<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pesantren Nuu Waar &#8211; FWJI News</title>
	<atom:link href="https://fwjinews.com/tag/pesantren-nuu-waar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<description>Forum Wartawan Jaya Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Jan 2025 07:15:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://fwjinews.com/go/wp-content/uploads/2025/08/cropped-fwji-32x32.png</url>
	<title>Pesantren Nuu Waar &#8211; FWJI News</title>
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kunjungi Pesantren Nuu Waar di Bekasi, Pj Wali Kota Baubau: Semoga Barokah untuk Negeri</title>
		<link>https://fwjinews.com/kunjungi-pesantren-nuu-waar-di-bekasi-pj-wali-kota-baubau-semoga-barokah-untuk-negeri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jan 2025 07:15:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JABOTABEK]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren Nuu Waar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=82627</guid>

					<description><![CDATA[Pj Wali Kota Baubau Dr. H. Muhammad Rasman Manafi, SP, M.Si berkesempatan mengunjungi Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) Setu, Kabupaten Bekasi]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>BEKASI</strong></a> &#8211; Penjabat (Pj) Wali Kota Baubau Dr. H. Muhammad Rasman Manafi, SP, M.Si berkesempatan mengunjungi Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/1/2025).</p>
<p>Kedatangan Rasman Manafi disambut oleh Pimpinan Ponpes Nuu Waar AFKN KH MZ Fadzlan Rabbani Garamatan. Ia turut mengikuti shalat Jumat berjemaah di Masjid Agung Nuu Waar bersama ratusan santri.</p>
<p>Selepas shalat Jumat, kepada jemaah Rasman berbagi cerita tentang kiprah di pemerintahan. Sebelum diangkat menjadi Pj Wali Kota Baubau, Rasman pernah menjabat di beberapa instansi pemerintah.</p>
<p>&#8220;Saya kerja di Jakarta ikut Pak Habibi. Sejak Presiden Jokowi saya sudah bertugas Kemenko Kemaritiman dan Investasi, besama Bapak Luhut Binsar Pandjaitan. Bertugas juga di Kemenko Pangan bersama Zulkifli Hasan,&#8221; ungkap pria kelahiran Kendari, Sulawesi Tenggara.</p>
<p>Sejak masa kuliah, dunia pesantren bagi Rasman bukan ranah baru. Ketika sedang ada masalah menghadang, Rasman mengaku sering menyepi di pesantren.</p>
<p>&#8220;Saya biasa sering menyepi di pesantren. Cari teman-teman yang bisa saya mengakses pesantren. Sudah saya di situ. Satu dua hari saja,&#8221; cerita Rasman.</p>
<p>Ketika pertama mengunjungi Pondok Pesantren Nuu Waar, Rasman merasa takjub. Apalagi suasana Ponpes Nuu Waar jauh dari keramaian.</p>
<p>&#8220;Saya takjub pertama kali berkunjung ke sini. Wuih, ini tempatnya cocok untuk tempat menyepi,&#8221; ujar Rasman.</p>
<p>Rasman mendoakan Pondok Pesantren Nuu Waar AFKN dapat menjadi pendorong bagi kemajuan bangsa. &#8220;Semoga ini bisa menjadi barokah untuk negeri kita,&#8221; tegas Rasman.</p>
<p>Pada kesempatan ini, Rasman acara langsung memberikan donasi untuk kebutuhan para santri kepada KH Fadzlan Garamatan.</p>
<p>Kiai Fadzlan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pj Wali Kota Baubau yang telah berkunjung ke Ponpes Nuu Waar ditengah kesibukan.</p>
<p>Tak lupa Kiai Fadzlan dan para santri mendoakan keberkahan dan keselamatan kepada Pj Wali Kota Baubau dan keluarga. Kiai Fadzlan berharap kedepan ada perwakilan dari Baubau yang belajar di Ponpes Nuu Waar.</p>
<p>&#8220;Minimal menitip anak SD lima puluh orang tahun ajaran baru supaya ditempatkan di sini,&#8221; ujar Kiai Fadzlan.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sekretaris MUI Fakfak Beri Motivasi kepada Santri Nuu Waar di Bekasi</title>
		<link>https://fwjinews.com/sekretaris-mui-fakfak-beri-motivasi-kepada-santri-nuu-waar-di-bekasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 05:41:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JABOTABEK]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren Nuu Waar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=81723</guid>

					<description><![CDATA[BEKASI &#8211; Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Fakfak, Papua Barat Ustaz Aslan Bukhari Mahubessi berkesempatan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>BEKASI</strong></a> &#8211; Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Fakfak, Papua Barat Ustaz Aslan Bukhari Mahubessi berkesempatan memberikan motivasi kepada para santri Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.</p>
