Baru Diresmikan, Masjid Annur Siti Aminah Jadi Pusat Pembinaan Mualaf di Pedalaman Donggala

oleh
oleh
Baru Diresmikan, Masjid Annur Siti Aminah Jadi Pusat Pembinaan Mualaf di Pedalaman Donggala

DONGGALA, SULAWESI TENGAH – Masjid Annur Siti Aminah di Dusun II, Desa Bonemarawa, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, resmi diresmikan pada 9 Oktober 2026. Peresmian ini ditandai dengan pelaksanaan salat Jumat perdana, sekaligus menjadi momentum penting bagi masyarakat mualaf setempat untuk memperkuat kehidupan beragama dan pembinaan keislaman.

Masjid yang diinisiasi melalui program dakwah dan pembangunan rumah ibadah LAZNAS Dewan Dakwah ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar tempat menunaikan salat.

Keberadaannya diharapkan menjadi pusat pembelajaran Al-Qur’an, pendidikan dasar keislaman, pembinaan akidah, serta kegiatan dakwah yang berkelanjutan bagi masyarakat Muslim di pedalaman.

Bagi masyarakat Kampung Mualaf di Dusun II, Desa Bonemarawa, kehadiran masjid ini memiliki arti penting. Mereka telah memeluk Islam sejak 2007 dan selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan dalam memperoleh pendampingan keagamaan. Akses menuju permukiman yang sulit, keterbatasan listrik, dan minimnya jaringan komunikasi menjadi tantangan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus dalam pelaksanaan dakwah.

Kecamatan Rio Pakava berada di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada kawasan yang berbatasan dengan Sulawesi Barat. Kondisi geografis dan persebaran permukiman di wilayah ini menjadi tantangan dalam menjangkau masyarakat di pelosok, termasuk komunitas mualaf di Desa Bonemarawa.

Di tengah kondisi tersebut, Dewan Dakwah terus mengupayakan keberlanjutan dakwah melalui penugasan dai muda untuk mendampingi masyarakat. Pendampingan ini diarahkan untuk membantu warga memahami ajaran Islam, mempelajari tata cara ibadah, membaca Al-Qur’an, dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

“Kehadiran Masjid Annur Siti Aminah memiliki arti penting bagi masyarakat mualaf yang membutuhkan pendampingan untuk memperdalam pemahaman dan praktik keislaman. Saudara-saudara Muslim di kampung tersebut telah memeluk Islam sejak 2007 dan membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan,” ujar Alpian, Komandan Program Dakwah LAZNAS Dewan Dakwah.

Ia menjelaskan bahwa keterbatasan akses, listrik, dan jaringan komunikasi menjadi tantangan dalam pelaksanaan dakwah di wilayah tersebut. Karena itu, kehadiran dai dan masjid diharapkan dapat memperkuat proses pembinaan serta membuka ruang belajar agama yang lebih terarah bagi masyarakat.

Pelaksanaan salat Jumat perdana pada 9 Oktober 2026 menjadi bagian penting dari pemanfaatan masjid tersebut sebagai sarana ibadah bersama. Ke depan, Masjid Annur Siti Aminah diharapkan menjadi tempat anak-anak belajar mengenal huruf hijaiyah dan membaca Al-Qur’an, orang tua memperdalam pengetahuan agama, serta masyarakat mengikuti kegiatan pembinaan bersama para dai.

Peresmian masjid ini bukanlah akhir dari ikhtiar dakwah, melainkan langkah awal untuk memperkuat pendampingan masyarakat secara berkelanjutan. Manfaatnya diharapkan tidak hanya dirasakan melalui tersedianya sarana ibadah, tetapi juga melalui tumbuhnya kegiatan pendidikan Al-Qur’an, pembinaan keluarga, dan penguatan pemahaman keislaman bagi generasi berikutnya.

Ke depan, LAZNAS Dewan Dakwah juga merencanakan penyediaan panel surya untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik di wilayah tersebut. Rencana ini diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat serta menunjang keberlangsungan kegiatan dakwah dan pendidikan keislaman.

LAZNAS Dewan Dakwah mengajak masyarakat luas untuk turut mendukung ikhtiar dakwah dan pendidikan Islam di pedalaman agar pendampingan dai dan pembelajaran Al-Qur’an dapat terus berjalan.

Bagi masyarakat mualaf di Bonemarawa, Masjid Annur Siti Aminah menjadi ruang untuk menumbuhkan ilmu, memperkuat keimanan, dan membangun kebersamaan. Dukungan masyarakat luas diharapkan dapat menjaga keberlanjutan dakwah sehingga manfaat masjid ini terus dirasakan oleh masyarakat di pedalaman Donggala.