta.</p>
<p>Untuk memuluskan target, lanjut Ustaz Khalik, maka selama Ramadhan tidak ada KBM lain selain membaca Alquran. &#8220;Dalam sehari Allah berikan waktu 24 jam, kita ambil 15 jam untuk membaca Alquran,&#8221; ujar Ustaz Khalik.</p>
<p>Adapun rinciannya, bakda Subuh santri wajib baca dua kali. Pukul 08.00 sampai 11.30 WIB tujuh kali baca. Bakda Zuhur hingga jam 14.00 baca tiga kali. Bakda Ashar tiga kali. Bakda Magrib dua kali. Kemudian bakda Isya tiga kali.</p>
<p>&#8220;Panitia akan mengecek, apakah sudah 20 kali dalam sehari. Kalau masih kurang, tambah lagi jamnya. Yang terpenting adalah guru mengawasi,&#8221; kata Ustaz Khalik.</p>
<p>Dari halaqah-halaqah juz tersebut, dalam satu hari santri Nuu Waar AFKN mampu khatam Alquran sebanyak 200 kali.</p>
<p>&#8220;Dikalikan 30 hari, maka hasilnya 6.000 kali khatam dalam sebulan. Kalau bacaannya lebih cepat target nya lebih cepat terpenuhi,&#8221; jelas Ustaz Khalik.</p>
<p>Untuk diketahui, Pondok Pesantren Nuu Waar AFKN yang didirikan dai pedalaman asal Fakfak, Papua Barat KH MZ Fadzlan R Garamatan memberikan beasiswa penuh kepada para santri dan santriwati dari kawasan timur Indonesia. Pesantren Nuu Waar AFKN fokus pada program Tahfidz Quran yang nantinya para santri selesai lulus kembali ke kampung halaman untuk berdakwah Alquran.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://ummattv.id/storage/temp/public/930/d73/e9d/thumb__600_0_0_0_auto__600.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Pondok Pesantren Nuu Waar AFKN Telah Luluskan 6000 Santri</title>
		<link>https://fwjinews.com/pondok-pesantren-nuu-waar-afkn-telah-luluskan-6000-santri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jan 2024 04:45:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JABOTABEK]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren Nuu Waar]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=64451</guid>

					<description><![CDATA[Meski beragam profesi tetapi santri lulusan Ponpes Nuu Waar AFKN dituntut untuk tetap berdakwah di mana pun]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://www.depokpos.com/">BEKASI</a></strong> &#8211; Sejak berdiri pada 1999 silam, Pondok Pesantren (Ponpes) Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) yang berlokasi di Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat telah meluluskan 6000 lebih santri. Para santri tersebut sebagian besar berasal dari kawasan Indonesia timur, seperti Papua, Maluku, Sulawesi, maupun NTT.</p>
<p>Humas Ponpes Nuu Waar AFKN, Ustaz Muhammad Jufri Halim mengatakan santri yang telah lulus kini kembali ke daerah asal mereka.</p>
<p>“Mereka mengabdi membangun daerahnya. Ada yang jadi dai, guru, tenaga kesehatan, bidan, dokter, PNS, polisi, tentara, dan lain-lain,” ujar Ustaz Jufri, Sabtu (27/1/2024).</p>
<p>Diungkapkan Ustaz Jufri, meski beragam profesi tetapi santri lulusan Ponpes Nuu Waar AFKN dituntut untuk tetap berdakwah di mana pun.</p>
<p>“Selepas bekerja, mereka biasa mengajar ngaji, mengajarkan shalat, mengajarkan bekam,” kata Ustaz Jufri.</p>
<p>Menurut Ustaz Jufri, KH. MZ Fadzlan R Garamatan sebagai Pimpinan Ponpes Nuu Waar AFKN yang juga dai asal Papua selalu mengamati kebutuhan masyarakat pedalaman Papua. Misalnya di daerah pedalaman Papua membutuhkan bidan, dokter dan tenaga kesehatan.</p>
<p>“Maka Ustaz Fadzlan di sana akan mencari calon santri yang bercita-cita ingin jadi tenaga kesehatan. Disekolahkan jurusan kesehatan hingga lulus di Pulau Jawa. Setelah lulus, baru kita kembalikan lagi ke daerahnya,” jelas Ustaz Jufri yang juga lulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Esa Unggul Jakarta.</p>
<p>Soal biaya, lanjut Ustaz Jufri, ditanggung seluruhnya oleh Ponpes Nuu Waar AFKN. “Mulai dari tiket pesawat, pakaian, fasilitas lainnya kita biayai,” ujar Ustaz Jufri.</p>
<p>Dikatakan Ustaz Jufri, setiap tahun Ponpes Nuu Waar AFKN menerima 500-600 calon santri dari Papua dan kawasan Indonesia timur lainnya.</p>
<p>“Untuk beberapa tahun belakangan ini kami fokus santri usia SD,” kata Ustaz Jufri.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
