<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bachtiar Natsir &#8211; FWJI News</title>
	<atom:link href="https://fwjinews.com/tag/bachtiar-natsir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<description>Medianya Orang Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Apr 2026 06:02:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://fwjinews.com/go/wp-content/uploads/2026/11/cropped-Screenshot_2026-11-06-10-40-21-00_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12-32x32.jpg</url>
	<title>Bachtiar Natsir &#8211; FWJI News</title>
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perang Narasi Global dan Tanggung Jawab Umat</title>
		<link>https://fwjinews.com/perang-narasi-global-dan-tanggung-jawab-umat-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ADMIN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 06:02:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[Bachtiar Natsir]]></category>
		<category><![CDATA[Iran]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[KH Bachtiar Nasir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98764</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: KH. Bachtiar Nasir]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: KH. Bachtiar Nasir</strong></em></p>
<p>Hari ini dunia sedang tidak baik-baik saja. Eskalasi global akibat meletusnya perang Iran versus Amerika–Israel terus merambat ke berbagai aspek kehidupan. Iran, yang membalas serangan Israel–Amerika, menargetkan 14 pangkalan militer Amerika di sejumlah negara Timur Tengah.</p>
<p>Penguasaan Selat Hormuz, sebagai salah satu urat nadi ekonomi dunia, oleh Iran mulai terasa dampaknya hingga ke negara kita. Merespons eskalasi yang semakin memanas, khususnya di kawasan tersebut, umat Muslim sebagai populasi terbesar di dunia seharusnya mampu mengambil sikap dan posisi. Tidak hanya di media sosial, tetapi juga sebagai hamba Allah Ta’ala yang berakal dan mampu membaca tanda-tanda perubahan zaman.</p>
<h3>Pahami Peta dan Fakta</h3>
<p>Dalam situasi perang modern, konflik sering kali dimulai dari narasi yang beredar luas. Di dalamnya terdapat berbagai tipu daya dan permainan algoritma yang harus diwaspadai. Memahami peta zaman berarti juga memahami fitnah zaman, serta menjalankan kewajiban tabayun (check and recheck). Eskalasi militer hari ini bukan sekadar peluru dan jet tempur, tetapi juga perang narasi yang hadir dalam genggaman melalui gawai kita.</p>
<p>Allah Azza wa Jalla berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 6, “Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”</p>
<p>Siapakah “orang fasik” dalam konteks geopolitik hari ini? Ia bisa hadir dalam bentuk propaganda media sosial atau informasi dari pihak asing.</p>
<p>Sosoknya mungkin tidak terlihat, tetapi di baliknya ada “war room” yang menyusun narasi. Ruang itu bernama newsroom, tempat opini dikemas seolah-olah sebagai fakta, padahal bisa jadi merupakan rekayasa.</p>
<p>Propaganda asing kerap bertujuan memecah belah umat menjadi faksi-faksi yang saling bertentangan dan membenci, terutama karena perbedaan pandangan politik luar negeri. Bahkan, dinamika politik dalam negeri pun tak luput dari upaya memanfaatkan situasi ini untuk memperkeruh keadaan melalui berbagai manipulasi algoritma.</p>
<p>Dalam sejarah, terdapat pelajaran dari Sulthanul Ulama, Al-Izz Ibnu Abdus Salam. Beliau bukan hanya faqih dalam ilmu agama, tetapi juga memahami peta zaman. Ia menekankan pentingnya maslahat bangsa di tengah krisis.</p>
<p>Sejarah mencatat ketegasannya dalam menjaga kedaulatan saat ancaman Mongol mengintai. Melalui kaidah maslahah mursalah, beliau menegaskan bahwa menjaga keutuhan negara dan ekonomi rakyat merupakan inti dari keberlangsungan sebuah bangsa.</p>
<h4>Bersatu Menjaga Bangsa</h4>
<p>Ketika harga energi melonjak dan beban fiskal negara meningkat akibat krisis di Selat Hormuz, maka jihad kita hari ini bukanlah berangkat perang ke negeri orang, melainkan menjaga stabilitas domestik. Tidak ada kemaslahatan dalam perpecahan, termasuk yang terjadi di media sosial akibat keberpihakan pada negara tertentu.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti bangunan yang saling menguatkan satu sama lain.” (HR. Bukhari no. 6026 dan Muslim no. 2585).</p>
<p>Hadis ini mengingatkan pentingnya menjaga kekuatan internal bangsa di tengah konflik global. Waspadai skenario adu domba. Krisis di Timur Tengah kerap dimanfaatkan oleh aktor asing untuk mengimpor konflik sektarian ke dalam negeri. Tujuannya agar kita sibuk bertengkar, menjadi lemah, dan mudah didikte.</p>
