<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bendera One Piece &#8211; FWJI News</title>
	<atom:link href="https://fwjinews.com/tag/bendera-one-piece/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<description>Forum Wartawan Jaya Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Sep 2025 05:43:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://fwjinews.com/go/wp-content/uploads/2025/08/cropped-fwji-32x32.png</url>
	<title>Bendera One Piece &#8211; FWJI News</title>
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dari Manga ke Jalanan: Bendera One Piece Jadi Wajah Ketidakpuasan Publik</title>
		<link>https://fwjinews.com/dari-manga-ke-jalanan-bendera-one-piece-jadi-wajah-ketidakpuasan-publik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2025 05:43:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Bendera]]></category>
		<category><![CDATA[Bendera One Piece]]></category>
		<category><![CDATA[Demo DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[One Piece]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91576</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Haqi Ibadurrohman, Mahasiswa Institut Agama Islam SEBI Depok]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Haqi Ibadurrohman, Mahasiswa Institut Agama Islam SEBI Depok</strong></em></p>
<p><a href="https://fwjinews.com/go/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Fenomena budaya populer kerap melampaui batas hiburan. Salah satu contohnya adalah bagaimana bendera One Piece Jolly Roger bergambar tengkorak dengan topi jerami tidak hanya berkibar di layar manga dan anime, tetapi juga mulai hadir di ruang publik sebagai simbol protes sosial dan politik.</p>
<p>Banyak bajak laut One Piece menggunakan Jolly Roger sebagai simbol perjuangan melawan penindasan. Salah satunya Sun Pirates, Jolly Roger tidak lebih dari sebuah simbol kekuasaan, yang memamerkan kekuatan kru bajak laut untuk mengintimidasi musuh dan korban.</p>
<p>Bajak laut yang sudah mapan-terkenal sebagai Empat Kaisar-telah dikenal menandai seluruh kota dan bahkan pulau dengan Jolly Roger, menganggap lokasi tersebut sebagai “wilayah kekuasaan” mereka dan menjanjikan perlindungan dan pembalasan terhadap serangan dari luar. Bajak laut yang lebih idealis-dan para simpatisannya-telah menggunakan tanda tersebut untuk mendukung prinsip-prinsip kebebasan yang lebih luas, keyakinan pribadi, dan bahkan persahabatan.</p>
<h3>Dari Fiksi Ke Aksi Nyata</h3>
<p>Fenomena bendera One Piece yang runtuh menunjukkan bagaimana karya kreatif dapat menjadi sarana komunikasi sosial dan melampaui batas hiburan. Sekarang, apa yang dulunya hanya sebatas cerita tentang bajak laut yang mengejar mimpi di lautan luas, bertransformasi menjadi representasi dari perjuangan nyata yang terjadi di tengah masyarakat.</p>
<p>Dalam dunia fiksi, Luffy dan kru Topi Jerami terkenal karena keberanian mereka menentang kekuasaan dan memperjuangkan kebebasan. Para penggemar menghidupkan kembali semangat ini ketika mereka membawa bendera tersebut dalam acara sosial.</p>
<p>Oleh karena itu, pesan kebebasan dan perlawanan yang dibawa One Piece tidak lagi terbatas pada manga atau film, tetapi menjadi semangat yang tersebar di lingkungan umum.kebebasan dan perlawanan yang dibawa One Piece tidak lagi terbatas pada manga atau film, tetapi menjadi semangat yang tersebar di lingkungan umum.</p>
<p>Bendera Topi Jerami dan poster tuntutan massa dikibarkan di berbagai demonstrasi. Kehadirannya tidak hanya memperkuat simbol protes, tetapi juga memupuk rasa solidaritas di antara peserta aksi, terutama generasi muda. Menggunakan simbol budaya populer yang universal dan relevan dengan kehidupan sehari-hari tampaknya lebih relevan bagi mereka daripada simbol politik yang kaku.</p>
<h4>Antara Hiburan Dan Politik</h4>
<p>Fakta bahwa bendera One Piece muncul di ruang publik menunjukkan betapa tidak jelasnya perbedaan antara politik dan hiburan. Ketika simbolnya dipindahkan ke kehidupan nyata, apa yang semula dianggap sebagai karya fiksi manga dan anime yang menghibur ternyata mampu menghasilkan makna politik.</p>
