Langsung ke konten
Breaking News
Masuk Ancol Gratis hingga 12 November 2026 Berbagi Kebaikan dan Peduli Anak Yatim FBR Gardu 057 Kumpi Takok Pulo Gebang Santuni 80 Anak Yatim Belajar Cegah DBD bersama Herbal Shield Farmasi UPNVJ Mengaku Elang 3 Hambalang, Intimidasi dan Ancam SPPG Sukajadi Bogor Ketum Barisan Pelopor Tanto Sudiro Soroti Krisis Moral Penghinaan Terhadap Jenderal Nasution
FWJI News
Beli Tema IniIndeks
FWJI News
  • Home
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Health
  • Dunia Kampus
  • Humanitas
  • Opini
Beranda Artikel Second Account sebagai Ruang Aman dalam Mengekspresikan Diri di Media Sosial
Artikel  

Second Account sebagai Ruang Aman dalam Mengekspresikan Diri di Media Sosial

ADMIN
13 Januari 2026
Second Account sebagai Ruang Aman dalam Mengekspresikan Diri di Media Sosial

Oleh Nurhadijah Tri Putri, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)

DEPOKPOS – Saat ini, media sosial bukan hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, namun juga menjadi wadah dalam membangun personal branding. Hal ini dapat dilihat ketika orang-orang berlomba-lomba menampilkan foto, video dan konten-konten yang menarik untuk memperoleh perhatian dan pujian dari banyak orang.

Namun, di balik upaya untuk membangun personal branding yang ideal, muncul tuntutan untuk menampilkan citra diri yang ideal, sehingga membatasi kebebasan berekspresi.

Kondisi ini membuat individu untuk membuat second account sebagai media alternatif dalam mengekspresikan diri. Second account digunakan sebagai ruang yang lebih pribadi, dimana pengguna dapat mengekspresikan diri secara lebih bebas tanpa hadirnya tekanan sosial, tuntutan citra, atau penilaian yang biasanya ada pada akun utama.

Fenomena ini menunjukkan adanya kebutuhan psikologis individu untuk diterima dan menjadi diri sendiri, serta mencerminkan adanya perbedaan antara identitas yang ditampilkan kepada publik dan identitas personal dalam lingkungan digital.

Dalam pandangan teori humanistik yang dikemukakan Abraham Maslow, penggunaan second account dapat dipahami sebagai upaya individu dalam memenuhi kebutuhan psikologisnya.

Media sosial menjadi ruang sosial baru tempat individu berusaha mencapai rasa aman, penerimaan diri, harga diri, hingga aktualisasi diri. Second account hadir sebagai ruang yang lebih aman dari penilaian, kritik, dan tekanan sosial yang sering muncul pada akun utama, sehingga individu dapat merasa terlindungi secara emosional.

Melalui interaksi yang lebih terbatas dan bersifat personal, individu merasa lebih diterima dan memiliki kebebasan untuk menjadi diri sendiri. Berkurangnya tuntutan untuk selalu tampil sempurna juga membantu individu membangun harga diri tanpa harus bergantung pada pengakuan publik.

Pada akhirnya, second account menjadi ruang ekspresi yang memungkinkan individu menyampaikan pikiran, emosi, dan jati diri secara lebih jujur, sebagai bagian dari proses menuju aktualisasi diri.

Berita Terkait
Kenapa Kampus Tak Cuma Bikin Kita Pintar, Tapi Juga Harus Bikin Kita “Baik”?
Peran Manajemen Sumber Daya Manusia “Sistem Rekrutmen, Seleksi, Kompetensi dan Pelatihan” terhadap Keunggulan Kompetitif: Literature Review
Penerapan Keterampilan Komunikasi Pekerja Sosial dalam Membantu Korban Pelecehan dan Konflik Sosial
Keunggulan Produk Bisnis Digital di Era Modern: Mengapa Semakin Diminati?
ASI yang Tepat: Investasi Awal Mencegah Stunting pada Generasi Masa Depan
Transformasi Digital, Bisnis Digital, Kajian Empiris, Kematangan Digital, Inovasi Organisasi
Dunia Maya media sosial Second Account