<p>Perlu disadari bahwa lemahnya kedaulatan ekonomi dan pangan dapat membuka pintu penjajahan gaya baru.<br />
Pelajaran penting bagi NKRI saat ini adalah kemandirian. Bangsa ini harus didukung untuk berdaulat dalam energi dan pangan agar tidak bergantung pada kekuatan asing. Jangan biarkan aktivitas di media sosial justru menjadi alat kepentingan pihak luar yang ingin melihat Indonesia terpecah.</p>
<p>Konflik atas nama Sunni–Syiah atau perdebatan kepentingan di media sosial sering kali tidak membawa manfaat. Sebaliknya, hal tersebut justru melemahkan kondisi internal. Yang perlu dilakukan adalah menjalankan pesan Rasulullah SAW untuk saling menguatkan, khususnya di antara kaum Muslimin di Nusantara.</p>
<p>Gugurnya putra-putra terbaik bangsa di Timur Tengah demi menjaga perdamaian merupakan sinyal serius. Laporan di lapangan menunjukkan bahwa prajurit TNI yang gugur di Lebanon Selatan bukan karena kecelakaan, melainkan akibat serangan yang terukur. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Indonesia dapat terseret ke dalam konflik yang lebih luas.</p>
<p>Oleh karena itu, sesama Muslim dan sesama anak bangsa, mari kita menjaga persatuan dan kedaulatan. Bersama TNI, Kepolisian, dan seluruh rakyat, kita harus memperkuat pertahanan serta keamanan dari berbagai ancaman, baik yang nyata maupun yang tersembunyi melalui perang informasi.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://editorindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/UBN-aja.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>28 Hari Al Aqsa Ditutup, UBN Ajak Rakyat Indonesia Gaungkan #EnteringAlAqsa</title>
		<link>https://fwjinews.com/28-hari-al-aqsa-ditutup-ubn-ajak-rakyat-indonesia-gaungkan-enteringalaqsa-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ADMIN]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2026 04:38:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Bachtiar Natsir]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98434</guid>

					<description><![CDATA[Masjid Al Aqsa merupakan salah satu dari tiga masjid suci dalam Islam]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Ulama nasional yang juga pejuang kemerdekaan Palestina, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), kembali menyuarakan keprihatinannya atas penutupan kompleks Masjid <a href="https://www.depokpos.com/2025/10/israel-lanjutkan-proyek-gali-terowongan-di-bawah-masjid-al-aqsa/">al Aqsa</a> oleh otoritas Israel yang telah berlangsung selama 28 hari.</p>
<p>Penutupan tersebut tidak hanya membatasi akses umat Islam ke salah satu situs suci, tetapi juga berdampak langsung pada pelaksanaan ibadah, termasuk pelarangan shalat Idulfitri baru-baru ini di kawasan tersebut.</p>
<p><a href="https://www.depokpos.com/2026/03/ubn-khotbah-idulfitri-di-aceh-tamiang-sembelih-dua-sapi-dan-bagikan-1500-bingkisan-anak/">UBN</a> menegaskan bahwa kondisi ini melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia karena Masjid Al Aqsa merupakan salah satu dari tiga masjid suci dalam Islam.</p>
<p>Ia menilai, pelarangan shalat Idulfitri di Al Aqsa menjadi simbol nyata dari terhambatnya kebebasan beribadah bagi umat Islam di <a href="https://www.depokpos.com/2026/03/palestina-sejarah-perubahan-kekuasaan-dan-awal-konflik-modern/">Palestina</a>.</p>
<p>“Ini bukan sekadar penutupan fisik, tetapi juga pengekangan hak dasar umat Islam untuk beribadah, termasuk pada momentum besar seperti Idulfitri,” ujar UBN dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).</p>
<p>UBN juga menyoroti lemahnya solidaritas umat Islam global dalam merespons kondisi tersebut. Ia menyebut, fakta bahwa lebih dari dua miliar umat Islam di dunia tidak mampu menjaga satu masjid, yakni Masjid Al Aqsa, merupakan tamparan keras bagi dunia Islam.</p>
<p>“Fakta dua miliar umat Islam tidak mampu menjaga satu masjid, yakni Masjid Al Aqsa, adalah tamparan bagi kita semua. Ini menunjukkan umat Islam belum mampu melindungi tanah suci tersebut,” tegasnya.</p>
<p>UBN mendorong seluruh elemen bangsa Indonesia untuk turut berkontribusi dalam memperjuangkan pembukaan kembali Masjid Al Aqsa melalui langkah-langkah damai dan konstruktif.</p>
<p>Salah satu upaya yang diserukan adalah meramaikan media sosial dengan tagar #EnteringAlAqsa sebagai bentuk solidaritas global terhadap kondisi yang terjadi di Masjid Al Aqsa.</p>
<p>Pimpinan Perkumpulan AQL itu menjelaskan bahwa penggunaan tagar tersebut bukan tanpa dasar. Ia menyebut, #EnteringAlAqsa terinspirasi dari firman Allah dalam Surah Al-Maidah ayat 21.</p>