<p>Budaya populer dapat menjadi bahasa politik baru. Generasi muda yang terbiasa dengan anime sering kali lebih mudah mengenali simbol-simbol hiburan daripada jargon politik formal. Oleh karena itu, bendera One Piece bukan sekadar hiasan, itu adalah alat komunikasi politik yang menggambarkan prinsip-prinsip kebebasan, solidaritas, dan menentang ketidakadilan.</p>
<p>Namun, fenomena ini juga menimbulkan perdebatan. Ada beberapa orang yang berpendapat bahwa penggunaan simbol hiburan dalam konteks politik dapat membuat tuntutan menjadi kurang serius. Di sisi lain, ada orang lain yang melihatnya sebagai cara inovatif untuk menghubungkan anak muda dengan masalah politik yang selama ini dianggap kaku.</p>
<p>Pada akhirnya, munculnya bendera One Piece di jalanan menunjukkan dinamika baru bahwa politik dapat dikomunikasikan melalui simbol budaya populer yang lebih sederhana dan biasa di masyarakat.</p>
<h5>Resonansi dengan Realitas Sosial</h5>
<p>Tidak mengherankan bahwa bendera One Piece muncul di ruang publik karena kemampuan kisahnya untuk menyampaikan nilai-nilai sosial yang dialami banyak orang di dunia nyata. Meskipun kisahnya berasal dari dunia fiksi, One Piece menyampaikan nilai-nilai seperti kebebasan, solidaritas, dan perjuangan melawan ketidakadilan yang universal.</p>
<p>Misalnya, Kru Topi Jerami digambarkan sebagai kelompok kecil yang berani menentang sistem kekuasaan yang kuat, seperti Pemerintah Dunia yang korup, para bangsawan yang menindas, dan penguasa yang kejam yang mengekang rakyatnya.<br />
Storyline ini menunjukkan bagaimana masyarakat menghadapi ketidakadilan seperti penyalahgunaan kekuasaan, kesenjangan sosial, atau pembatasan kebebasan berekspresi.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Fakta bahwa bendera One Piece berkibar di tempat umum menunjukkan bagaimana budaya populer dapat melampaui batas hiburan dan menjadi bahasa politik baru. Sekarang, apa yang dulunya hanya fantasi fiksi tentang bajak laut dan kebebasan, digunakan oleh masyarakat, terutama generasi muda, sebagai simbol persatuan, perjuangan, dan perjuangan untuk keadilan.</p>
<p>Bendera Topi Jerami yang muncul di acara sosial bukan sekadar ikon hiburan itu adalah alat komunikasi yang lebih mudah dipahami dan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari anak muda daripada jargon politik yang kaku. Fenomena ini menunjukkan bahwa budaya populer memiliki daya resonansi yang kuat terhadap realitas sosial, meskipun ada pro dan kontra.</p>
<p>Oleh karena itu, menampilkan bendera One Piece di jalanan menunjukkan bahwa politik sekarang dapat dikomunikasikan melalui media kreatif dan tidak lagi terbatas pada simbol formal. Ia menunjukkan perubahan dalam cara masyarakat khususnya generasi muda menunjukkan ketidakpuasan publik dan menegaskan bahwa gagasan dapat menghasilkan tindakan nyata untuk perubahan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://ranbitv.com/wp-content/uploads/2025/08/1755597374994.jpeg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Peer of Justice: Luffy Bajak Laut ‘One Piece’ Jadi Simbol Perlawanan Anti-Korupsi</title>
		<link>https://fwjinews.com/peer-of-justice-luffy-bajak-laut-one-piece-jadi-simbol-perlawanan-anti-korupsi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2025 00:14:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Bendera One Piece]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90691</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Beberapa waktu terakhir, media sosial di Indonesia diramaikan dengan gambar bendera bajak laut&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://fwjinews.com/go/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Beberapa waktu terakhir, media sosial di Indonesia diramaikan dengan gambar bendera bajak laut Straw Hat Pirates—kapal yang dinakhodai Monkey D. Luffy dalam serial One Piece. Namun kali ini, bendera tersebut tidak dikibarkan di lautan fiksi, melainkan di dunia nyata, sebagai simbol perlawanan terhadap korupsi.</p>
<p>Fenomena ini bermula dari aksi sejumlah seniman dan mahasiswa di berbagai kota yang membentangkan bendera bergambar tengkorak bertopi jerami saat menggelar unjuk rasa. Tindakan tersebut langsung menarik perhatian publik, memicu diskusi di dunia maya, dan bahkan memancing reaksi dari pihak pemerintah.</p>
<h2>Simbol Bajak Laut yang Melampaui Fiksi</h2>
