<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Demo Ojol &#8211; FWJI News</title>
	<atom:link href="https://fwjinews.com/tag/demo-ojol/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<description>Forum Wartawan Jaya Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 May 2025 04:58:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://fwjinews.com/go/wp-content/uploads/2025/08/cropped-fwji-32x32.png</url>
	<title>Demo Ojol &#8211; FWJI News</title>
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cerita Driver Ojol di Sukmajaya: Mau Ikut Demo tapi Nafkah Keluarga Lebih Penting</title>
		<link>https://fwjinews.com/cerita-driver-ojol-di-sukmajaya-mau-ikut-demo-tapi-nafkah-keluarga-lebih-penting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 May 2025 04:58:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Demo Ojol]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Ojol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=86828</guid>

					<description><![CDATA[Sebagian pengemudi ojol memilih tidak mengenakan atribut resmi, katanya untuk menghindari sweeping dari rekan sejawat yang turut berdemo]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Sebagian pengemudi ojol memilih tidak mengenakan atribut resmi, katanya untuk menghindari sweeping dari rekan sejawat yang turut berdemo.</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Selasa menjelang siang di Depok seiring informasi yang beredar di komunitas ojek online bahwa ada demo besar-besaran siang. Namun, di sekitar SMPN 3 Depok masih ada beberapa drivel ojol yang <em>ngetem</em>.</p>
<p>Beberapa di antaranya menunggu orderan sambil berteduh di bawah bayangan pepohonan. Ada yang diduduk di depan warung, ada juga yang duduk di atas motornya, menunduk memelototi layar ponsel.</p>
<p>Bergeser ke jalan Merdeka, barisan driver ojol juga tampak duduk berjejer sambil memelototi ponselnya, berharap ada orderan yang masuk.</p>
<p>Sebagian pengemudi memilih tidak mengenakan atribut resmi, katanya untuk menghindari sweeping dari rekan sejawat yang turut berdemo.</p>
<p>Di tengah bayang-bayang ancaman sweeping, Edi (54), pengemudi Gojek ini mengaku tetap narik demi kebutuhan rumah tangganya.</p>
<p>&#8220;Bukannya <em>ngga</em> solider, tapi demi nafkah keluarga. Saya punya istri, 5 anak dan 2 cucu yang harus diberi makan. Kalo ngga narik, mereka lapar,&#8221; ujar Tarno lirih.</p>
<p>Dirinya menegaskan bahwa ia sebenarnya ingin ikut aksi demo besar-besaran di Jakarta hari ini, namun kebutuhan keluarganya lebih penting.</p>
<p>&#8220;Kalo <em>ngga</em> narik, keluarga saya lapar,&#8221; ujarnya</p>
<p>Meski dibayangi ancaman <em>sweeping</em> yang akan dilakukan siang ini, Edi tetap memilih bekerja. Namun dirinya menghindari atribut yang mencolok.</p>
<p>“Tetap narik, pakai jaket biasa aja, biar <em>nggak</em> ketahuan bangetlah gitu ibaratnya,” ucapnya.</p>
<p>Baginya, tuntutan yang dibawa para pendemo memang bisa dipahami. Ia juga merasa terdampak kebijakan perusahaan aplikasi, khususnya soal potongan komisi yang makin besar.</p>
<p>“Potongan komisi yang tadinya dari 10% kok tiba-tiba dinaikin tinggi,” kata dia.</p>
<p>Meski begitu, prioritas utamanya hari ini tetap mencari penghasilan. Ia lebih memilih menghindari titik-titik pusat kota yang rawan aksi massa.</p>
<p>Terpantau ojol masih lalu-lalang disekitar Sukmajaya Depok, ada yang menunggu di depan SMPN 3 dan SMPN 4 Depok. Ada pula yang menunggu order di sekitar restoran atau pusat jajanan.</p>
<p>Dilema driver ojol, meskipun ada yang memilih turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi, tidak sedikit pula yang memilih tetap bekerja demi dapur tetap ngebul.</p>
<p>Bagi mereka, risiko sweeping lebih ringan dibandingkan beban kebutuhan hidup.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://assets.pikiran-rakyat.com/crop/202x317:1122x930/720x0/webp/photo/2025/05/17/1761060956.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