<p>Ustaz Aslan memberikan motivasi saat pembukaan Ujian Tahfidz Metode Askara Pondok Pesantren Nuu Waar, Selasa (31/12/2024).</p>
<p>Dikatakan Ustaz Aslan, para santri Nuu Waar yang sebagian besar berasal dari wilayah Indonesia Timur harus bangga belajar menjadi penghafal Alquran.</p>
<p>&#8220;Seorang anak yang sudah menghafal Alquran itu sudah memberi garansi, tiket ke surga kepada orang tua,&#8221; ujar Ustaz Aslan kepada para santri.</p>
<p>Menurut Ustaz Aslan, di Fakfak banyak generasi muda yang belum bisa membaca Alquran. Sehingga ketika dewasa, dan orangtuanya wafat, sang anak tidak bisa membacakan Alquran.</p>
<p>&#8220;Di Fakfak, banyak orang tua yang meninggal tapi anaknya tidak bisa baca Alquran. Tidak bisa baca yasinan. Akhirnya mencari orang lain untuk membacakan yasin,&#8221; kata Ustaz Aslan.</p>
<p>Sama dengan kota lain di Indonesia, di Fakfak generasi muda banyak yang terpapar bahaya gadget. Berbeda dengan di Ponpes Nuu Waar, sangat mendukung untuk belajar Islam. Karena santri tidak diperkenankan menggunakan gadget.</p>
<p>Ustaz Aslan berpesan agar para santri terus melanjutkan belajar Islam di Ponpes Nuu Waar. &#8220;Jangan keluar sebelum lulus dari pesantren ini. Saya ingin sampaikan kepada adik-adik, tidak bisa membaca Alquran, kuburannya gelap. Ditemani cacing,&#8221; ujar Ustaz Aslan.</p>
<p>Dikatakan Ustaz Aslan, Alquran dapat memberikan syafaat di dalam kubur. Alquran sebagai jalan hidup. Alquran sebagai tuntutan.</p>
<p>Ustaz Aslan kembali menyinggung kondisi keagamaan di Fakfak. Saat ini, di Fakfak krisis alim ulama.</p>
<p>&#8220;Kita ingin menyusun jadwal khatib saja susah.<br />
Sampai orang yang belum lancar baca Alquran kita minta jadi khatib. Meski di atas mimbar terbata-bata,&#8221; cerita Ustaz Aslan.</p>
<p>Untuk itu, Ustaz Aslan berharap, dari Ponpes Nuu Waar lahir calon-calon alim ulama yang akan berdakwah di Fakfak dan wilayah Papua lainnya.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.askara.co/assets/images/news/2025/01/20250101121141_normal.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Pondok Pesantren Nuu Waar AFKN Perkuat Tradisi Belajar Kitab Kuning</title>
		<link>https://fwjinews.com/pondok-pesantren-nuu-waar-afkn-perkuat-tradisi-belajar-kitab-kuning/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2024 03:42:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JABOTABEK]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren Nuu Waar]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren Nuu Waar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=80179</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS, BEKASI &#8211; Belajar kitab kuning merupakan tradisi banyak pesantren di Indonesia yang berlansung bertahun-tahun.&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a><strong>, BEKASI</strong> &#8211; Belajar kitab kuning merupakan tradisi banyak pesantren di Indonesia yang berlansung bertahun-tahun. Para santri diajarkan cara baca dan mengkaji kitab kuning.</p>
<p>Tradisi belajar kitab kuning juga dilakukan di Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.</p>
<p>Mudir Ponpes Nuu Waar Ustaz Abdul Khaliq, SQ, MA mengatakan belajar kitab kuning merupakan program unggulan di ponpes pimpinan KH MZ Fadzlan Rabbani Garamatan ini.</p>
<p>&#8220;Pimpinan Ponpes ingin para santri menguasai kitab kuning. Memang unggulan kita disamping tahfizul Quran juga unggulan kitab kuning. Bisa baca kitab,&#8221; ungkap Ustaz Khaliq, Rabu (11/12/2024).</p>
<p>Menurut Ustaz Khaliq, program belajar kitab kuning sangat penting. &#8220;Santri ya harus kuasai kitab kuning,&#8221; ujar Ustaz Khaliq.</p>
<p>Untuk jadwal belajar, santri ikhwan ada dua sesi dalam sehari. Yakni bakda Zuhur dan bakda Ashar.</p>
<p>&#8220;Untuk santri Ikhwan persesi sekitar 40 menit,&#8221; jelas Ustaz Khaliq, alumnus Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta ini.</p>
<p>Sementara untuk santri akhwat, belajar kitab kuning setiap Sabtu.</p>
<p>Adapun target belajar kitab kuning adalah menghafal matan Kitab Jurumiyah, menghafal matan Kitab Amsilatul Jadid, mempelajari matan Kitab Jurumiyah dan Amsilatul Jadid.</p>