<p>Dalam dunia One Piece, Luffy dikenal sebagai bajak laut yang menolak penindasan, membela teman, dan melawan sistem yang korup di pemerintahan dunia (World Government). Citra ini rupanya selaras dengan keresahan sebagian masyarakat terhadap praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan di Indonesia.</p>
<p>Bagi para pengunjuk rasa, Luffy bukan sekadar karakter fiksi. Ia adalah simbol idealisme—seorang pemimpin yang berani melawan ketidakadilan meski harus menentang otoritas yang mapan. Dengan mengibarkan bendera Straw Hat Pirates, pesan yang ingin disampaikan adalah: “Korupsi adalah musuh bersama, dan kita tidak takut melawannya.”</p>
<h3>Kreativitas dalam Aksi Protes</h3>
<p>Penggunaan simbol budaya pop dalam demonstrasi bukan hal baru, tetapi memilih One Piece memiliki keunikan tersendiri. Anime dan manga ini sangat populer di kalangan anak muda Indonesia, sehingga pesannya mudah diterima dan punya daya jangkau luas.</p>
<p>Aksi ini juga menandakan pergeseran cara generasi muda dalam menyuarakan aspirasi. Mereka tidak hanya turun ke jalan dengan poster konvensional, tetapi memanfaatkan ikon budaya populer untuk menciptakan resonansi emosional. Strategi ini membuat gerakan lebih mudah viral dan dibicarakan di berbagai platform media sosial.</p>
<h4>Reaksi Publik dan Pemerintah</h4>
<p>Fenomena “bendera Luffy” menuai reaksi beragam. Sebagian pihak menganggapnya sebagai bentuk kreativitas dan kebebasan berekspresi yang patut diapresiasi. Namun, ada pula pihak yang menilai penggunaan simbol ini bisa dipolitisasi atau dianggap tidak relevan dengan isu korupsi.</p>
<p>Meski demikian, fakta bahwa simbol ini berhasil memicu diskusi publik membuktikan bahwa aksi ini efektif. Ketika masyarakat mulai kembali membicarakan korupsi di ruang publik, itu berarti gerakan tersebut telah mencapai salah satu tujuannya.</p>
<h5>Makna yang Lebih Dalam</h5>
<p>Jika ditelaah lebih jauh, penggunaan simbol Luffy sebagai peer of justice (rekan dalam keadilan) mencerminkan pesan bahwa perjuangan melawan korupsi memerlukan keberanian, solidaritas, dan integritas. Sama seperti kru Straw Hat yang selalu setia satu sama lain, masyarakat perlu bersatu untuk menolak praktik-praktik kotor yang merugikan rakyat.</p>
<p>Fenomena bendera bajak laut Luffy dalam aksi anti-korupsi menunjukkan bagaimana budaya pop dapat menjadi jembatan antara pesan serius dan generasi muda. Di tengah keprihatinan atas maraknya kasus korupsi, simbol ini menjadi pengingat bahwa perlawanan terhadap ketidakadilan bisa dilakukan dengan cara kreatif, inklusif, dan penuh semangat. Jika di dunia fiksi Luffy berlayar mencari One Piece, maka di dunia nyata, “harta karun” yang kita cari adalah Indonesia yang bersih dari korupsi.</p>
<p><em>Anneke Tsabitah Zhafirah, Mahasiswi Perbankan Syariah Institut Agama Islam SEBI.</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://cms.soulofjakarta.id/uploads/article/2025-08-04/524ab5249f0532c0552383f913ab87d8.jpeg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Amnesty Internasional Minta Pemerintah Hentikan Razia dan Intimidasi Warga Pengibar Bendera One Piece</title>
		<link>https://fwjinews.com/amnesty-internasional-minta-pemerintah-hentikan-razia-dan-intimidasi-warga-pengibar-bendera-one-piece/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2025 03:56:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Amnesty Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bendera One Piece]]></category>
		<category><![CDATA[One Piece]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90639</guid>

					<description><![CDATA[Bendera berlogo dengan logo tengkorak bertopi jerami dari anime One Piece tampaknya menjadi momok bagi banyak pihak]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Bendera dengan logo tengkorak bertopi jerami dari anime One Piece tampaknya menjadi momok bagi banyak pihak</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://fwjinews.com/go/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Bendera One Piece beberapa kali muncul dalam aksi unjuk rasa, seperti demonstrasi sopir truk ODOL beberapa waktu lalu. Terbaru, fenomena serupa juga semakin marak menjelang HUT ke-80 RI pada 17 Agustus 2025 di berbagai wilayah.</p>
