<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MBG &#8211; FWJI News</title>
	<atom:link href="https://fwjinews.com/tag/mbg/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<description>Forum Wartawan Jaya Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 May 2025 02:57:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://fwjinews.com/go/wp-content/uploads/2025/08/cropped-fwji-32x32.png</url>
	<title>MBG &#8211; FWJI News</title>
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menakar Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis di Depok: Tantangan dan Tolak Ukur Keberhasilan</title>
		<link>https://fwjinews.com/menakar-keberhasilan-program-makan-bergizi-gratis-di-depok-tantangan-dan-tolak-ukur-keberhasilan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2025 02:57:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=86700</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Arvan Sasongko Pembina Teknis Perbendaharaan Negara Mahir, Ditjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan Program Makan Bergizi&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Arvan Sasongko</strong></em><br />
<em><strong>Pembina Teknis Perbendaharaan Negara Mahir, Ditjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan</strong></em></p>
<p>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai diterapkan di berbagai wilayah, termasuk Kota Depok, merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah dasar. Meski maksudnya mulia, pelaksanaan di lapangan masih menemui banyak kendala, khususnya dalam hal pengukuran hasil dan dampaknya.</p>
<h3>Tantangan di Lapangan</h3>
<p>Salah satu tantangan yang mencolok adalah soal ketimpangan distribusi. Sejauh ini, baru Kecamatan Tapos yang sudah memiliki dapur umum untuk mendukung program ini. Kecamatan lain masih belum kebagian, terutama karena keterbatasan lahan dan jumlah penerima manfaat yang belum memenuhi kriteria teknis dari pusat.</p>
<p>Permasalahan lain muncul dari mekanisme pembiayaan yang mengharuskan mitra penyedia menggunakan dana pribadi terlebih dahulu sebelum diganti oleh pemerintah. Skema reimburse ini menimbulkan beban tersendiri bagi para pelaksana, yang tidak semuanya mampu menalangi biaya di awal.</p>
<p>Di sisi penerima, ada keluhan dari siswa tentang kualitas dan variasi menu. Meski disesuaikan dengan budaya dan selera lokal, banyak anak merasa makanan yang diberikan kurang enak atau membosankan, sehingga tidak habis dikonsumsi.</p>
<p>Lebih lanjut, ketiadaan sistem pemantauan dan evaluasi yang sistematis membuat sulit mengetahui sejauh mana program ini berdampak pada status gizi dan prestasi belajar anak-anak.</p>
<h3>Perlu Tolak Ukur yang Jelas</h3>
<p>Agar program ini tidak hanya berjalan di atas kertas, perlu ditetapkan tolak ukur keberhasilan yang terstruktur, baik dalam jangka pendek (output) maupun jangka panjang (outcome). Berikut beberapa indikator yang bisa dipertimbangkan:</p>
<h4>Capaian Teknis (Output):</h4>
<ul>
<li>Total porsi makanan yang didistribusikan setiap hari</li>
<li>Jumlah siswa yang menerima makanan sesuai target wilayah dan usia</li>
<li>Kesesuaian makanan dengan standar gizi dan sanitasi</li>
<li>Jumlah sekolah yang telah menjadi bagian dari program</li>
</ul>
<h4>Dampak Nyata (Outcome):</h4>
<ul>
<li>Penurunan jumlah anak dengan masalah gizi seperti stunting atau kurang gizi</li>
<li>Peningkatan kehadiran siswa dan fokus belajar di kelas</li>
<li>Persepsi dan kepuasan orang tua serta siswa terhadap kualitas program</li>
<li>Meningkatnya kesadaran anak-anak terhadap pentingnya makanan bergizi</li>
</ul>
<h3>Tantangan Dalam Pengukuran Output dan Outcome</h3>
<p><strong>Koordinasi Pusat-Daerah yang Terbatas</strong><br />
Ketidaksinkronan antara kebijakan pusat dan implementasi di daerah menyebabkan pelaksanaan yang tidak merata. Misalnya, dapur umum hanya ada di Kecamatan Tapos, sementara wilayah lain belum tersentuh program karena kendala teknis dan administratif.</p>
<p><strong>Keterbatasan Pendanaan dan Sistem Reimburse</strong><br />
Mitra penyedia makanan harus menanggung biaya awal sebelum diganti oleh pemerintah. Sistem reimburse ini tidak hanya menyulitkan mitra tetapi juga menyulitkan pengumpulan data output seperti jumlah porsi yang benar-benar tersalurkan setiap hari.</p>
<p><strong>Kualitas dan Variasi Menu</strong><br />
Meski menunya disesuaikan dengan budaya lokal, keluhan mengenai rasa dan monotoninya menu muncul dari siswa. Hal ini berpengaruh terhadap efektivitas program karena anak yang tidak menyukai menu cenderung tidak mengonsumsi makanan bergizi yang disediakan.</p>