<p>Dalam ayat tersebut, Allah memerintahkan umat untuk memasuki tanah suci yang telah ditetapkan, yang oleh sebagian ulama ditafsirkan sebagai wilayah yang di dalamnya terdapat Masjid Al Aqsa.</p>
<p>“Tagar ini bukan sekadar simbol, tetapi panggilan iman. Ini terinspirasi dari perintah Allah dalam Al-Maidah ayat 21 untuk memasuki tanah suci,” ujar UBN.</p>
<p>UBN yang juga Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) itu menilai, semangat yang terkandung dalam ayat tersebut dapat menjadi penggerak bagi umat Islam untuk terus memperjuangkan akses dan kebebasan beribadah di Masjid Al Aqsa.</p>
<p>Menurutnya, melalui kesadaran kolektif dan upaya bersama, termasuk kampanye digital, harapan untuk pembukaan kembali Al Aqsa dapat semakin menguat.</p>
<p>Ia pun berharap solidaritas<br />
umat Islam di seluruh dunia, termasuk dari Indonesia, dapat menjadi dorongan moral yang kuat agar Masjid Al Aqsa kembali terbuka dan umat Islam dapat berziarah dan menjalankan ibadah, termasuk shalat lima waktu tanpa hambatan.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2019/03/15/Kubbah-Shakhrah.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, UBN: Bukti Pengabdian Indonesia untuk Perdamaian Dunia</title>
		<link>https://fwjinews.com/tiga-prajurit-tni-gugur-di-lebanon-ubn-bukti-pengabdian-indonesia-untuk-perdamaian-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ADMIN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 22:21:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bachtiar Natsir]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98611</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Ulama nasional Ustaz Bachtiar Nasir atau UBN menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahbogor.com/go/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Ulama nasional Ustaz Bachtiar Nasir atau UBN menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.</p>
<p>Dalam pernyataan resminya, UBN mengawali dengan ungkapan belasungkawa. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Dari relung hati yang paling dalam, saya menyampaikan rasa duka cita yang teramat mendalam atas gugurnya putra-putra terbaik bangsa,” ujar UBN, Selasa (31/3/2026).</p>
<p>Ia menyebut para prajurit yang gugur sebagai sosok yang telah mengabdikan diri sepenuhnya untuk kepentingan bangsa dan kemanusiaan global. “Mereka telah kembali ke haribaan Allah dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia,” kata UBN.</p>
<p>Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) itu juga menyinggung, Praka Farizal Rhomadhon, bersama rekan-rekannya yang dinilai gugur dalam misi kemanusiaan internasional di wilayah konflik.</p>
<p>Menurutnya, insiden yang terjadi di wilayah Naqoura dan Adchit al-Qusayr bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga besar TNI, tetapi juga merupakan duka nasional bagi seluruh rakyat Indonesia. “Ini bukan sekadar kehilangan institusi, tetapi duka seluruh bangsa,” ucapnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa para prajurit tersebut menjalankan mandat internasional di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan tanggung jawab melindungi warga sipil.</p>
<p>UBN menilai kehadiran prajurit Indonesia di Lebanon merupakan bagian dari komitmen negara dalam menjaga ketertiban dunia sesuai amanat konstitusi. “Indonesia bukan penonton, tetapi pelaku aktif dalam misi perdamaian dunia,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga menyoroti kontribusi Kontingen Garuda (Konga) sebagai duta bangsa yang membawa misi kemanusiaan dan diplomasi di kancah global.</p>
<p>Menurutnya, para prajurit tidak hanya menjalankan tugas militer, tetapi juga membangun hubungan dengan masyarakat lokal. “Mereka membawa wajah kemanusiaan Indonesia yang santun namun tegas,” ujarnya.</p>
<p>UBN turut menyampaikan solidaritas kepada keluarga korban. “Kepada keluarga yang ditinggalkan, kami berdiri bersama kalian dalam doa dan solidaritas tanpa batas,” katanya.</p>
<p>Di akhir pernyataannya, UBN mengajak seluruh prajurit TNI untuk tetap teguh menjalankan tugas negara. “Jangan biarkan duka ini memadamkan api pengabdian. Dunia melihat bahwa Garuda tidak pernah terbang rendah di hadapan ancaman,” tutupnya.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://chanelmuslim.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-24-at-1.59.10-PM-e1753340429100-716x375.jpeg" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