<p>Amnesty Internasional menyikapi razia dan sikap pejabat terkait fenomena pengibaran bendera bajak laut versi film animasi “One Piece” oleh masyarakat.</p>
<p>Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengatakan respons pemerintah dan aparat menyikapi fenomena pengibaran bendera One Piece di masyarakat jelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80, apalagi yang disertai dengan ancaman pidana, sangatlah berlebihan.</p>
<p>&#8220;Mengibarkan bendera One Piece sebagai medium penyampaian kritik merupakan bagian dari hak atas kebebasan berekspresi dan berpendapat yang dijamin oleh Konstitusi dan berbagai instrumen internasional lainnya yang telah diratifikasi Republik Indonesia,&#8221; tegasnya dikutip laman resmi Amnesty Internasional.</p>
<p>Ekspresi damai lewat pengibaran bendera bukanlah makar, apalagi upaya pecah belah bangsa. Represi melalui razia atau penyitaan bendera One Piece di masyarakat seperti yang terjadi di Tuban serta penghapusan mural One Piece di Sragen jelas merupakan suatu bentuk perampasan kebebasan berekspresi yang bertujuan mengintimidasi dan menimbulkan ketakutan di masyarakat. Negara tidak boleh anti terhadap kritik.</p>
<p>Alih-alih merepresi kebebasan berpendapat melalui razia, pemerintah seharusnya lebih fokus menyelesaikan akar penyebab dari keresahan masyarakat sehingga memilih mengibarkan bendera One Piece.</p>
<p>Pemerintah sebaiknya tidak anti-kritik dan harus berhenti memberi pernyataan yang berlebihan terhadap fenomena kebebasan berekspresi di masyarakat, apalagi disertai dengan ancaman sanksi pidana. Aparat harus melihat fenomena ini sebagai bagian dari kebebasan berekspresi.</p>
<p>Sebagai Negara Pihak berbagai instrumen HAM internasional termasuk ICCPR (Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik), Indonesia berkewajiban melindungi serta menyediakan ruang aman bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara damai.</p>
<p>Perlindungan hak atas kebebasan berekspresi yang diatur di Pasal 19 ICCPR berlaku untuk segala jenis informasi dan gagasan, termasuk informasi dan gagasan yang dianggap mengejutkan, menyerang, atau mengganggu, terlepas dari apakah konten informasi atau gagasan tersebut benar atau salah. Negara seharusnya hadir untuk melindungi, bukan membiarkan — apalagi berperan dalam — pembungkaman suara-suara kritis yang sah dari warga negara.”</p>
<h3>Apa makna di balik bendera One Piece yang viral?</h3>
<p>Bendera yang dikibarkan banyak warga Indonesia itu merujuk kepada Jolly Roger, simbol tengkorak yang digunakan untuk identitas bajak laut dalam sejarah dunia.</p>
<p>Namun, bendera Jolly Roger yang dipakai sejumlah warga itu secara spesifik mengambil referensi dari semesta One Piece. Bendera itu juga digunakan di dunia One Piece yang berlatar kehidupan bajak laut.</p>
<p>Jolly Roger pada dasarnya terdiri dari tengkorak manusia di atas tulang bersilang. Simbol itu lalu dimodifikasi sesuai dengan identitas yang ingin ditampilkan kru bajak laut.</p>
<p>Para bajak laut di One Piece kemudian memakai logo itu untuk berbagai kegunaan, mulai dari bendera di kapal, layar kapal, desain pakaian, hingga tato.</p>
<p>Sementara itu, warga Indonesia mengibarkan salah satu bendera Jolly Roger paling ikonis di One Piece. Bendera itu menjadi milik Bajak Laut Topi Jerami, kru bajak laut yang dipimpin Monkey D. Luffy.</p>
<p>Luffy, sang karakter utama, memimpin kru bajak laut dengan memakai Jolly Roger yang telah dimodifikasi, sehingga kepala tengkorak tersebut memakai topi jerami.</p>
<p>Jolly Roger secara umum menjadi simbol perlawanan bajak laut terhadap penguasa. Di semesta One Piece, bajak laut muncul sebagai penentang Pemerintah Dunia (World Government) dan militernya (Marines).</p>
<p>Bendera itu juga kerap dimaknai sebagai simbol dari kebebasan, persatuan, hingga solidaritas sesama kru bajak laut. Makna tersebut biasanya berbeda sesuai gagasan yang dibawa masing-masing pemimpin.</p>
<p>Jolly Roger kemudian menjadi simbol yang penting dan berpengaruh. Beberapa bangsa yang melawan Pemerintah Dunia bahkan ikut mengibarkan bendera tersebut.</p>
<p>Namun, pengibaran Jolly Roger juga memicu risiko di One Piece karena dianggap sebagai tindakan kriminal yang serius di mata Marines. Setiap orang yang berani mengibarkan bendera itu bahkan langsung dicap jadi kriminal.</p>
