<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>literasi Arsip - FWJI News</title>
	<atom:link href="https://fwjinews.com/tag/literasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://fwjinews.com/tag/literasi/</link>
	<description>Forum Wartawan Jaya Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Sep 2025 07:54:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://fwjinews.com/go/wp-content/uploads/2025/08/cropped-fwji-32x32.png</url>
	<title>literasi Arsip - FWJI News</title>
	<link>https://fwjinews.com/tag/literasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Membaca Novel Tidak Ada Manfaatnya, Benarkah?</title>
		<link>https://fwjinews.com/membaca-novel-tidak-ada-manfaatnya-benarkah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2025 07:54:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[literasi]]></category>
		<category><![CDATA[membaca]]></category>
		<category><![CDATA[Novel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91824</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Apa itu novel? Menurut KBBI, novel merupakan karangan prosa yang panjang yang mengandung&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://fwjinews.com/membaca-novel-tidak-ada-manfaatnya-benarkah/">Membaca Novel Tidak Ada Manfaatnya, Benarkah?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://fwjinews.com">FWJI News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://fwjinews.com/go/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Apa itu novel? Menurut KBBI, novel merupakan karangan prosa yang panjang yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku.</p>
<p>Ada yang bilang, “ngapain sih luh baca novel, baca novel tuh gak ada manfaatnya, lagian isi ceritanya juga bohongan”. Emang betul, isi ceritanya bohongan, fiktif, atau khayalan. Ya walaupun isi ceritanya fiktif, tapi dalam cerita di novel itu fisiknya nyata. Kalau gak percaya, coba kalian baca novel angkatan sastrawan zaman dulu, dimulai dari angkatan pujangga lama, angkatan balai pustaka, angkatan pujangga baru, angkatan tahun 45, angkatan tahun 50 – 60, angkatan tahum 66, angkatan 80 – 90 an, angkatan reformasi, dan angkatan pasca reformasi.</p>
<p>Dan saya ambil contoh salah satu kajian sastra yaitu antropologi sastra. Tahu antropologi sastra itu apa?</p>
<p>Ratna (2011:31) antropologi sastra adalah analisis dan pemahaman terhadap karya sastra dalam kaitannya dengan kebudayaan. Kedekatan sastra dan antropologi tidak dapat diragukan antropologi sastra muncul dari banyaknya karya sastra yang syarat nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.</p>
<p>Sampai sini paham? Kalau belum paham saya lanjutin. Koentjaraningrat (2015) mengemukakan bahwa terdapat tujuh unsur kebudayaan yakni bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian hidup, sistem religi, dan kesenian.</p>
<p>Pertama; bahasa, contohnya bahasa betawi. Orang betawi, kan, kalau manggil; enyak, babeh, encang, encing, dan bahasa betawi lainnya. Apakah itu termasuk budaya? Bahkan di Indonesia negara yang kaya akan bahasa nya, kira-kira mencapai 700 san bahasa daerah, bisa dibilang Indonesia merupakan negara yang punya bahasa daerah terbanyak. Kedua; sistem pengetahuan, contohnya pertanian. Cara mengolah tanah untuk pertanian bagaimana, jenis tanamannya seperti apa, cara menjaga kesuburan tanahnya bagaimana, kan, masyakarat jadi tahu. Pengetahuan. Betul gak?</p>
<p>Ketiga, organisasi sosial. Gak usah jauh-jauh deh, biasanya di kampung-kampung, setiap RT, mengadakan gotong royong, membersihkan selokan, menyapu jalanan dll. Bahkan setiap kampung sudah punya agenda rutin, seperti jumsih (jumat bersih), kamsih (kamis bersih), sabsih (sabtu bersih) dan seterusnya. Apakah termasuk budaya?</p>
<p>Kata “gotong royong” itu sendiri berasal dari bahasa Jawa, gotong yang berarti mengangkat, dan royong yang berarti bersama-sama. Keempat, sistem peralatan hidup dan teknologi dan mata pencaharian hidup. Contohnya sigaret, tahu kalian sigaret? Saya baca novel berjudul belenggu karya Armijn Pane, menemukan kata “sigaret”. Sigaret itu kata lain dari rokok, yaitu gulungan tembakau yang dibalut dengan kertas untuk dihisap. Apakah sigaret itu termasuk budaya? Dari produksinya, kan, itu melibatkan peralatan hidup manusia. Terus, rokok dijual ke pedagang, seperti halnya agen, warung, itu, kan menciptakan lapangan kerja, mata pencaharian hidup.</p>
<p>Kelima, sistem religi, contohnya tawakal, manusia kepada Tuhannya, apakah itu termasuk budaya? Berdoa itu termasuk budaya. Keenam, terakhir, kesenian. Termasuk seni rupa, seni musik, seni tari. Tahu hadroh? Kan, ada tuh di kampung kalau acara tasyakuran, maulidan, baca rawi, shalawatan, kan, pakai alat musik, namanya hadroh. Itu termasuk budaya juga. Hadroh asal katanya dari hadhoro – yudhiru – hadhron – hadhrotan yang berarti kehadiran.</p>
<p>Itu baru bahas dengan kajian antropologi sastra, sebenarnya masih banyak lagi. Karya sastra seperti novel, cerpen, apa lagi? Itu bisa di kaji dalam sebuah penelitian, ada yang namanya sosiologi sastra, psikologi sastra, pokoknya banyak dah, apalagi kajian linguistik nya, ah banyak banget. Jadi novel itu bisa dikaji.</p>
