<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AFKN &#8211; FWJI News</title>
	<atom:link href="https://fwjinews.com/tag/afkn/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<description>Forum Wartawan Jaya Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Sep 2024 03:19:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://fwjinews.com/go/wp-content/uploads/2025/08/cropped-fwji-32x32.png</url>
	<title>AFKN &#8211; FWJI News</title>
	<link>https://fwjinews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>AFKN Gelar Upacara Dukung Kemerdekaan Palestina</title>
		<link>https://fwjinews.com/afkn-gelar-upacara-dukung-kemerdekaan-palestina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Sep 2024 03:19:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JABOTABEK]]></category>
		<category><![CDATA[AFKN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=75211</guid>

					<description><![CDATA[BEKASI &#8211; Berbagai cara dilakukan masyarakat Indonesia untuk mengekspresikan dan mendukung kemerdekaan Palestina. Pondok Pesantren&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>BEKASI</strong></a> &#8211; Berbagai cara dilakukan masyarakat Indonesia untuk mengekspresikan dan mendukung kemerdekaan Palestina. Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) melakukan cara unik.</p>
<p>Guna mendukung kemerdekaan penuh Palestina, Ponpes yang berlokasi di Setu Kabupaten Bekasi, Jawa Barat itu menggelar upacara pengibaran bendera Palestina. Kegiatan berlangsung di lapangan Ponpes Nuu Waar, Senin (9/9/2024).</p>
<p>Suasana heroik menyeruak manakala suara sirene dan dentuman meriam membahana mengawali detik-detik pengibaran bendera Palestina.</p>
<p>Pengibaran bendera Palestina berukuran 4×7 meter dilakukan oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang merupakan para santri Ponpes Nuu Waar. Pengibaran bendera diiringi dengan lagu kebangsaan Palestina.</p>
<p>Pimpinan Ponpes Nuu Waar AFKN KH MZ Fadzlan R Garamatan bertindak sebagai Inspektur Upacara. Upacara diikuti oleh para santri Nuu Waar, warga Setu, dan sejumlah tokoh. Seperti Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Buya Amirsyah Tambunan, KH Bachtiar Nasir, Ketua MUI Pusat Bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto Abdul Hakim, Nurdiati Akma, Ahyudin dan lain sebagainya.</p>
<p>Menurut Kiai Fadzlan, bangsa Indonesia pernah merasakan perih dan getirnya masa penjajahan. Oleh karena itu, apa yang dialami bangsa Palestina hari ini perlu mendapat empati dan dukungan dari masyarakat Indonesia.</p>
<p>“Kami di sini berdiri menyatukan semangat dan tekad untuk mendukung sepenuhnya kemerdekaan Palestina, “ tegas Kiai Fadzlan.</p>
<p>Sementara itu, Buya Amirsyah Tambunan dalam orasinya mengatakan sebagian besar negara di dunia telah mengakui Palestina sebagai negara merdeka. &#8220;Bahkan Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Palestina pada 15 November 1988,&#8221; ungkap Buya Amirsyah.</p>
<p>Kemudian, Sekjen MUI Pusat tersebut menyebutkan pada awal Mei 2024 sebanyak 143 negara dari 193 anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah setuju jika Palestina bergabung dalam PBB. &#8220;Sesuatu yang hanya bisa diakui sebuah negara yang merdeka dan berdaulat, yakni Palestina,&#8221; ujar Buya Amirsyah.</p>
<p>Meski sebagai besar negara di dunia mendukung kemerdekaan Palestina, tetapi faktanya genosida yang dilakukan Israel masih berlangsung. Hingga saat ini, lebih dari 40.900 warga Palestina meninggal dunia.</p>
<p>&#8220;Kebanyakan perempuan dan anak-anak,&#8221; kata Buya Amirsyah.</p>
<p>Oleh sebab itu, Buya Amirsyah mengajak masyarakat Indonesia agar tidak bosan berdoa dan berikhtiar demi mewujudkan kemerdekaan Palestina.</p>
<p>Pada kesempatan ini, Buya Amirsyah mengapresiasi langkah Ponpes Nuu Waar yang memiliki program bantuan pangan 1000 ton ubi untuk warga Palestina. Program ini diluncurkan sesaat setelah upacara dukung kemerdekaan Palestina.</p>
<p>&#8220;Dukungan 1000 ton ubi, insyaallah kita kawal bersama Panglima TNI. Bersama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan bersama Kementerian Luar Negeri,&#8221; ungkap Buya Amirsyah.</p>