<p>Kemudian mempelajari Kitab Syarah Dahlan dan Syarah Kailani, mempelajari I&#8217;robul Qur&#8217;an juz 30, 29, 2, praktik baca Kitab Fiqih: Fathul Qorib dan Kitab Fathul Mu&#8217;in, dan praktik baca Kitab Tafsir Jalalain juz 30, 29, 28.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://static.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/750x500/webp/photo/p1/97/2024/12/11/IMG-20241211-WA0034-2885369217.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Perdana, Khotbah Jumat di Masjid Agung Nuu Waar Setu Berbahasa Arab</title>
		<link>https://fwjinews.com/perdana-khotbah-jumat-di-masjid-agung-nuu-waar-setu-berbahasa-arab/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Oct 2024 03:02:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JABOTABEK]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren Nuu Waar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=77205</guid>

					<description><![CDATA[BEKASI &#8211; Ada hal berbeda pada pelaksanaan shalat Jumat di Masjid Agung Nuu Waar Setu,&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BEKASI</strong> &#8211; Ada hal berbeda pada pelaksanaan shalat Jumat di Masjid Agung Nuu Waar Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Jumat (18/10/2024).</p>
<p>Khotbah Jumat di Masjid yang berada satu lingkungan Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFK) ini biasanya berbahasa Indonesia. Namun, kali ini khatib menyampaikan khotbah berbahasa Arab penuh.</p>
<p>Ya, mulai Jumat (18/10/2024) pekan ini khotbah shalat Jumat di Masjid Agung Nuu Waar berbahasa Arab. Edisi perdana khotbah Jumat berbahasa Arab disampaikan oleh Muhammad Raihan (15), santri Nuu Waar kelas 10 SMA.</p>
<p>Santri asal Makassar, Sulawesi Selatan ini menyampaikan materi khotbah tentang pentingnya berbahasa Arab bagi umat Islam.</p>
<p>Dikatakan Raihan, belajar bahasa Arab penting agar dapat memahami ajaran Islam. Raihan lantas mengutip pernyataan Umar bin Khattab.</p>
<p>“Belajarlah bahasa Arab, karena bahasa Arab adalah sebagian dari agama kalian,” kata Raihan dengan berbahasa Arab.</p>
<p>Ditemui usai shalat Jumat, Raihan mengaku senang telah menyelesaikan tugas sebagai khatib. “Senang, karena ini perdana khotbah Jumat pakai bahasa Arab,” ujar Raihan.</p>
<p>Meski penyampaian khotbah berlangsung lancar, tetapi Raihan mengaku sedikit grogi beberapa saat jelang naik mimbar.</p>
<p>“Sedikit grogi tadi. Alhamdulillah bisa teratasi,” jelas Raihan.</p>
<p>Menurut Raihan, persiapan khotbah Jumat berbahasa Arab dilakukan selama sepekan. Materi khotbah disiapkan oleh guru.</p>
<p>“Persiapan satu pekan. Tidak ada kesulitan, karena bahasanya yang sering dipelajari,” kata Raihan.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Bahasa Ponpes Nuu Waar Ustaz Khoiruddin Ihsan mengatakan khotbah Jumat berbahasa Arab salah satu program untuk melatih dan meningkatkan kemampuan santri berbahasa asing.</p>
<p>“Ini salah satu program kami agar para santri terampil berbahasa Arab. Pimpinan Ponpes Ustaz Fadzlan Garamatan menginginkan agar santri Nuu Waar memiliki kemampuan berbahasa asing, bahasa internasional,” ungkap Ustaz Khoiruddin.</p>
<p>Kemampuan bahasa Arab, lanjut Ustaz Khoiruddin, harus dimiliki santri. Mengingat aktivktas keseharian santri adalah belajar Islam.</p>
<p>“Orang Islam harus paham bahasa Arab. Paling tidak dia paham apa yang dibaca saat shalat, mengerti doa yang dibaca,” jelas Ustaz Khoiruddin.</p>
<p>Ustaz Khoiruddin menegaskan, mempelajari dan memahami bahasa Arab bagian dari berislam. “Bahasa Arab itu kan bahasa Nabi. Bahasa Tuhan, bahasa Quran. Bahasa Arab adalah sebagian dari agama. Bagaimana bisa mempelajari Islam wong bahasa Arab saja tidak bisa,” ujar Ustaz Khoiruddin.</p>
<p>Menurut Ustaz Khoiruddin, setiap santri yang bertugas menjadi khatib Jumat dibekali dengan materi khotbah, dilatih intonasi serta mimik wajah. Santri betul-betul dilatih public speaking.</p>
<p>“Materi khotbah berbahasa Arab kami siapkan. Materinya sederhana dan mudah dipahami santri,” kata Ustaz Khoiruddin mengakhiri.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRTGkYh-uq4de7G9ywfQz3vbnjYetSQuzGwvJiMwrR1e-kyd6shzoPA6JU&#038;s=10" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