<p><strong>Ketiadaan Sistem Monitoring dan Evaluasi yang Komprehensif</strong><br />
Belum ada sistem terpadu untuk melacak distribusi makanan, tingkat konsumsi, serta perubahan status gizi anak penerima manfaat secara berkala. Ini menyebabkan sulitnya mengukur dampak jangka panjang (outcome) dari program.</p>
<p><strong>Kurangnya Pelibatan Penerima Manfaat</strong><br />
Anak-anak dan orang tua belum secara sistematis dilibatkan dalam evaluasi program. Padahal, keterlibatan mereka penting untuk mengukur kepuasan, persepsi, dan dampak perilaku konsumsi makanan bergizi.</p>
<h3>Libatkan Warga Dalam Evaluasi</h3>
<p>Agar pelaksanaan program MBG di Depok berjalan optimal, penting untuk melibatkan masyarakat secara aktif, mulai dari orang tua, pihak sekolah, hingga siswa sendiri. Penilaian dari mereka yang langsung merasakan dampaknya akan lebih jujur dan objektif dibandingkan laporan administratif semata.</p>
<p>Jika berbagai persoalan di atas tidak segera diselesaikan, bukan tidak mungkin program MBG hanya menjadi formalitas tanpa memberikan dampak yang berarti bagi anak-anak Depok. Padahal, tujuan utamanya sangat strategis: menciptakan generasi masa depan yang sehat dan cerdas.</p>
<p><em>Tulisan ini adalah opini pribadi penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2025/01/06/677bda915a084-ini-penampakan-menu-makan-bergizi-gratis-seharga-rp-10-ribu-di-depok_1265_711.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Puluhan Siswa di Cianjur Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis</title>
		<link>https://fwjinews.com/puluhan-siswa-di-cianjur-keracunan-usai-santap-makan-bergizi-gratis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2025 00:40:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Cianjur]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=85911</guid>

					<description><![CDATA[Salah satu siswa yang keracunan mengatakan sempat mencium bau tidak sedap dari daging ayam suwir yang menjadi salah satu menu dalam paket]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Salah satu siswa yang keracunan mengatakan sempat mencium bau tidak sedap dari daging ayam suwir yang menjadi salah satu menu dalam paket</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://fwjinews.com/"><b>FWJI NEWS </b></a>&#8211; Puluhan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Cianjur alami keracunan massal dengan keluhan pusing, mual, dan muntah, usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) Senin (21/4).</p>
<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Cianjur Frida Laila Yahya di Cianjur Senin, mengatakan baru mendapat laporan sekitar 21 siswa yang mengalami keracunan massal usai menyantap MBG yang disajikan dan sudah mendapat perawatan medis.</p>
<p>&#8220;Baru 21 orang yang dilaporkan dibawa ke rumah sakit, sehingga kami masih melakukan pendataan karena seluruh siswa menyantap hidangan MBG pada hari ini, informasinya seluruh siswa MAN Cianjur sekitar 800,&#8221; katanya mengutip Antara.</p>
<p>Dia menjelaskan sebagian besar siswa yang mengeluhkan pusing, mual, dan muntah, menjalani perawatan di rumah, sehingga pihaknya akan melengkapi data total siswa yang mengalami keracunan setelah menyantap MBG yang disajikan.</p>
<p>Pihaknya segera mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium di Bandung, guna mengetahui penyebab pasti keracunan massal yang menimpa puluhan siswa MAN I Cianjur itu, termasuk mendatangi dapur yang memproduksi MBG.</p>
<p>&#8220;Kami akan mengambil sampel makanan atau sisa makanan guna memastikan penyebab keracunan yang menimpa puluhan siswa MAN I Cianjur,&#8221; katanya.</p>
<p>Kepala Sekolah MAN I Cianjur Erma Sopiah mengatakan total siswa yang mendapat perawatan di RSUD Cianjur dan RS Bhayangkara sekitar 21 orang, namun pihaknya masih melakukan pendataan karena sebagian besar siswa menjalani perawatan di rumah dan puskesmas.</p>
<p>Bahkan pihaknya hingga Senin malam, masih melakukan pendataan berapa total siswa yang mengalami keracunan dari 800 orang yang menyantap hidangan MBG pada pukul 12.00 WIB, namun tercatat yang sempat mengeluhkan pusing, mual, dan muntah, sempat menjalani perawatan di sekolah.</p>