Baca Juga

Kenapa Kampus Tak Cuma Bikin Kita Pintar, Tapi Juga Harus Bikin Kita “Baik”?
Kenapa Kampus Tak Cuma Bikin Kita Pintar, Tapi Juga Harus Bikin Kita “Baik”?
Peran Manajemen Sumber Daya Manusia “Sistem Rekrutmen, Seleksi, Kompetensi dan Pelatihan” terhadap Keunggulan Kompetitif: Literature Review
Peran Manajemen Sumber Daya Manusia “Sistem Rekrutmen, Seleksi, Kompetensi dan Pelatihan” terhadap Keunggulan Kompetitif: Literature Review
Penerapan Keterampilan Komunikasi Pekerja Sosial dalam Membantu Korban Pelecehan dan Konflik Sosial
Penerapan Keterampilan Komunikasi Pekerja Sosial dalam Membantu Korban Pelecehan dan Konflik Sosial
Keunggulan Produk Bisnis Digital di Era Modern: Mengapa Semakin Diminati?
Keunggulan Produk Bisnis Digital di Era Modern: Mengapa Semakin Diminati?
ASI yang Tepat: Investasi Awal Mencegah Stunting pada Generasi Masa Depan
ASI yang Tepat: Investasi Awal Mencegah Stunting pada Generasi Masa Depan
Transformasi Digital, Bisnis Digital, Kajian Empiris, Kematangan Digital, Inovasi Organisasi
Transformasi Digital, Bisnis Digital, Kajian Empiris, Kematangan Digital, Inovasi Organisasi

Rekomendasi untuk kamu

Kenapa Kampus Tak Cuma Bikin Kita Pintar, Tapi Juga Harus Bikin Kita “Baik”?
Kenapa Kampus Tak Cuma Bikin Kita Pintar, Tapi Juga Harus Bikin Kita “Baik”?

Oleh Alma Ardilia Kholik, mahasiswa Prodi Manajemen S1 Universitas Binawan

Peran Manajemen Sumber Daya Manusia “Sistem Rekrutmen, Seleksi, Kompetensi dan Pelatihan” terhadap Keunggulan Kompetitif: Literature Review
Peran Manajemen Sumber Daya Manusia “Sistem Rekrutmen, Seleksi, Kompetensi dan Pelatihan” terhadap Keunggulan Kompetitif: Literature Review

Oleh: Tsalist Hayah Gunawan Mahasiswa Universitas Binawan

Penerapan Keterampilan Komunikasi Pekerja Sosial dalam Membantu Korban Pelecehan dan Konflik Sosial
Penerapan Keterampilan Komunikasi Pekerja Sosial dalam Membantu Korban Pelecehan dan Konflik Sosial

Oleh Sekar Aristya Ningrum
Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial
Program Studi Kesejahteraan Sosial Binawan University

Keunggulan Produk Bisnis Digital di Era Modern: Mengapa Semakin Diminati?
Keunggulan Produk Bisnis Digital di Era Modern: Mengapa Semakin Diminati?

Oleh : Amira Hasna Muthia – Program Studi S1 Bisnis Digital [UNIVERSITAS BINAWAN]

ASI yang Tepat: Investasi Awal Mencegah Stunting pada Generasi Masa Depan
ASI yang Tepat: Investasi Awal Mencegah Stunting pada Generasi Masa Depan

Oleh: Tasya Ermy Salsabilla Stunting masih menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat yang perlu mendapatkan…

Transformasi Digital, Bisnis Digital, Kajian Empiris, Kematangan Digital, Inovasi Organisasi
Transformasi Digital, Bisnis Digital, Kajian Empiris, Kematangan Digital, Inovasi Organisasi

Oleh: Ahmad Farouq(Program Studi S1 Bisnis Digital Universitas Binawan) Pendahuluan Transformasi bisnis digital telah menjadi…

Terbaru

  • Masuk Ancol Gratis hingga 12 November 2026
    1
    6 November 20266 November 2026
    Masuk Ancol Gratis hingga 12 November 2026
  • 2
    6 November 20266 November 2026
    Berbagi Kebaikan dan Peduli Anak Yatim FBR Gardu 057 Kumpi Takok Pulo Gebang Santuni 80 Anak Yatim
  • 3
    5 November 20266 November 2026
    Belajar Cegah DBD bersama Herbal Shield Farmasi UPNVJ
  • 4
    5 November 20266 November 2026
    Mengaku Elang 3 Hambalang, Intimidasi dan Ancam SPPG Sukajadi Bogor
  • 5
    5 November 2026
    Ketum Barisan Pelopor Tanto Sudiro Soroti Krisis Moral Penghinaan Terhadap Jenderal Nasution
  • 6
    5 November 2026
    Halal Connect 2026 Perkuat Ekosistem Bisnis Halal Jakarta Menuju Pasar Global
  • 7
    4 November 2026
    Dianggap Cacat HGB No.2, Warga Bojong Koneng Resah dan Tantang Sentul City
  • 8
    4 November 2026
    Menko Yusril: Penyadapan Presiden Ada Indikasi Makar
  • 9
    4 November 2026
    Dukung Program IKAN, BNNK Lampung Selatan: Manfaatkan Peran Strategis Sekolah
  • 10
    4 November 2026
    Dekat dengan Masyarakat, Polsek Membalong Pastikan Situasi Wilayah Tetap Aman
FWJI News
  • Indeks
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
FWJI NEWS
  • Home
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Health
  • Dunia Kampus
  • Humanitas
  • Opini