<p>Buya berjanji program kemanusiaan ini akan disosialisasikan kepada pesantren lainnya. &#8220;Perlu kita sosialisasikan kepada 40 ribu saya kira lebih pondok pesantren di Indonesia,&#8221; kata Buya Amirsyah.</p>
<p>Upacara dukungan kemerdekaan Palestina dirangkai dengan penyerahan bendera merah putih dan bendera Palestina serta beduk emas oleh Buya Amirsyah Tambunan, KH Bachtiar Nasir kepada Syaikh Hasan Ali dari Kedubes Palestina.</p>
<p>Selain itu, diluncurkan Relawan Pangan Indonesia, Relawan Kesehatan Thibun Nabawi Indonesia Palestina dan Kapal Kemanusian Indonesia Palestina bekerja sama dengan Global Moeslem Charity (GMC).*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://indonesiainside.id/wp-content/uploads/2024/09/IMG-20240909-WA0010-750x422.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Cetak Imam dan Khatib Kelas Dunia, Ponpes Nuu Waar Dirikan Mahad Aly Setingkat S1</title>
		<link>https://fwjinews.com/cetak-imam-dan-khatib-kelas-dunia-ponpes-nuu-waar-dirikan-mahad-aly-setingkat-s1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Feb 2024 01:29:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JABOTABEK]]></category>
		<category><![CDATA[AFKN]]></category>
		<category><![CDATA[Ponpes Nuu Waar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=65048</guid>

					<description><![CDATA[BEKASI &#8212; Pondok Pesantren (Ponpes) Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) berencana mendirikan Mahad&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>BEKASI</strong></a> &#8212; Pondok Pesantren (Ponpes) Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) berencana mendirikan Mahad Aly atau perguruan tinggi setingkat strata satu (S1). Ditargetkan pada pertengahan 2024, Mahad Aly Nuu Waar mulai beroperasi.</p>
<p>Mudir Ponpes Nuu Waar AFKN, Ustaz Abdul Khalik, SQ mengatakan tujuan didirikan Mahad Aly adalah untuk mencetak kader imam dan khatib. Gagasan ini dicetuskan pimpinan sekaligus pendiri Ponpes Nuu Waar AFKN, KH MZ Fadzlan R Garamatan.</p>
<p>&#8220;Tentu kekhususannya imam dan khatib. Kami berharap santri yang jadi alumni Mahad Aly ini dia betul-betul menguasai imam dan khatib,&#8221; ungkap Ustaz Khalik, Ahad (11/2/2024) di Bekasi, Jawa Barat.</p>
<p>Dijelaskan Ustaz Khalik, setelah lulus santri atau mahasiswa Mahad Aly akan ditugaskan berdakwah di pelosok Papua atau daerah pedalaman Indonesia lainnya.</p>
<p>&#8220;Kedepan target kami tak hanya lingkup Indonesia, alumni Mahad Aly Nuu Waar menjadi imam di Asia. Imam masjid-masjid Asia Tenggara, Asia Pasifik, bahkan Eropa,&#8221; jelas Ustaz Khalik.</p>
<p>Untuk menunjang kompetensi sebagai imam dan khatib internasional, setiap mahasiswa Mahad Aly Nuu Waar akan diajarkan kemampuan berbahasa asing.</p>
<p>&#8220;Selain diajarkan kitab gundul di Mahad Aly ada kurikulum penguasaan bahasa asing. Terutama bahasa Arab, bahasa Inggris, dan Mandarin,&#8221; kata Ustaz Khalik.</p>
<p>Menurut Ustaz Khaliq, saat ini proses perizinan Mahad Aly Nuu Waar sedang berjalan. Syarat-syarat sebagai besar sudah terpenuhi.</p>
<p>&#8220;Sudah ada tempat, 33 hektare. Ada Kiai, ada santri, ada guru dan ada kurikulum. Tinggal kita lengkapi apa yang dibutuhkan Mahad Aly ini,&#8221; jelas Ustaz Khalik.</p>
<p>Untuk angkatan pertama, ditargetkan sebanyak 50 mahasiswa. Seluruh mahasiswa diwajibkan berasrama.</p>
<p>Mengenai biaya, lanjut Ustaz Khalik, sepenuhnya digratiskan oleh Ponpes Nuu Waar AFKN. &#8220;Bayarnya dengan berdakwah kembali di daerah-daerah pelosok, ke Asia, dan wilayah lainnya,&#8221; ujar Ustaz Khalik.</p>
<p>Adapun dosen berasal dari berbagai latar belakang yang merupakan jaringan Kiai Fadzlan Garamatan.</p>
<p>&#8220;Dosen kemitraan kita. Minimal S2. Setiap ormas Islam bisa menjadi dosen. Bisa menjadi sampel dakwah,&#8221; urai Ustaz Khailk.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://static.republika.co.id/uploads/images/headline_slide/santri-ponpes-nuu-waar-bekasi-tengah-melaksanakan-khataman-alquran-_160704045824-164.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