<p>&#8220;Menjelang petang sekitar sembilan siswa mengeluhkan pusing, mual, dan muntah, menjalani perawatan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sebelum akhirnya dijemput orang tua, hingga Senin malam sekitar 21 orang mendapat penanganan medis di dua rumah sakit,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara siswa yang mengalami keracunan M Raihan (16) menjalani perawatan di rumah, mengatakan sempat mencium bau tidak sedap dari daging ayam suwir yang menjadi salah satu menu dalam paket MBG yang dihidangkan.</p>
<p>&#8220;Satu kelas 36 orang mendapat jatah MBG pada siang hari, saya sempat mencium bau tidak sedap dari ayam suwir yang menjadi lauk, selang beberapa jam setelah menyantap makanan tersebut, saya merasa pusing, mual dan muntah,&#8221; katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://beritacianjur.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG_20250421_205352-scaled.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Badan Gizi Nasional Siapkan Ratusan Dapur untuk MBG di Jakarta</title>
		<link>https://fwjinews.com/badan-gizi-nasional-siapkan-ratusan-dapur-untuk-mbg-di-jakarta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Feb 2025 05:35:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JABOTABEK]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Siang Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=82989</guid>

					<description><![CDATA[Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebutkan bahwa menu susu dalam MBG akan diberikan kepada peserta didik sebanyak dua kali dalam sepekan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebutkan bahwa menu susu dalam MBG akan diberikan kepada peserta didik sebanyak dua kali dalam sepekan</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan sedikitnya 557 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur untuk mendukung dan menyukseskan program makan bergizi gratis (MBG) di seluruh Jakarta.</p>
<p>&#8220;Nanti, itu secara simultan disiapkan oleh BGN berkoordinasi dengan pihak terkait,&#8221; kata Ketua DPRD DKI Khoirudin di SDN Cipulir 01 Pagi Jakarta Selatan, Rabu.</p>
<p>Ia menjelaskan, ketika jumlah dapurnya sudah ditambah sampai mencapai jumlah itu maka selanjutnya tinggal salin-tempel (copy-paste) tentang apa yang sudah dilakukan dengan baik di 14 dapur sebelumnya.</p>
<p>Khoirudin mengatakan sebagai perwakilan rakyat, dirinya mengaku bahagia sejak Januari 2025 sudah terhitung sebanyak 14 dapur yang melayani makan bergizi gratis kepada 42.000 siswa.</p>
<p>Adapun kedatangannya bersama eksekutif, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), dan jajaran ke SDN Cipulir 01 Pagi untuk memastikan koordinasi berjalan dengan baik.</p>
<p>&#8220;Tadi sebagian besar sudah bagus, sudah bawa tumbler sendiri, bawa sendok sendiri. Ada beberapa siswa yang terlupa yang bawa sendok dan dia bisa cuci tangan untuk bisa tetap makan bergizi gratis bareng-bareng,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dia mengatakan makan bergizi gratis ini mampu membuat suasana kebersamaan yang tinggi di lingkungan sekolah.</p>
<p>Sementara, Pelaksana tugas (Plt) Asisten Kesejahteraan Rakyat DKI Jakarta Hendra Hidayat menambahkan dalam kegiatan ini mengakomodir 293 siswa SDN Cipulir 01 Pagi.</p>
<p>&#8220;Sampai dengan tanggal 31 Januari ini, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan seluruh pihak terkait telah melaksanakan MBG di 14 SPPG dengan jumlah total 126 sekolah,&#8221; ujar Hendra.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, SPPG Seskoal akan membagikan makan bergizi gratis ke delapan sekolah terdekat.</p>
<p>Adapun menu dalam isi kotak makanan yakni nasi, telor mata sapi, sayur kacang panjang, tumis tempe dan buah jeruk.</p>
<p>Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebutkan bahwa menu susu dalam MBG akan diberikan kepada peserta didik sebanyak dua kali dalam sepekan.</p>
<p>Program MBG dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mulai 6 Januari 2025 pada 190 titik tersebar di 26 provinsi, salah satunya DKI Jakarta.</p>
<p>Program ini menyasar sejumlah sekolah, pesantren di Indonesia dan bertujuan untuk meningkatkan gizi anak sekolah dan menciptakan SDM Indonesia unggul.</p>
<p>Program ini secara bertahap menargetkan dapat memberikan makanan bergizi kepada pelajar di sekolah, ibu hamil dan balita.</p>
<p>Pemerintah berharap MBG mampu menurunkan angka malnutrisi, mengurangi prevalensi stunting dan meningkatkan konsentrasi belajar anak-anak Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://static.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/0x0/webp/photo/p2/84/2025/01/07/M-Ihsan-Produksi-Makanan-Bergizi-Gratis-di-Lanud-TNI-AU-1-of-23-1558502166.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