<p>Jadi, jangan menilai bahwa orang yang membaca novel gak ada manfaatnya. Bahkan karya sastra itu menjadi cerminan untuk masyarakat, makanya isi di dalam novel itu ada tata krama, religi, adat istiadat, kepercayaan, dan masih banyak lagi. Apalagi ada konflik batin dalam karya sastra itu sendiri.</p>
<p>Setidaknya, baca novel itu ada pelajaran, hikmah yang bisa kita ambil.</p>
<p><em>Muhammad Rizki</em><br />
<em>Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia</em><br />
<em>Universitas Pamulang</em></p>
<p>Artikel <a href="https://fwjinews.com/membaca-novel-tidak-ada-manfaatnya-benarkah/">Membaca Novel Tidak Ada Manfaatnya, Benarkah?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://fwjinews.com">FWJI News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://a.storyblok.com/f/78828/ce712ace58/1920x1080-tertarik-untuk-membaca-novel-bahasa-inggris-ini-dia-beberapa-tips-untuk-memahaminya-dengan-mudah.jpg/m/1500x750/filters:focal(960x375:961x376):quality(70)" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Kembangkan Potensi SDM Wilayah, Swaradesa Gelar Pelatihan Jurnalistik</title>
		<link>https://fwjinews.com/kembangkan-potensi-sdm-wilayah-swaradesa-gelar-pelatihan-jurnalistik/</link>
					<comments>https://fwjinews.com/kembangkan-potensi-sdm-wilayah-swaradesa-gelar-pelatihan-jurnalistik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Apr 2019 07:20:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JABOTABEK]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[literasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=22500</guid>

					<description><![CDATA[<p>BOGOR &#8211; Didasari bentuk Keperdulian terhadap Dunia pers, Swaradesa.com membidik para pemula insan pers yang&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://fwjinews.com/kembangkan-potensi-sdm-wilayah-swaradesa-gelar-pelatihan-jurnalistik/">Kembangkan Potensi SDM Wilayah, Swaradesa Gelar Pelatihan Jurnalistik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://fwjinews.com">FWJI News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BOGOR &#8211; Didasari bentuk Keperdulian terhadap Dunia pers, <a href="http://www.swaradesa.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Swaradesa.com</a> membidik para pemula insan pers yang berkembang di berbagai pelosok wilayah Kabupaten Bogor untuk terus mengembangkan kemampuan dalam dunia jurnalistik.</p>
<p>Atas dasar tersebut, swaradesa.com bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar pelatihan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) jurnalistik dalam konteks kajian dasar jurnalis dan jurnalistik 2019 telah digelar di Hotel Orri Citereup, Bogor belum lama ini.</p>
<p>Antusias peserta yang sangat tinggi ditandai dengan hadirnya ratusan peserta yang terdiri dari berbagai desa di kabupaten Bogor sehingga acara dibagi dalam dua sesi karena terbatasnya kapasitas tempat acara.</p>
<p>Ghani Al Mira selaku pimpinan umum Swaradesa.com mengatakan dunia pers bukan hal tabu, bahkan perkembangan digital menjadi tolak ukur perkembangan suatu Negara.</p>
<p>&#8220;Dengan kemajuan jaman kita sebagai mahkluk sosial, sudah tentu harus juga mengikuti perkembangan itu. Begitu juga dalam dunia media, dengan perkembangan jaman, sudah jarang orang melirik media cetak, &#8220;ujarnya.</p>
<p>Acara yang juga dihadiri Sekertaris Diskominfo, Dr. Kardenal yang hadir mewakili Bupati Bogor, Kesbangpol, Sudjana dan para narasumber dari kalangan pers.</p>
<p>&#8220;Kami menyambut baik acara yang digelar oleh swaradesa.com, semoga apa yang diselenggarakan hari ini menjadi bermanfaat dan berguna, sehingga menjadi dasar seorang jurnalis yang handal dan dapat dipercaya, &#8221; jelas Kardinal.</p>
<p>Lebih lanjut, Kardinal mengharapkan sinergitas antara Pemkab Bogor dengan Swaradesa.com harus terus terjalin.</p>
<p>Sementara Kesbangpol Kabupaten Bogor, Sudjana mengapresiasikan atas dilaksanakannya kegiatan tersebut. Ia menilai acara seperti ini harus terus digalakan guna meningkatkan SDM yang memiliki intelektual berpikir dalam dunia wartawan.</p>
<p>Rangkaian acara dilanjutkan dengan paparan para pembicara, yang hadir mengisi acara antara lain; Mustofa Hadi Karya (Opan) selaku Sekretaris Eksklusif Majelis Pers (MP), Muhammad Ihsan (San) selaku pimpinan Pos Media Group menerangkan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) serta Hugeng Ketua Kajian dari Forum Pres Independen Indonesia memaparkan apa itu 5W 1H dan dasar hukum kewartawanan.</p>
<p>Artikel <a href="https://fwjinews.com/kembangkan-potensi-sdm-wilayah-swaradesa-gelar-pelatihan-jurnalistik/">Kembangkan Potensi SDM Wilayah, Swaradesa Gelar Pelatihan Jurnalistik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://fwjinews.com">FWJI News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://fwjinews.com/kembangkan-potensi-sdm-wilayah-swaradesa-gelar-pelatihan-jurnalistik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