<p>Sementara itu, netizen semakin marak mengunggah video bendera Jolly Roger berkibar di berbagai titik. Beberapa akun di TikTok mengunggah video yang menampilkan seseorang mengibarkan bendera itu.</p>
<p>Ada pula kendaraan di jalanan yang memasang Jolly Roger di mobil, hingga tertempel dalam kendaraan sebagai atribut demonstrasi. Tak hanya itu, ada pula yang mengulas berbagai</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://jurnalsecurity.com/go/wp-content/uploads/2025/08/one-piece-flag.webp" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Tegaskan Tak Ada Razia, Istana Tak Permasalahkan Pengibaran Bendera One Piece</title>
		<link>https://fwjinews.com/tegaskan-tak-ada-razia-istana-tak-permasalahkan-pengibaran-bendera-one-piece/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2025 22:48:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bendera One Piece]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI ke-80]]></category>
		<category><![CDATA[Istana]]></category>
		<category><![CDATA[One Piece]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90367</guid>

					<description><![CDATA[Pemerintah tidak mempermasalahkan keberadaan bendera One Piece sebagai bentuk ekspresi maupun kritik dari masyarakat]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Pemerintah tidak mempermasalahkan keberadaan bendera One Piece sebagai bentuk ekspresi maupun kritik dari masyarakat</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://fwjinews.com/go/"><strong>JAKARTA</strong> </a>&#8211; Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan tidak ada razia oleh aparat TNI maupun Polri terkait pengibaran bendera bertema One Piece menjelang peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.</p>
<p>&#8220;Enggak ada itu (razia),&#8221; ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa.</p>
<p>Dia menyampaikan bahwa pemerintah tidak mempermasalahkan keberadaan bendera One Piece sebagai bentuk ekspresi maupun kritik dari masyarakat.</p>
<p>Pemerintah, kata dia, juga terbuka terhadap berbagai bentuk kritik mengingat masih banyaknya pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.</p>
<p>Menurutnya, tindakan yang mungkin diambil hanya berlaku bagi pihak-pihak yang dengan sengaja membenturkan keberadaan bendera One Piece tersebut dengan bendera Merah Putih.</p>
<p>&#8220;Kalaupun ada yang sampai ke sana ya, pelarangan atau tindakan apapun itu bagi pihak-pihak yang tadi, membentur-benturkan itu dengan, misalnya ya, menghasut dalam tanda kutip ya, untuk lebih baik mengibarkan bendera ini daripada bendera Merah Putih. Itu kan enggak benar gitu, enggak boleh seperti itu,&#8221; kata Prasetyo.</p>
<p>Lebih lanjut, Prasetyo mengatakan pemerintah justru mendorong semarak kemerdekaan melalui kerja sama dengan RT, RW, camat, Babinsa, bhabinkamtibmas, hingga kepala daerah untuk menggelar berbagai kegiatan, seperti lomba, gotong royong, dan pemasangan atribut kemerdekaan.</p>
<p>Inisiatif masyarakat dalam menghiasi lingkungan dengan umbul-umbul maupun baliho dinilai sebagai bentuk nyata rasa cinta tanah air dan nasionalisme.</p>
<p>&#8220;Kalau keliling ke daerah-daerah sekarang semarak. Desa-desa yang pasang umbul-umbul, pasang baliho dengan segala kreativitasnya untuk menunjukkan rasa nasionalismenya, untuk menunjukkan rasa cinta tanah airnya, untuk menunjukkan rasa cinta pada bendera Merah Putihnya itu. Itu, betul adanya,&#8221; kata Prasetyo.</p>
<p>Belakangan ini publik diramaikan dengan fenomena pengibaran bendera bajak laut dari seri manga Jepang, One Piece, menjelang HUT Ke-80 RI pada 17 Agustus mendatang.</p>
<p>Bendera fiktif tersebut memiliki latar hitam dan tengkorak, serta dua tulang yang menyilang di belakangnya. Tengkorak berwarna putih dengan ekspresi tersenyum itu berhiaskan topi jerami kuning khas tokoh utama One Piece, Monkey D. Luffy.</p>
<p>Adapun Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan menilai gerakan pengibaran bendera tengkorak merupakan bentuk provokasi yang dapat menurunkan kewibawaan dan derajat Bendera Merah Putih.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://akcdn.detik.net.id/visual/2025/08/01/bendera-one-piece-1754040814791_169.jpeg?w=1200" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
