<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mobil Listrik &#8211; FWJI News</title>
	<atom:link href="https://fwjinews.com/tag/mobil-listrik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<description>Medianya Orang Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 May 2026 11:40:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://fwjinews.com/go/wp-content/uploads/2026/11/cropped-Screenshot_2026-11-06-10-40-21-00_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12-32x32.jpg</url>
	<title>Mobil Listrik &#8211; FWJI News</title>
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wajib Tahu! Biaya Ganti Baterai Mobil Listrik Jaecoo Tembus Rp174 Juta</title>
		<link>https://fwjinews.com/wajib-tahu-biaya-ganti-baterai-mobil-listrik-jaecoo-tembus-rp174-juta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ADMIN]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2026 11:40:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Otomotif]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil Listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=99881</guid>

					<description><![CDATA[Komponen baterai merupakan komponen utama sekaligus bagian termahal pada mobil listrik]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahbogor.com/go/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Belakangan, minat terhadap mobil listrik memang semakin meningkat, namun masih banyak konsumen yang belum memahami berapa besar biaya perawatan hingga penggantian baterai masih menjadi perhatian utama konsumen.</p>
<p>Yang harus dipahami, komponen baterai merupakan komponen utama sekaligus bagian termahal pada mobil listrik.</p>
<p>Pabrikan Jaecoo, sebagai salah satu merek yang mulai meramaikan pasar Indonesia, membuka gambaran terkait biaya perbaikan atau penggantian baterai pada lini produknya.</p>
<p>Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohammad Ilham Pratama, mengatakan bahwa biaya baterai berbeda tergantung kapasitas dan jenis kendaraan.</p>
<p>“J7 SHS sekitar Rp 106 juta untuk kapasitas 18,3 kWh, J8 SHS Rp 160 juta dengan 34,4 kWh, dan J5 EV Rp 174 juta dengan kapasitas 60,9 kWh,” ujar Ilham, seperti dilansir Kompas.com, Rabu (6/5/2026).</p>
<p>Ilham menyebut, harga tersebut masih di luar pajak pertambahan nilai (PPN).</p>
<p>Selain itu, proses penggantian baterai harus dilakukan secara satu paket (pack), bukan per modul.</p>
<p>Lebih lanjut, Ilham menjelaskan bahwa sistem pada mobil listrik Jaecoo sudah dilengkapi indikator untuk mendeteksi potensi kerusakan baterai.</p>
<p>Jika terjadi masalah, maka akan muncul peringatan pada panel instrumen kendaraan.</p>
<p>Baterai merupakan komponen vital pada mobil listrik yang berperan sebagai sumber utama energi penggerak.</p>
<p>Oleh karena itu, kondisi baterai perlu dijaga agar performa kendaraan tetap optimal.</p>
<p>Dengan adanya transparansi biaya seperti ini, diharapkan konsumen bisa memiliki gambaran lebih jelas terkait biaya kepemilikan mobil listrik, khususnya dalam hal perawatan dan penggantian baterai.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://imgx.gridoto.com/crop/0x0:1820x1080/360x240/filters:watermark(file/2017/gridoto/img/watermark_thumb.png,5,5,60)/photo/2024/05/05/dsc09917jpeg-20240505080836.jpeg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pesatnya Perkembangan Mobil Listrik dan Dampaknya Terhadap Industri Otomotif</title>
		<link>https://fwjinews.com/pesatnya-perkembangan-mobil-listrik-dan-dampaknya-terhadap-industri-otomotif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ADMIN]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 12:11:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Industri]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil Listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=95635</guid>

					<description><![CDATA[Oleh Anis rahmawati, mahasiswa sarjana Teknik Industri Universitas Pamulang]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahbogor.com/go/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Perkembangan industri mobil litrik dalam beberapa tahun terakhir menunjukan laju yang sangat pesat dan sulit diabaikan.</p>
<p>Kemdaraan mobil listrik tidak lagi dipandang seabagi produk masa depan, melainkan telah menjadi bagian nyata dari transformasi industri otomotif global.</p>
<p>Perubahan ini bukan hanya soal pergantian sumber energi dari bahan bakar fosil ke listrik, tetapi juga menandai pergeseran besar dalam pola produksi, teknologi, dan struktur industri otomotif secara keseluruhan.</p>
<p>Pesatnya pertumbuhan indutri mobil listrik didorong oleh beberapa faktor utama.</p>
<p>Pertama, meningkatnya kesadaran global terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim. Industri otomotif konvosialnal sebagai penyumbang emisi karbon terbesar. Mobil listrik hadir sebgai solusi alternatif yang dianggap lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung.</p>
<p>Kedua, kemajuan teknologi menjadi pendorong utama berkembanya mobil listrik. Inovasi pada baterai, sisitem manajemen energi, dan perangkat lunak kendaraan membuat mobil listrik semakin efisien, ,memiliki jarak tempuh lebih jauh, serta biaya operasional yang lebih rendah.</p>
<p>Dalam konteks industri, hal ini mendorong perusahaan otomotif untuk berinvestasi besar pada riset dan perkebembangan, sekalgus mengubah strategi yang selama puluhan tahun bertumpu pada mesin pembakaran dalam.</p>
<p>Namun, pesatnya perkembangan industri mobil listrik juga membawa dampak signifikan bagi industri otomotif konvosional.</p>
<p>Banyak produsen kendaraan bebasis bahan bakr fosil menghadapi tantangan besar untuk beradaptasi. Komponen mesin mobil listrik yang lebih sederhana dibandingkan mesin konvensional berpotensi menurangi kebutuhan tenaga kerja di sektor tertentu, seperti manufaktur mesin dan sistem transmisi.</p>
<p>Di sisi lain, muncul kebutuhan baru akan tenaga kerja yang menguasai teknologi kelistrikan, elektronika, dan perangkat lunak, sehingga menuntut perubahan besar dalam pengembangan sumber daya manusia industri otomotif.</p>
<p>Pesatnya perkembangan industri mobil listrik seharusnya dipahami sebagai momentum strategis bagi industri otomotif untuk melakukan transformasi, bukan sebagai ancaman terhadap keberlangsungan industri konvensional.</p>
<p>Perubahan ini juga menuntut kemampuan adaptasi yang tinggi dari pelaku industri, khususnya dalam hal inovasi teknologi, investasi riset dan pengembangan, serta penerapan prinsip keberlanjutan.</p>
<p>Industri otomotif yang yang mampu merespons perubahan tersebut secara proaktif berpeluang mempertahankan daya saingnya di tengah dinakmika pasar global, sementara ketidakmampuan untuk beradaptasi dapat berujung pada penurunan relevansi dan posisi kompetitif.</p>
<p>Perkembangan industri mobil listrik menjadi peluang strategis untuk memperkuat daya saing industri otomotif nasional, terutama melalui pemanfaatan sumber daya mineral dan pengembangan teknologi dalam negeri.</p>
<p>Namun, peluang tersebut hanya dapat diwujudkan apabila didukung oleh kebijakan yang konsisten, kesiapan sumber daya manusia, serta komitmen terhadap pembangunan industri yang berkelanjutan.</p>
<p><em>Anis rahmawati, mahasiswa sarjana Teknik Industri Universitas Pamulang</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://moladin.com/wp-content/uploads/2024/01/daftarmobillistrikterlaris-Indonesia-1.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
